Kamis, 07 April 2011

Rumah Idaman “Meredam Panas dengan Atap Ijuk” plus 2 more

Rumah Idaman “Meredam Panas dengan Atap Ijuk” plus 2 more


Meredam Panas dengan Atap Ijuk

Posted: 08 Apr 2011 04:58 AM PDT

KOMPAS.com - Panasnya udara Jakarta terkadang terasa menyengat bahkan saat di dalam ruangan. Untuk meredam hawa panas di dalam ruang, penambahan pemakaian ijuk di atap bisa menjadi solusinya.

Ijuk merupakan serat alam yang istimewa, berupa serabut berwarna hitam dan liat, yang terdapat pada bagian pangkal dan pelepah daun Pohon Aren. Ijuk memiliki sifat lentur dan tidak mudah rapuh. Keistimewaan ini dimanfaatkan pemilik The 3 House di Kuningan Village untuk menghadirkan ruangan yang sejuk lewat pemasangan ijuk di atap.

Atap di ruangan indoor The 3 House tidak murni dengan ijuk. Atap tetap menggunakan rangka besi, baru ditutup dengan ijuk. Tak cukup dengan ijuk, kemudian ditambah dengan tanaman merambat yang dibiarkan tumbuh alami di atap. Di bagian ujung, dimana berbatasan dengan bangunan lain, ditanam tanaman Pucuk Merah. Hasilnya, di dalam ruangan jadi terasa dingin dan segar. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

The 3 House, Nuansa Hijau di Antara Hutan Beton

Posted: 08 Apr 2011 04:54 AM PDT

KOMPAS.com - Lelah dan penat akibat sibuk bekerja saban hari kita alami. Apalagi ditambah urusan kemacetan di Jakarta, rasanya semakin menambah kuantitas rasa penat itu sendiri. Beristirahat di tempat yang hijau dan segar sangat disarankan, selain melepas urat syaraf yang tegang juga sejenak memanjakan alat indera. Adalah The 3 House di Kuningan Village Jakarta, bistro and bar yang menawarkan suasana hijau dan segar. Tempat yang tepat untuk "melarikan diri" dari rasa penat.

The 3 House di Kuningan Village, sebuah kafe resto yang menawarkan konsep penghijauan dalam interiornya. Menurut Christina A. Tyas, Humas PT. Kuningan Elok, kecintaan sang pemilik Kuningan Village akan tanaman dan penghijauan yang mengilhami berdirinya The 3 House. "Dari namanya saja The 3 House, angka 3 itu sebenarnya dalam pengucapannya tree, yang dalam bahasa Indonesia berarti pohon," katanya.

Tak sekedar mengusung konsep hijau, kafe resto seluas 1.700 meter persegi ini ditata dengan 20 jenis tanaman di ruang outdoornya. Pohon dan tanaman hidup yang tertata apik ini seperti Pohon Kelapa, Pohon Pisang, Pohon Kamboja, Bougenville, Sirih Gading, Pucuk Merah, juga Alang-alang.

Bukan hanya tanaman dan pepohonan, untuk lantainya digunakan kayu bantalan kereta yang ditata dengan rapi. Konsep hijau tak sebatas pada interior yang didominasi tanaman saja. Pemilik Kuningan Village juga memakai lampu hemat energi jenis T5 di seluruh area kafe. Pindah ke bagian indoor, memang tidak didesain dengan tanaman hidup seperti ruangan outdoor. Miniatur pohon terletak di bagian bar, ditambah penataan kursi rotan dengan bantalan berwarna hijau.

Mulai dibangun pada tahun 2010, The 3 House memang didesain menghadirkan nuansa hijau di antara gedung-gedung bertingkat di sekelilingnya. "Sengaja didesain dengan ruang terbuka dan konsep hijau karena ingin memanjakan konsumen. Seperti diketahui, di kawasan Kuningan ini cukup  padat dengan gedung-gedung bertingkat. Kami disini menawarkan yang hijau di tengah-tengah pusat kota," kata Christine.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Pameran Bahan Bangunan dan Jasa Arsitektural, 14-17 April

Posted: 07 Apr 2011 02:40 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk ke-10 kalinya, Panorama Convex, anak perusahaan Panorama Grup yang bergerak di bidang meeting, incentive, conference and exhibiton, akan menggelar pameran bahan bangunan dan jasa arsitektural terbaik dan terlengkap.

Pameran ini akan digelar di Hall A dan B, Jakarta Convention Center, 14-17 April 2011, dan mengangkat isu ramah lingkungan dengan tema "Save Earth by Being Green".

"Dengan mengangkat isu ramah lingkungan, maka diharapkan acara ini dapat memfasilitasi para pelaku pasar berkonsentrasi akan dampak buruk pemanasan global. Lewat pameran ini pelaku pasar dapat mengenalkan produk unggulan yang ramah lingkungan," kata Eric Anthony, Project Manager Panorama Convex kepada wartawan saat konferensi pers di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/4/2011).

Pameran ini akan menempati area seluas 11.000 meter persegi, menghadirkan lebih dari 150 pelaku usaha yang bergerak di bidang industri bahan bangunan dan jasa arsitektural. Seperti roofing system, roof tiles and truss, flooring termasuk di dalamnya marble, granite, dan ceramics, technology switches and smarthomes, wardrobe and fittings, filtration system, glassware, concrete and mortar products, insulation material, dan lainnya.

"Pameran akan dibuka dari pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. Kami bekerja sama dengan komunitas Green Design memberikan edukasi penerapan green building yang tidak selalu harus mahal kepada masyarakat, pelaku usaha jasa kontraktor dan arsitektural yang berkunjung ke pameran," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar