Jumat, 08 April 2011

Rumah Idaman “Inilah Rahasia Berinvestasi di Properti” plus 2 more

Rumah Idaman “Inilah Rahasia Berinvestasi di Properti” plus 2 more


Inilah Rahasia Berinvestasi di Properti

Posted: 09 Apr 2011 02:33 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda yang masih awam dengan dunia properti, namun tertarik mencobanya, jangan ragu untuk memulai karena tahun 2011 ini perekonomian tengah bangkit. Tahun 2014 nanti, bisnis properti akan "booming".

Ada empat jurus berinvestasi properti yakni waktu yang tepat, lokasi yang tepat, pengembang yang tepat, dan pembiayaan yang cerdas.

Panangian Simanungkalit, Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) membeberkan alasan mengapa tahun 2014, bisnis properti akan booming. Alasannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus naik, daya beli konsumen terus meningkat, pembangunan infrastruktur meningkat, suku bunga KPR rendah dan stabil, suku bunga konstruksi rendah dan stabil, dan pasar perumahan apartemen dan perkantoran (pada 2011) tumbuh 10 - 15 persen.

Uniknya, bisnis properti di Indonesia berbeda dengan negara-negara lainnya. Disini, harga properti tidak turun atau stabil meski inflasi tinggi dan suku bunga naik. "Investasi properti di Indonesia itu high return, low risk. Sebagai investasi, saat ini orang-orang yang memiliki uang lebih percaya aset properti daripada aset finansial seperti saham dan reksadana," kata Panangian.

Nah, untuk rahasia berinvestasi di properti, Panangian menyebutkan ada empat jurus; yakni waktu yang tepat, lokasi yang tepat, pengembang yang tepat, dan pembiayaan yang cerdas.

Waktu yang tepat artinya, anda membeli produk yang baru dibangun di lokasi tepat, dan belilah saat acara peluncuran produk. Biasanya ketika properti terbangun, harganya pun semakin meroket.

Lokasi yang tepat, artinya anda harus memperhatikan jumlah orang yang masuk ke area tersebut lebih besar daripada orang yang keluar. Juga memperhatikan aksesibilitas yang baik menuju pusat kota. Pilih lokasi dekat dengan pusat pertumbuhan bisnis dan strategis.

Pengembang yang tepat, artinya anda harus cerdik memilih pengembang yang berpengalaman, yang memiliki reputasi baik, dan memiliki karakter yang baik.

Lalu mengenai pembiayaan yang cerdas, anda perlu memikirkan pembiayaan secara tunai atau kredit, memikirkan pula pembiayaan dengan jangka pendek atau jangka panjang, dan memperhatikan bunga fixed atau floating.

Untuk investasi properti yang terbaik dari sisi Return on Investment, Anda dapat melirik properti rumah sewa, ruko atau rukan, ruang perkantoran, dan apartemen atau kondominium.

Selamat mencoba!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Lippo Bangun Apartemen Park View di Depok

Posted: 09 Apr 2011 01:39 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Depok rupanya semakin menarik hati untuk dieksplorasi oleh para pengembang. Salah satunya, pengembang PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang akan membangun apartemen di atas pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos).

Menurut Ivan Budiono, CEO Housing and Land PT. Lippo Karawaci, Tbk, Ivan Budiono, rencana pendirian apartemen di atas Detos merupakan rancangan lama membentuk superblok disana. "Saat ini kami belum bisa bicara banyak, namun pembangunan masih berjalan. Akan dilaunching kira-kira bulan Mei 2011," katanya kepada wartawan seusai acara diskusi bertajuk "Peluang Investasi Hunian Apartemen di Kota Depok", di Kemang Village, Jakarta, Jumat (8/4/2011).

Apartemen bernama Park View ini akan dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar, dengan jumlah unit sebanyak 800-1.000 unit. Harga jual per unit dalam apartemen dimulai dari harga Rp 180-200 Juta. "Ini apartemen kelas menengah, konsepnya one stop living. Sudah ada mal nya, lalu hunian, yang belum perkantorannya," tutur Ivan.

Dengan menyasar target market para karyawan dan mahasiswa, juga pasangan muda, Park View direncanakan rampung sebelum 2014. "Karena Depok banyak mahasiswa nya, jadi tipe-tipenya nanti seperti studio atau two bedroom," imbuhnya.

Kota Depok makin strategis menjadi incaran para pengembang. Dikatakan oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, Depok strategis dibanding kota-kota satelit lainnya karena paling berdekatan dengan Jakarta. Dengan pertumbuhan penduduk yang didominasi oleh pendatang jumlahnya per 30 Mei 2010 mencapai 1.736.565 jiwa. "Pertumbuhannya hampir 4,5 - 5 persen per tahun, lalu pertumbuhan ekonominya diatas pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Nur Mahmudi mengatakan, magnet Depok kedepan di bidang perdagangan dan jasa akan menarik minat para investor. "Saat ini sudah ada enam proyek yang berjalan, seperti Margonda Residence 3, proyek Adhi Realty, Hotel Margo City, Park View, dan dua yang masih berjalan," katanya.

Menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, potensi jasa dan perdagangan kota Depok lebih baik bila dibandingkan kota lain seperti Bogor dan Tangerang. Melihat magnet kota Depok sebagai basis kampus, dimana ada tiga perguruan tinggi berada yakni Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional, dan Universitas Gunadarma, Panangian mengatakan jenis properti yang terbaik adalah kondominium atau apartemen.

Dibandingkan kampus area lainnya seperti di Salemba, Grogol, dan Pulomas, Depok adalah lokasi untuk kondominium terbaik. "Kelebihannya, Depok ini area kampus, permintaan akan hunian tinggi, begitu juga waktu sewanya pendek atau sedang (1-3 tahun), Return of Investmentnya tinggi (7-12 persen per tahun), dan tingkat okupansinya tinggi dan stabil," paparnya. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Peranan Perumnas Dibonsai

Posted: 09 Apr 2011 01:28 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peran Perumnas sejak dibentuk pada tahun 1974 adalah sebagai lembaga pelaksana pembangunan dan pengelolaan perumahan. Saat ini, peranan Perumnas dinilai tidak memiliki otoritas tersebut.

"Perumnas itu perlu didorong sebagai tangan kanan pemerintah dalam hal penyediaan perumahan. Perumnas perlu diberikan keistimewaan dan otoritas untuk menjalankan perannya," kata pengamat properti, Panangian Simanungkalit kepada wartawan ketika ditemui di Kemang Village, Jakarta Selatan, Jumat (8/4/2011).

Menurut Panangian, saat ini peranan Perumnas tidak jelas karena sebagai BUMN diminta mampu menghasilkan untung. Namun, untuk bersaing dalam bidang perumahan kalah dengan dunia properti yang dikuasai para pengembang. "Perumnas itu kalau di negara-negara lain seperti house developing board (HDB), mengurusi rumah-rumah terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Harusnya Perumnas memiliki intervensi tersebut," katanya.

Sementara, menurut pengamat perumahan dan permukiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar, peranan Perumnas saat ini seolah "dibonsai" secara permanen. Terlebih munculnya wacana ada pembentukan lembaga baru dibawah Kemenpera untuk pelaksana pembangunan dan pengelolaan rumah susun.

"Hal ini menunjukkan adanya keenganan merevitalisasi peran Perumnas. Akhirnya keadaan ini menunjukkan tidak adanya keinginan negara mengembangkan sistem penyediaan perumahan publik yang baik," jelas Jehansyah.

Jehan menambahkan, peran public housing tidak sebatas menyalurkan belanja barang dan jasa pemerintah (APBN dan APBD) yang sifatnya sementara, menyalurkan dan menghabiskan. Pengelolaan public housing hanya bisa dijalankan lewat belanja modal (BUMN dan BUMD), karena perannya mengelola aset publik dan bertanggung jawab terhadap apresiasi dan depresiasi aset.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar