Minggu, 10 April 2011

Rumah Idaman Handaka Santosa: Kiat Sukses Kelola Senayan City

Rumah Idaman Handaka Santosa: Kiat Sukses Kelola Senayan City


Handaka Santosa: Kiat Sukses Kelola Senayan City

Posted: 11 Apr 2011 05:18 AM PDT

KOMPAS.com - Handaka Santosa, Vice President Director Agung Podomoro Land, dikenal sebagai figur yang ramah. Lahir di Solo, 20 April 1956, Handaka, anak keempat dari enam bersaudara ini menghabiskan masa kecil dan remajanya di Solo. Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1975.

Lulus dari Undip, Handaka langsung mempraktekkan ilmunya sebagai insinyur lapangan, bekerja di PT Artha Buana Sakti, Harapan Group, menangani Gajah Mada Plaza di kawasan Harmoni, Jakarta.

Setelah delapan tahun bersama Harapan Group, tahun 1989 Handaka bergabung dengan Grup Sogo. Ia menggeluti dunia ritel selama 17 tahun. Jabatan terakhirnya adalah Executive Director Sogo Indonesia.

Tahun 2005, Handaka Santosa bergabung dengan Agung Podomoro yang saat itu baru saja mengakuisisi Senayan City.

Berikut ini wawancara dengan Handaka Santosa, Vice President Director Agung Podomoro Land oleh Robert Adhi Kusumaputra.

Setelah bersama Harapan Group dan Sogo Group, Anda bergabung dengan Agung Podomoro. Apa yang Anda lakukan dengan pengalaman di bidang properti dan ritel ini?
Saya merasa pengalaman saya dalam bidang ritel yang dikombinasikan dengan pengalaman di bidang properti lengkap sehingga saya percaya diri ketika mendapat kepercayaan menjadi CEO Senayan City.

Pengalaman di bidang ritel sangat penting ketika mengelola Senayan City. Mal yang ramai akan menghidupkan superblok Senayan City dan ini menjadi daya tarik.

Bergabung dalam Agung Podomoro membuat saya kembali ke habitat semula, yaitu bidang properti. Pada awal tugasnya di Agung Podomoro, saya menangani Senayan City.

Kami membuat Senayan City berbeda dari mal-mal lainnya yang sudah ada sebelumnya. Coba Anda lihat, dinding mal di depan terbuat dari dinding kaca sehingga orang dari luar bisa melihat mal ini transparan, lebih hangat. Dan saya kira Senayan City merupakan mal pertama yang mengedepankan konsep ini.

Apa syarat utama agar sebuah mal ramai dikunjungi?
Banyak orang selalu menyatakan bahwa syarat utama sebuah proyek properti bisa sukses atau tidak adalah lokasi, lokasi, dan lokasi.

Bagi saya tidak demikian, Lokasi hanya salah satu syarat. Yang juga sangat penting adalah akses masuk dan keluar. Akses ini sangat penting. Jadi ketika membuat desain, kami menggunakan rekayasa lalu lintas (traffic engineering).

Selain itu, dalam sebuah mal dibutuhkan keahlian mengatur zona. Di Senayan City misalnya, kami membuat lantai dasar untuk food and beverage dan layanan. Lantai atas baru untuk fashion.

Apa keistimewaan Senayan City dibandingkan mal lainnya?
Setelah lokasi, akses yang mudah, dan tenant mix, yang juga dibutuhkan adalah layanan terbaik untuk konsumen. Senayan City punya business lounge. Mengapa demikian? Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika ke Hong Kong. Dari bandara, langsung meeting, di mana harus menyimpan koper? Nah, saya kemudian membuat business lounge di Senayan City, termasuk safe deposit gratis.

Ini penting bagi misalnya, pemilik Zara datang dari Spanyol ingin melihat gerai di Senayan City, di mana orang VVIP itu singgah? Orang-orang seperti ini butuh lounge yang nyaman untuk meeting. Jadi Senayan City punya sesuatu yang berbeda.

Kami juga menyediakan musholla yang bagus di Senayan City sehingga pengunjung tidak harus keluar mal untuk menjalankan ibadah, dan tetap dapat melanjutkan meeting di mal ini. Sepintas orang berpikir kami hanya buang-buang space, tapi menurut saya, ini sangat penting.

Desain Senayan City dikerjakan DP Architect dari Singapura. Persaingan di mal kompetitif, dan kami harus punya kelebihan.

Apa kiat Anda sukses menangani Senayan City?
Ketika saya menangani sesuatu, saya sangat serius dan terlibat penuh. Senayan City dibuka akhir tahun 2006. Meskipun luasnya hanya 4 hektar, namun jika didesain dengan atraktif dan hangat, orang yang di dalamnya merasa hangat. Kami juga menyediakan parkir khusus perempuan. Kapasitas parkir seluruhnya 3.000.

Kami juga menyediakan ballroom di dalam mal. Jadi betul-betul one stop shopping. Ini penting misalnya ketika ada sale Crocs digelar di sana, ramainya bukan main. Demikian pula bisa untuk fashion show.

Beberapa kegiatan tidak terkait bisnis pun, kami adakan di ballroom itu, misalnya aksi donor darah.

Apa tugas Anda sebagai Vice President Director Agung Podomoro Land saat ini?
Saya salah satu dari tiga Vice President Director Agung Podomoro Land. Tugas saya di bidang operasional dan komunikasi. Operasional sangat penting karena kami bisa melakukan penghematan di sana-sini. Seperti Senayan City menggunakan material yang ekonomis. Kalau di holding, saya sibuk mengawasi berbagai proyek APL.

Prinsip saya, sebagai profesional harus peduli pada pertumbuhan perusahaan karena dalam perusahaan ini, tidak semua keluarga Pak Trihatma terlibat langsung. Karena itu saya harus menghargai dengan membuat performance perusahaan bagus. Pak Trihatma orangnya low profile dan konsentrasinya penuh untuk perusahaan. Pak Tri juga peduli lingkungan dengan membuat sumur resapan dan pengolahan sampah organik di proyek-proyek APL. Dan Pak Tri juga pada setiap karyawannya. ***

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar