Selasa, 08 Februari 2011

Rumah Idaman “Agung Podomoro Grup Bangun Universitas” plus 2 more

Rumah Idaman “Agung Podomoro Grup Bangun Universitas” plus 2 more


Agung Podomoro Grup Bangun Universitas

Posted: 09 Feb 2011 06:13 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com – Agung Podomoro Grup akan membangun sebuah fasilitas pendidikan di superblok Podomoro City Jakarta Barat. Fasilitas pendidikan di area ini rencananya akan diluncurkan tahun 2011 ini.

Kami melihat kawasan S.Parman Grogol, Jakarta Barat ini adalah jalur yang identik dengan universitas, kami ingin menambahnya sehingga makin lengkap.

-- Veri Y Setiadi

"Kami melihat kawasan S.Parman Grogol, Jakarta Barat ini adalah jalur yang identik dengan universitas, kami ingin menambahnya sehingga makin lengkap," kata Veri Y. Setiady, Executive Director Central Park ketika ditemui Kompas.com pekan lalu di kantornya di Jakarta Barat.

Seperti diketahui di jalan ini telah berdiri bangunan universitas seperti Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, Ukrida, dan Universitas Indonesia Esa Unggul. "Ada sekitar 65.000 mahasiswa di universitas-universitas ini, sangat identik kawasan ini sangat kuat di bidang pendidikan," ujar Veri.

Veri menuturkan dalam superblok Podomoro City ini masih punya unit untuk membangun satu fasilitas pendidikan. "Mungkin nanti membangunnya bisnis school university. Saat ini masih dalam perencanaan, semoga bisa diluncurkan tahun ini," ujarnya.

Selain merencanakan membangun fasilitas pendidikan di superblok Podomoro City, Agung Podomoro Grup tetap akan mengintegrasikan pembangunan yang saling terintegrasi di pusat kota. "Yang pasti kami akan membangun dengan mixuse development. Mungkin ke depan akan membangun gedung pertemuan," kata Veri. (Natalia Ririh).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Konsep Hijau Jadi Andalan Mal Central Park

Posted: 09 Feb 2011 06:03 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com – Konsep bangunan hijau atau green building yang sedang tren menginspirasi pembangunan pusat perbelanjaan Central Park di Jakarta Barat. Sebuah pusat perbelanjaan yang hadir dengan taman seluas 1,5 hektar menjadi pilihan baru untuk memenuhi kebutuhan akan ruang terbuka hijau.

Central Park menjadi salah satu pilot project kami untuk sertifikasi kategori green building.

-- Veri Y Setiady

"Akhir-akhir ini kebijakan grup masuk ke konsep green building. Dengan adanya Central Park, mengambil nama Park yang berarti taman berarti itu adalah ciri kami. Central Park menjadi salah satu pilot project kami untuk sertifikasi kategori green building," kata Veri Y Setiady, Executive Central Park kepada Kompas.com, saat ditemui pekan lalu di kantor manajemen Central Park, Jakarta Barat.

Veri menuturkan dengan hadirnya taman di pusat perbelanjaan akan menjawab kebutuhan akan ruang terbuka. "Taman ini diminati oleh masyarakat perkotaan karena di Jakarta ini sudah dijumpai lagi ruang terbuka. Inilah komitmen kami terhadap lingkungan," ujarnya.

Konsep hijau dengan hadirnya ruang terbuka di taman tak semata-mata mengikuti tren. Veri mengatakan, konsep bangunan hijau di Central Park juga mematangkan penggunaan water recycle dan penggunaan pembangkit listrik tenaga gas. Dengan memaksimalkan dua hal ini, Veri menuturkan lebih menghemat energi dan mengurangi polusi. "Kami mengadaptasi kecanggihan teknologi untuk menghemat energi," katanya.

Mal Central Park dalam menjalankan operasinya tidak melulu mengandalkan pasokan listrik dari PLN, namun memanfaatkan PLTG. Pemakaian listrik dari PLN yang hanya 15 persen digunakan untuk apartemen. Sementara, pemakaian gas untuk pasokan listrik di mal, diakui Veri malahan lebih murah dan menghemat energi.

"Pemakaian listrik di mal itu tinggi sekali, dengan memakai PLTG ini malahan lebih hemat," ungkapnya. Untuk investasinya sendiri, diakui oleh Veri mengeluarkan dana yang lebih besar. "Kalau awalnya memang investasi besar, tapi kalau kita hitung biaya operasinya rendah, jadi kami bisa menghemat lebih banyak karena untuk jangka panjang," jelasnya lagi.

Kembali ke konsep taman di dalam mal, Veri menuturkan ini adalah ruang bagi segala usia untuk merasakan kenyamanan dengan kembali ke alam. "Tamannya sendiri menarik, konsepnya bukan sekedar taman saja, tapi di taman itu orang bisa melakukan berbagai macam kegiatan, seperti acara kompetisi foto, tahun baru China, Natal, foto pernikahan, acara sepeda, bahkan konser saja bisa," selorohnya.

Untuk perbelanjaannya, di dalam mal Central Park menghadirkan anchor tenant seperti Sogo dengan luas 22.000 meter persegi dengan 4 lantai, Carrefour dengan luas 10.000 meter persegi, blitzmegaplex dengan 10 auditorium dan total kapasitas 1.905 kursi.

Kesepuluh auditorium ini terdiri dari delapan auditorium regular yang memiliki daya tampung 172 kursi hingga 393 kursi.

Blitzmegaplex Central Park memiliki Velvet Suite di mana konsumen diberi, tidak hanya satu sofa-bed, tetapi juga penambahan sofa yang nyaman sehingga konsumen dapat mengajak dua orang anggota keluarga dengan kenyamanan yang tetap ekslusif.

Central Park juga menghadirkan Toko Buku Gramedia terbesar di Indonesia yang berkapasitas 60.000 orang. Tenant lainnya seperti Celebrity Fitness, Fun World dan Best Denki. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Indomaret dan Alfamart Buka 800 Gerai Baru

Posted: 09 Feb 2011 05:31 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis ritel kelas minimarket makin tumbuh subur. Para pebisnis ritel semakin gencar menambah gerainya. Tahun ini, pewaralaba ritel Indomaret dan Alfamart menargetkan penambahan gerai baru masing-masing 800 gerai.

Wiwiek Yusuf, Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama, pemilik merek Indomaret, mengatakan, 800 gerai baru tersebut akan dibuka di Palembang, Sumatera Selatan; Cirebon, Jawa Barat; dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ini, jumlah gerai Indomaret mencapai 4.955 gerai dan diharapkan bisa menjadi 5.755 gerai sampai akhir tahun nanti. "Selama Januari sudah berdiri 50 gerai," kata Wiwiek di Jakarta, Selasa (8/2).

Dalam menjalankan bisnisnya itu, Indomaret tidak sendirian. Mereka memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berminat menjadi mitra usaha melalui sistem waralaba. "Komposisi waralaba kami tahun lalu sebesar 38 persen," kata Wiwiek. Sampai akhir tahun nanti, Indomaret menargetkan komposisi waralaba meningkat menjadi 42 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Indomaret akan mengucurkan belanja investasi senilai Rp 400 miliar. Selain membangun gerai baru, Indomaret akan menggunakannya untuk menambah tiga kantor cabang dari 13 cabang yang sudah berdiri. Cabang baru yang akan berdiri tahun 2011 itu berada di Sumatra Selatan, Cirebon dan Makassar. Setiap kantor cabang akan membawahi sekitar 300 gerai.

Saat ini, tiap gerai Indomaret mampu mencetak pendapatan sekitar Rp 10 juta per hari. Jika penghasilan ini dikalikan dengan 4.955 gerai milik Indomaret, maka pendapatan seluruh gerai Indomaret itu bisa mencapai Rp 49,55 miliar per hari.

Langkah ekspansi juga dilakukan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pemilik merek Alfamart. Manager Direktur Alfamart Pujianto mengatakan, tahun ini pihaknya akan menambah 800 gerai dari 4800 gerai yang sudah berdiri di Indonesia. "Kami juga merencanakan menambah cabang di Sumatra Selatan dan daerah lainnya," kata Pujianto.

Soal pendapatan, Alfamart memasang target pertumbuhan 15 persen - 20 persen. Untuk mengejar target pertumbuhan tersebut, Pujianto berharap pemerintah daerah mau mempermudah proses perizinan. "Pemerintah daerah semestinya tidak mempersulit perizinan pendirian," harapnya. (Evilin Falanta/Yudo Widiyanto/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar