Sabtu, 05 Februari 2011

Rumah Idaman “BTN Berjanji Tak Naikkan Bunga Kredit” plus 2 more

Rumah Idaman “BTN Berjanji Tak Naikkan Bunga Kredit” plus 2 more


BTN Berjanji Tak Naikkan Bunga Kredit

Posted: 05 Feb 2011 04:23 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com  - Jajaran manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjanjikan untuk tidak akan menaikkan bunga kredit termasuk bunga yang mendapat fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Kalau dari hitung-hitungan kami sepertinya belum perlu menaikkan bunga kredi.

-- Iqbal Latanro

"Kalau dari hitung-hitungan kami sepertinya belum perlu menaikkan bunga kredit," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro saat ditemui wartawan usai membuka pameran rumah yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Sabtu.

Iqbal mengatakan, perbankan biasanya tidak langsung merespon kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi sekitar 6,75 persen. "Tergantung kepada cost of fund (biaya dana), kalau memang bisa efisien sepertinya tidak perlu untuk menaikkan bunga kredit," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, akan tetapi pihaknya tetap akan mencermati kebijakan BI tersebut, di antaranya dengan mengkaji perkembangan yang terjadi pada saat ini. Iqbal memahami kebijakan BI dilandaskan untuk menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sedangkan menurut Direktur BTN, Saut Pardede, untuk bunga FLPP mengingat 40 persen merupakan dana pemerintah dengan bunga tetap, sepertinya saat ini belum perlu untuk naik. "Apalagi sebagian dana kredit BTN saat ini ditutup dari hasil penerbitan obligasi tahun 2010 lalu dengan bunga yang dapat dikendalikan," ujar dia.

Purwadi mengatakan, kalau melihat biaya dana (cost of fund) tahun 2009 BTN sebenarnya lebih efisien dibandingkan dengan bank-bank penyalur KPR/ KPA lainnya. "Ini yang menjadi pegangan saat ini untuk tidak perlu menaikkan bunga kredit pada tahun 2011," ujar dia.

"Bisa dilihat pada Net Internest Margin (NIM) per 30 September 2010 sebesar 5,72 persen, meski naik dibanding tahun 2009 sebesar 4,29 persen. Tetapi masih lebih kompetitif dibanding bank lain," kata Purwadi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Menpera: Adjie Massaid Pejuang Perumahan Rakyat

Posted: 05 Feb 2011 03:07 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa menyatakan Kemenpera dan dirinya secara pribadi turut berduka cita atas wafatnya anggota Komisi V DPR RI Adjie Massaid akibat serangan jantung. Oleh karena itu, baik Kemenpera maupun dirinya secara pribadi merasa kehilangan sosok seorang Adjie Massaid yang merupakan salah satu pejuang kebijakan perumahan rakyat di Indonesia.

Adjie Massaid merupakan salah satu anggota Komisi V DPR RI yang secara aktif turut memperjuangankan revisi UU Perumahan dan Permukiman menjadi UU Perumahan dan Kawasan Permukiman.

-- Suharso Monoarfa

"Almarhum Adjie Massaid adalah seorang pejuang perumahan rakyat di Indonesia," ujar Suharso Monoarfa di sela-sela sambutannya pada pembukaan BTN Property Expo 2011 di Jakarta, Sabtu (5/1).

Suharso Monoarfa menjelaskan, almarhum Adjie Massaid merupakan salah satu anggota Komisi V DPR RI yang secara aktif turut memperjuangankan revisi UU Perumahan dan Permukiman menjadi UU Perumahan dan Kawasan Permukiman. UU No 1 Tahun 2011 tersebut merupakan salah satu UU yang menjadi inisiatif DPR yang diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas khususnya dalam pengembangan program perumahan di Indonesia.

Suharso menambahkan, dengan adanya berbagai masukan dari anggota Komisi V DPR RI dan pemerintah dalam membahas UU tersebut, akhirnya pembahasan UU Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut dapat selesai dalam jangka waktu yang relative singkat yakni sekitar tiga bulan. UU Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut akhirnya disahkan oleh DPR pada tanggal 17 Desember 2010 lalu.

Dalam proses pembahasannya, ungkap Suharso, dirinya kembali mengingat-ingat akan gigihnya seorang Adjie Massaid dalam memberikan masukan serta menunjukkan kepeduliannya akan masalah perumahan di Indonesia khususnya dalam penanganan kawasan kumuh. Adjie Massaid bahkan pernah mengusulkan adanya bab khusus mengenai kawasan kumuh dalam UU tersebut.

"Saya berharap keluarga yang ditinggalkan khususnya isteri almarhum yakni Angelina Sondakh tetap tabah menghadapi cobaan ini," harapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi V DPR RI Adjie Massaid dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Sabtu 5 Februari 2011. Suami dari Angelina Sondakh ini meninggal dunia pukul 00.00 WIB di Unit Gawat Darurat RS Fatmawati. Pemilik nama lengkap Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid ini lahir di Jakarta, 7 Agustus 1967 silam. Memulai karir sebagai model, Adjie akhirnya terjun ke dunia politik. Ia adalah anggota DPR-RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat.

Adjie menikah dengan penyanyi Reza Artamevia tanggal 9 Februari 1999. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 2 orang anak bernama Zahwa dan Aaliya. Pasangan ini bercerai pada 17 Januari 2005.

Selanjutnya, Adjie menjalin hubungan dengan Angelina Sondakh, mantan Puteri Indonesia yang juga anggota DPR-RI untuk Partai Golkar (pada periode 2009-2014 untuk Partai Demokrat). Keduanya menikah 29 April 2009.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

BTN Gelar Property Expo 2011 Sembilan Hari

Posted: 05 Feb 2011 02:40 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Tabungan Negara menggelar BTN Property Expo 2011 selama 9 hari dimulai hari Sabtu (5/2/2011). Pameran yang menampilkan berbagai jenis rumah ini merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-61 Bank BTN.

Pameran ini menampilkan berbagai tipe rumah, dari mewah, menengah dan bersubsidi dengan lokasi di Jabodetabek, Bandung, Banjarmasin, Cikampek, Karawang, Serang, Cilegon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Samarinda, Banjarmasin, Medan, Batam

Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di Jakarta Convention Center. Dalam sambutannya, Menpera Suharso Monoarfa menyambut baik digelarnya pameran properti yang diadakan Bank Tabungan Negara (BTN). Suharso mengatakan pameran ini menunjukkan adanya permintaan pasar untuk masyarakat yang tidak memiliki kapasitas namun memiliki kemampuan bankable.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN, Iqbal Latanro mengatakan penyelenggaraan BTN Property Expo 2011 ini merupakan revitalisasi dari corporate positioning bank BTN sebagai pelopor KPR di Indonesia.

"Dengan pameran yang diselenggarakan pada awal tahun ini, Bank BTN berharap dapat meningkatkan volume bisnisnya di kuartal pertama tahun 2011. Lewat pameran ini, kami juga hendak memperlihatkan kepada masyarakat, Bank BTN tidak hanya menekuni market subsidi, namun juga market komersial," kata Iqbal.

Dalam pameran ini, sebanyak 83 developer ikut berpameran, 30 di antaranya dari market developer FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan sisanya komersial yang mencakup segmen pasar menengah ke atas.

Pameran ini menampilkan berbagai jenis tipe rumah, dari mewah, menengah dan bersubsidi dengan lokasi di Jabodetabek, Bandung, Banjarmasin, Cikampek, Karawang, Serang, Cilegon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Samarinda, Banjarmasin, Medan, dan Batam.

Bagi pengunjung pameran, Bank BTN menawarkan berbagai kemudahan bagi pengunjung yang mengajukan permohonan KPR dan KPA. Kemudahan tersebut dengan pemberian suku bunga sebesar 6,1 persen fixed selama satu tahun, uang muka minimal 10 persen dari harga rumah, bebas biaya administrasi biaya provisi 0,5 persen, dan premi asuransi 61 persen dari premi normal.

Calon debitur juga akan mendapatkan persetujuan langsing atas permohonan kreditnya dan melakukan akad kredit di lokasi pameran. Pengunjung yang memanfaatkan fasilitas KPR dan KPA selama pameran, berkesempatan meraih hadiah ratusan juta dalam bentuk tabungan BTN. (Natalia Ririh)  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar