Kamis, 10 Februari 2011

Rumah Idaman “Sinarmas Land Sasar Hunian di Kota Satelit” plus 2 more

Rumah Idaman “Sinarmas Land Sasar Hunian di Kota Satelit” plus 2 more


Sinarmas Land Sasar Hunian di Kota Satelit

Posted: 11 Feb 2011 03:39 AM PST

[fivefilters.org: unable to retrieve full-text content]

Sinarmas Land membangun kawasan hunian dengan membidik kota-kota satelit.

Penjualan Rumah di Citra Grand City Palembang Melesat

Posted: 11 Feb 2011 01:20 AM PST

PALEMBANG, KOMPAS.com – Penjualan rumah menengah atas di Citra Grand City Palembang yang dibangun Grup Ciputra  melesat. Sejak dibuka tahun 2008, penjualan rumah sudah mencapai 690 unit di empat klaster dan empat kawasan komersial di lahan 40 hektar. Luas lahan seluruhnya Citra Grand City 200 hektar di kawasan Alang-alang Lebar, sekitar 12 km darim pusat kota Palembang.

Sales Manager Citra Grand City Palembang Aruna Hidayat yang ditemui Kompas.com di kantor pemasaran Kamis sore menjelaskan, saat ini pengembang Ciputra membangun waterpark seluas 5 hektar di Citra Grand City. Ini akan menjadi waterpark terluas di Pulau Sumatera. Waterpark yang memiliki tujuh wahana permainan ini akan dibuka Agustus 2011 mendatang.

Dari 690 unit yang sudah dan sedang dibangun, 400 unit di antaranya sudah terjual habis. Jumlah keluarga yang menempati perumahan baru ini sampai Januari 2011 tercatat 75 KK.

Menurut Aruna, penjualan rumah di Citra Grand City ini termasuk luar biasa. Harga rumah yang dibangun Grup Ciputra di Palembang mulai dari harga Rp 350 jyta (untuk ukuran 96/41) sampai harga Rp 4 miliar (500/349). Pembeli rumah-rumah ini, 75 persen masyarakat Palembang, dan sisanya dari daerah sekitar Kota Palembang.

"Ini membuktikan bahwa Palembang cocok sebagai tempat berinvestasi. Banyak anak muda kelahiran Palembang yang sebelumnya bersekolah di Jakarta dan di luar negeri, mau balik kampong, tinggal di Palembang. Mereka yang mendambakan kenyamanan yang sama dengan Jakarta dan luar negeri, memilih rumah-rumah di Citra Grand City," jelasnya.

Menjelang SEA Games November 2011, penjualan rumah yang dibangun pengembang Ciputra makin laris manis. Nilai investasi rumah di Citra Grand City, kata Aruna, meningkat 20 persen setiap tahun. Kawasan ini akan dilengkapi dengan sekolah, pusat bisnis, rumah sakit, pusat gaya hidup.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

REI Harapkan Peraturan Kepemilikan Properti Selesai 2011

Posted: 11 Feb 2011 01:01 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Real Estat Indonesia Setyo Maharso mengharapkan peraturan pemerintah dan peraturan menteri tentang kepemilikan properti oleh warga negara asing segera selesai pada semester I tahun 2011.

"Kami berharap mudah-mudahan peraturan menteri dan peraturan pemerintah semester I tahun ini segera selesai," kata Setyo kepada wartawan, seusai talkshow bertajuk "Proyeksi Masa Depan Kepemilikan Properti oleh WNA" di Jakarta Convention Center, Kamis (10/1/2011).

Menanggapi tudingan bahwa properti akan dikuasai sepenuhnya oleh pihak asing, Setyo menepis hal tersebut karena akan ada pembatasan yang mengatur kepemilikan oleh pihak asing. Real Estat Indonesia (REI) telah mengajukan empat hal terkait dengan kepemilikan properti oleh pihak asing kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Perumahan Rakyat. "Kami mengajukan empat usulan, yaitu masalah aturan tenggat, pembatasan harga, pembatasan persentase kepemilikan per unit, dan wilayah," katanya.

Mengenai aturan tenggat bagi warga negara asing (WNA) memiliki properti, REI mengusulkan masa paling lama seperti negara-negara lain. "Kami mengusulkan 90 tahun, masa paling lama seperti di Malaysia atau Singapura. Namun berapa tahun disetujuinya oleh pemerintah, kami masih menunggu," ujarnya.

Mengenai pembatasan harga untuk pembelian apartemen oleh pihak asing, Setyo mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan Rp 1 miliar. Wilayah kepemilikan juga diusulkan di kota-kota besar, seperti Jakarta, Denpasar, Makassar, Medan, dan Palembang.

Ditanya mengenai kesiapan pengembang di Indonesia menyambut kepemilikan properti oleh pihak asing, Setyo mengaku siap. "Sudah 15 tahun kami memperjuangkan ini. Kami tentu sudah siap," ucapnya. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar