Kamis, 17 Februari 2011

Rumah Idaman “DHL Investasi Gudang dan Perkantoran 30 Juta Euro” plus 2 more

Rumah Idaman “DHL Investasi Gudang dan Perkantoran 30 Juta Euro” plus 2 more


DHL Investasi Gudang dan Perkantoran 30 Juta Euro

Posted: 18 Feb 2011 04:15 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Memandang Indonesia sebagai kawasan dengan potensi pasar yang baik, DHL Supply Chain, perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan ekspres dan industri logistik akan menyalurkan investasi sebanyak 20 - 30 Juta Euro untuk pembangunan gudang dan kompleks perkantoran.

"Meskipun kami telah mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat baik selama lima tahun terakhir, kami yakin bahwa peluang DHL Supply Chain untuk pertumbuhan yang kuat dan berkesinambungan di masa mendatang justru akan jauh lebih baik. Dalam dua tahun ke depan, kami akan menginvestasikan antara 20 - 30 juta euro untuk pembangunan gudang dan perkantoran di Indonesia," kata Abdul Rahim Tahir, Managing Director DHL Supply Chain Indonesia, di Jakarta, Kamis (17/2/2011).

Investasi yang akan dilakukan oleh DHL Supply Chain, kata Tahir, dengan membuka sembilan lokasi logistik suku cadang di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Sembilan lokasi ini, termasuk di dalamnya rencana pembukaan gudang multi user yang berlokasi di Cililitan, Jakarta Timur.

Gudang baru di Cililitan direncanakan seluas 10.000 meter persegi, dan akan menambah total luas gedung dan perkantoran DHL Supply Chain menjadi lebih dari 140.000 meter persegi. Gudang di Cililitan ini dirasa penting bagi industri, karena akan menjadi benchmarck untuk fasilitas pergudangan.

Fasilitas ini juga menerapkan standar baru gedung ramah lingkungan, dengan 35 persen total luas fasilitas pergudangan akan dijadikan lahan penghijauan dan resapan air.

DHL Supply Chain pertama kali beroperasi di Indonesia pada tahun 2003. DHL telah memposisikan diri sebagai salah satu pemain penting dalam hal penyediaan layanan 3PL (Third Party Logistics), khususnya bagi perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, konsumen, ritel/fashion, dan teknologi. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

DHL Bangun Gedung Multiuser Rp 36,5 Miliar

Posted: 18 Feb 2011 04:03 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan layanan ekspres dan logistik tekemuka, DHL, membangun sebuah gedung multi user seluas 10.000 meter persegi yang bernilai Rp 36,5 Miliar. Gedung divisi Supply Chain ini akan berlokasi di Cililitan, Jakarta Timur.

Gudang untuk fasilitas built to suit ini dirancang khusus untuk pelanggan DHL Supply Chain di sektor otomotif dan teknologi. Dimana gudang ini untuk menggabungkan sarana penanganan barang terbaik yang mendukung proses pemesanan barang masuk maupun keluar.

Gudang ini juga akan didukung komputerisasi sistem manajemen pergudangan yang menggabungkan proses kegiatan pemesanan ke dalam kegiatan operasional gudang demi kepentingan visibilitas dan pelacakan pengiriman barang pelanggan secara lengkap.

Pemilihan lokasi gudang di Cililitan dirasa dekat dengan akses ke wilayah pusat bisnis, dengan waktu pengiriman tidak lebih dari dua jam. Kecepatan pengiriman menjadi penting bagi DHL, karena kebutuhan pelanggan di sektor otomotif dan teknologi cukup mendesak dan berkesinambungan.

Fasilitas baru ini juga akan berfungsi sebagai pusat distribusi internasional untuk mendukung jaringan forward stock locations (FSL) DHL Supply Chain di seluruh Indonesia. Pembangunan Gudang sendiri dijadwalkan akan rampung pada bulan November 2011.

Pembangunan fasilitas ini dimulai dengan peletakkan batu pertama oleh CEO DHL Supply Chain, South & Southeast Asia, Oscar de Bok dan Managing Director DHL Supply Chain Indonesia, Abdul Rahim Tahir, pada Kamis (17/2/2011).

"Indonesia merupakan komponen penting dari strategi pengembangan bisnis DHL di Asia Pasifik. Pasar di kawasan ini menunjukkan pertumbuhan kuat dan seiring dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang kian membaik.

DHL Supply Chain berkomitmen untuk melakukan berbagai investasi strategis yang tepat untuk mendukung bisnis pelanggan kami di Indonesia. Pembangunan fasilitas baru di Cililitan ini merupakan sebuah bentuk nyata dari komitmen tersebut." ujar de Bok. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Saatnya Pengelola Gedung Beralih ke "Green Building"

Posted: 17 Feb 2011 01:15 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan diterbitkannya peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Bangunan Hijau atau green building menjadi momentum yang tepat bagi pengelola gedung untuk beralih ke konsep ini.

"Pengelola gedung harus cerdik mengatasi biaya operasional gedung dan manajemen gedung itu juga perlu mulai peduli bagaimana caranya mengelola gedung supaya lebih hemat," kata Irwan Sendjaja, Ketua Umum Asosiasi Manajemen Properti Indonesia (Ampri) kepada wartawan di Citywalk Function Hall, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

Irwan mengatakan biaya operasional gedung yang semakin hari semakin mahal, dapat diatasi dengan menerapkan konsep green building. "Dari tahun ke tahun pengelola gedung menghadapi biaya operasional yang semakin naik. Biaya operasional naik akan mengakibatkan profit semakin mengecil. Dengan penerapan konsep green building akan menghemat biaya operasional gedung," ujarnya.

Dengan konsep green building, kata Irwan, tujuannya adalah penghematan energi dan terutama kepedulian terhadap lingkungan. "Misalnya untuk gedung yang sebagian disewa dan dijual, penyewa akan merasa diuntungkan dengan biaya operasional lebih murah untuk listrik. Pengelola bisa menghemat 20-30 persen per bulannya," paparnya.

Namun, diakui oleh Irwan, kendala belum banyaknya pengelola gedung beralih ke konsep green building karena investasi yang besar. "Ini terutama untuk gedung-gedung lama. Karena saat gedung sudah beroperasi biayanya sudah fixed, untuk investasi ke green building susah," ujarnya.

"Kalau untuk gedung baru dengan investasi 5-10 persen memang tidak signifikan, jadi relatif lebih mudah, tetapi tinggal kepedulian pengelolanya," kata Irwan. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar