Senin, 21 Februari 2011

Rumah Idaman “Jalan Tembus Rasuna Epicentrum-Casablanca Beroperasi” plus 2 more

Rumah Idaman “Jalan Tembus Rasuna Epicentrum-Casablanca Beroperasi” plus 2 more


Jalan Tembus Rasuna Epicentrum-Casablanca Beroperasi

Posted: 22 Feb 2011 05:35 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang megasuperblok Rasuna Epicentrum, PT. Bakrie Swasakti Utama, yang merupakan anak perusahaan PT. Bakrieland Development, Tbk resmi membuka akses jalan tembus yang menghubungkan Rasuna Epicentrum menuju Casablanca.

"Akses ini merupakan bentuk komitmen Rasuna Epicentrum dalam mendukung pemerintah kota mengatasi kemacetan di Jakarta," kata Agus J Alwie, Managing Director/ CEO PT. Bakrie Swasakti Utama Unit usaha City Property PT. Bakrieland Development, Tbk kepada wartawan di Rasuna Epicentrum Jakarta Selatan, Selasa (22/2/2011).

Agus mengatakan, dibangunnya jalan tembus yang menghubungkan Jalan HR Rasuna Said menuju Casablanca dapat mengurangi beban kemacetan di Jalan HR Rasuna Epicentrum mencapai 30 persen. Jalan tembus ini memiliki panjang 600 meter dengan lebar 12 meter.

Sementara, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, dengan dibukanya akses jalan alternatif ini dapat menghindari kemacetan yang selama ini terjadi di Jalan Rasuna Said. "Jalan alternatif ini juga untuk akses yang dapat dilalui publik, saat pembangunan tiang pancang proyek jalan non tol Kampung Melayu - Tanah Abang," ujarnya.

Ery menyambut baik kerelaan pengembang Rasuna Epicentrum yang bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta dalam pembangunan jalan tembus sebagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

"Ke depan, kami akan meminta pengembang lain menyerahkan tanah untuk akses jalan tembus, di Jalan Denpasar yang menghubungkan Jalan Satrio dan Rasuna Said. Juga Jalan Abdul Jalil yang menghubungkan Jalan Kyai Haji Mas Mansyur dan Sudirman," kata Ery. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

15 Ruas Tol di Jatim Dalam 20 Tahun

Posted: 22 Feb 2011 04:15 AM PST

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah bakal membangun 15 ruas jalan tol di Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu 20 tahun.  "Rencana itu tertuang dalam draf Raperda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Jatim periode 2009-2029," kata Sekretaris Pansus Raperda RTRW DPRD Jatim Irwan Setiawan, di Surabaya.

Yang menjadi persoalan sampai sekarang adalah masalah pembebasan lahan.

-- Irwan Setiawan

Beberapa jalan bebas hambatan yang dibangun dalam periode itu meliputi ruas Solo (Jateng) hingga Mantingan (Jatim), Mantingan-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya, Aloha-Wonokromo-Tanjung Perak, Bandara Juanda-Tanjung Perak, Gempol-Pandaan, Pandaan-Malang, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Banyuwangi, Gresik-Tuban, dan Demak (Jateng)-Tuban (Jatim).

Proyek lainnya yang masuk dalam draf Raperda RTRW itu adalah ruas jalan tol Porong-Gempol, yang merupakan relokasi dari jalan tol yang rusak terkendala semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas.

"Yang menjadi persoalan sampai sekarang adalah masalah pembebasan lahan," kata Irwan. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dan pemerintah kabupaten/kota harus melakukan koordinasi secara intensif terkait dengan pembebasan lahan tersebut.

Pansus Raperda RTRW dalam pembahasan nanti akan meminta penjelasan kepada pihak terkait mengenai persoalan tersebut.  "Saat ini saja, pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto dan pengganti tol Porong-Gempol masih terkendala pembebasan lahan," katanya.

Sejauh ini di Jatim sudah terdapat beberapa ruas jalan bebas hambatan, yakni Surabaya?Porong, Surabaya?Gresik, Waru?Bandara Juanda, dan Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Irwan menjelaskan dalam draf Raperda RTRW termuat rencana sistem jaringan transportasi darat, laut, dan udara.

Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi tersebut dimaksudkan untuk  mengembangkan sistem transportasi yang mengintegrasikan antarpusat pengembangan, antarpulau, pendukung perdagangan ekspor komoditas unggulan, dan pembuka akses wilayah tertinggal terutama di wilayah selatan Jawa Timur dan Kepulauan Madura serta pembuka akses wilayah terisolasi di pulau-pulau kecil.

Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi darat meliputi jaringan jalan, jaringan kereta api, dan akses jalan menuju transportasi sungai, danau, dan penyeberangan.  Sistem jaringan jalan terdiri atas prasarana jalan umum yang dinyatakan dalam status, fungsi, dan sistem jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKT) Jatim, Yusuf Husni, menyatakan keprihatinannya karena pembangunan jalan tol semakin mempersempit lahan pertanian. "Lahan pertanian di Jatim mengalami penurunan hingga 40 persen setiap tahunnya. Penyebabnya adalah pembangunan infrastuktur terutama jalan tol. Kalau ini dibiarkan, maka petani akan gulung tikar," katanya.

Ia menyebutkan 3.800 hektare lahan pertanian di Jatim terkonversi menjadi lahan non-pertanian tiap tahunnya sejak 2004.  Sebagian besar adalah lahan sawah yang luasnya mencapai 2.798 hektare. Lahan pertanian itu tersebar di kawasan lumbung pangan, yakni di lembah Bengawan Solo dan kawasan Malang.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Kredit Properti Berpeluang Tumbuh 12,2 Persen

Posted: 22 Feb 2011 04:03 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Kredit properti diperkirakan bakal menjadi salah satu tulang punggung bisnis penyaluran kredit perbankan tahun ini. Bank Indonesia (BI) meramalkan kredit di sektor perumahan itu tumbuh 2,8 persen pada kuartal I-2011 dibanding kuartal IV-2010. Sampai tutup tahun nanti, kredit properti berpeluang naik 12,2 persen ketimbang tahun lalu.

Bank Indonesia meramalkan kredit di sektor perumahan itu tumbuh 2,8 persen pada kuartal I-2011 dibanding kuartal IV-2010. Sampai tutup tahun nanti, kredit properti berpeluang naik 12,2 persen ketimbang tahun lalu.

Prediksi itu berdasarkan hasil survei BI terhadap perbankan penyalur kredit properti. Perbankan yang menjadi responden ini menguasai 54,7 persen dari total pangsa pasar kredit properti.

Data BI menunjukkan, perbankan telah menyalurkan kredit properti dalam rupiah dan valuta asing (valas) Rp 240,59 triliun per akhir 2010 atau tumbuh 12,35 persen dari tahun 2009.

Komposisinya, kredit konstruksi Rp 63,2 triliun, kredit real estate Rp 37,93 triliun, serta kredit kepemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) mencapai Rp 139,45 triliun. Bila ramalan BI jitu, kredit properti akan bertambah Rp 29,35 triliun atau menjadi Rp 269,95 triliun per 31 Desember 2011.

Henry Koenaifi, Direktur PT Bank Central Asia (BCA) menjelaskan, potensi pasar yang besar akan menjadi faktor pendorong kenaikan kredit properti. Masyarakat akan membutuhkan properti sebagai tempat tinggal maupun sarana berinvestasi. "Saat ini, 60 persen penduduk Indonesia berusia produktif yang membutuhkan tempat tinggal," ujarnya, Senin (21/2).

Wakil Direktur Utama Bank BTN Evi Firmansyah juga sependapat Mengutip data kebutuhan rumah tinggal hasil perhitungan Badan Pusat Statistik, setahun Indonesia membutuhkan 8 juta unit rumah. "Sementara rata-rata supply setahun hanya 700.000-800.000 unit rumah," ujarnya.

Namun ada dua hal yang akan menganjal pertumbuhan kredit properti tahun ini. Pertama, inflasi dan kenaikan suku bunga perbankan. Hal ini menyebabkan bank menunda penyaluran kreditnya dan menunggu kejelasan.

Kedua, kisruh penarikan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh daerah. Hal ini akan menyulitkan nasabah, terutama saat melakukan balik nama dan menyertifikatkan rumah. (Roy Franedya/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar