Minggu, 06 Februari 2011

Rumah Idaman “Tangsel Bangun Lahan Parkir di Lima Stasiun KRL” plus 2 more

Rumah Idaman “Tangsel Bangun Lahan Parkir di Lima Stasiun KRL” plus 2 more


Tangsel Bangun Lahan Parkir di Lima Stasiun KRL

Posted: 07 Feb 2011 05:35 AM PST

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Selatan, Banten, sedang merencanakan pembangunan lahan parkir di lima stasiun kereta api.

Stasiun kereta api yang akan disediakan lahan parkir di antaranya Stasiun Serpong, Stasiun Rawabuntu, Stasiun Sudimara dan Stasiun Pondok Ranji

"Nantinya, pengendara roda empat dapat menitipkan kendaraannya ketika bepergian menggunakan kereta api," kata Kepala Bappeda Kota Tangsel, Edi Adolf Malounda, di Tangerang Selatan. Dia mengungkapkan, pembangunan lahan parkir juga dimaksudkan sebagai solusi menghadapi persoalan kemacetan lalu lintas. "Karena, dengan beralihnya pengguna mobil menggunakan jasa transportasi kereta api, maka akan dapat mengurangi jumlah kendaraan yang beredar di jalanan," ujar dia.

Stasiun kereta api yang akan disediakan lahan parkir di antaranya Stasiun Serpong, Stasiun Rawabuntu, Stasiun Sudimara dan Stasiun Pondok Ranji.  "Meski saat ini masih dilakukan pembahasan, tetapi kami harapkan dapat direalisasikan," katanya.

Rencana ini pun seirama dengan rancangan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten dan Kota Tangsel soal pembangunan monorel sepanjang 28 kilometer menuju Bandara Soekarno Hatta.

Stasiun monorel ini akan terintegrasi dari stasiun Rawa Buntu hingga ke Bandara Soekarno-Hatta. Rencananya, monorel berdiri di atas trotoar jalan yang juga akan melintasi beberapa pusat perbelanjaan yang ada di Tangsel maupun perkantoran hingga tembus ke Bandara Soekarno Hatta. "Intinya adalah mengurai kemacetan. Kita siapkan lahan parkir kendaraan di stasiun KA. Tinggal penumpang yang memilih mau ke tujuan mana," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Pengembang Diminta Bangun Rumah di Perbatasan

Posted: 07 Feb 2011 01:27 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa meminta para pengembang perumahan untuk membangun perumahan bagi masyaeakat yang tinggal di daerah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Pasalnya, hingga saat ini sekitar 22.000 kepala keluarga (KK) yang merupakan pengungsi provinsi Timor Timur yang memilih tinggal di daerah perbatasan tersebut belum tinggal di rumah yang layak huni.

Saya berharap para pengembang ke depan mampu membangun rumah dengan kualitas yang cukup baik dan tentunya dengan harga yang murah pula.

-- Suharso Monoarfa

"Saya rasa pembangunan perumahan di perbatasan juga sangat penting. Oleh karena itu saya minta para pengembang untuk silakan berinovasi serta berkiprah dalam program pembangunan perumahan di daerah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste," ujar Menpera Suharso Monoarfa kepada sejumlah wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Suharso mengungkapkan, jumlah warga eks provinsi Timor Timur, yang kini menjadi Timor Leste itu jumlahnya cukup banyak sekitar 22.000 KK. Hal itu tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah mengingat banyak tempat tinggal masyarakat yang tinggal di perbatasan belum layak huni.

Suharso menambahkan, beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat kembali dari lawatannya ke India pernah menanyakan kepada dirinya apakah ada rumah yang harganya cukup murah, sekitar 300 dollar AS di Indonesia. Sebab, saat ini kebanyakan rumah yang ada saat ini harganya cukup tinggi.

Untuk itu, Suharsono berharap para pengembang ke depan mampu membangun rumah dengan kualitas yang cukup baik dan tentunya dengan harga yang murah pula. Dalam hal ini, pihak kemenpera akan mengupayakan mendapatkan angka yang pasti mengenai harga rumah di daerah perbatasan.

"Kami tertantang untuk mampu membangun rumah di daerah perbatasan dengan harga Rp 5 juta untuk tipe 21. Tentunya dengan menggunakan bahan-bahan bangunan lokal yang ada di daerah tersebut," terangnya.

Suharso menambahkan, pihaknya akan mencoba mendemonstrasikan pembangunan rumah murah tersebut di hadapan Presiden saat berkantor di Kupang nanti. Menpera berharap bangunan rumah tersebut tidak akan roboh saat ada bencana alam. Pasalnya, daerah Kupang secara geologi memang belum terlalu matang sehingga masih rawan bencana alam.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Bank BTN Disiapkan Jadi Bank Tabungan Perumahan Nasional

Posted: 07 Feb 2011 01:22 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) ke depan akan menyiapkan Bank BTN sebagai bank pelaksana program Tabungan Perumahan Nasional. Oleh karena itu, Bank BTN diharapkan dapat segera mempersiapkan diri sebaik mungkin karena program tersebut direncanakan mulai tahun tahun depan.

Peluang Bank BTN menjadi bank pelaksana Tabungan Perumahan Nasional memang cukup besar. Hal itu dikarenakan Bank BTN memang memiliki fasilitas penunjang yang baik serta fokus terhadap pengembangan bisnis properti di Indonesia sejak lama.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa saat memberikan sambutan pada sebelum melepas bendera start kegiatan Jalan Santai Keluarga Besar Bank BTN di Menara Bank BTN, Jakarta, Minggu (6/1) pagi.

"Saya sangat senang dan bangga atas prestasi yang telah dilakukan Bank BTN selama ini. Saya harap Bank BTN ke depan bisa menjadi sebagai bank pelaksana program tabungan perumahan nasional," ujar Suharso Monoarfa. 

Menurut Suharso, memasuki usia yang ke-61 tahun, Bank BTN diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerjanya khususnya dalam membantu pemerintah dalam masalah pembiayaan perumahan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, Kemenpera akan terus memberikan dukungan kepada Bank BTN sebagai bank yang fokus terhadap bidang perumahan di Indonesia.

Suharso menuturkan, saat ini pihak Kemenpera tengah mempersiapkan draft mengenai pembahasan UU Tabungan Perumahan Nasional. UU tersebut diharapkan bisa selesai dibahas pada tahun 2012 yang akan dating. Akan tetapi, dirinya optimis program ini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat luas serta memberikan dampak postif bagi perkembangan sektor perumahan di Indonesia.

"Saya juga mengucapkan selamat kepada Bank BTN yang telah memasuki usia yang ke-61 tahun. Semoga BTN dapat lebih maju dan berkembang lagi dalam hal membantu masyarakat luas dalam pembiayaan perumahan di Indonesia," harapnya.

Suharso menerangkan, peluang Bank BTN menjadi bank pelaksana Tabungan Perumahan Nasional memang cukup besar. Hal itu dikarenakan Bank BTN memang memiliki fasilitas penunjang yang baik serta fokus terhadap pengembangan bisnis properti di Indonesia sejak lama.

Oleh karena itu, imbuh Suharso, dirinya juga mengajak para karyawan Bank BTN untuk lebih bersemangat dalam bekerja karena dengan melaksanakan program Tabungan Perumahan Nasional maka bisnis pembiayaan perumahan yang dilaksanakan akan semakin besar dan luas.

"Jika Bank BTN bisa melaksanakan program Tabungan Perumahan Nasional maka bisnis yang dilaksanakan akan semakin besar dan luas," tandasnya.(KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar