Jumat, 25 Februari 2011

Rumah Idaman “Imelda S: Grup Sun Akusisi Dua Perumahan dan Bangun Hotel Baru” plus 2 more

Rumah Idaman “Imelda S: Grup Sun Akusisi Dua Perumahan dan Bangun Hotel Baru” plus 2 more


Imelda S: Grup Sun Akusisi Dua Perumahan dan Bangun Hotel Baru

Posted: 26 Feb 2011 05:50 AM PST

KUTA, KOMPAS.com - Pemilik Grup Sun Motor Imelda Sundoro menyatakan, perusahaannya baru saja mengakuisisi dua perumahan di Yogyakarta dan sedang membangun sedikitnya lima hotel baru di sejumlah kota.

Bagaimana ekspansi bisnis pengusaha Imelda Sundoro dengan grup Sun Motornya saat ini? Berikut ini wawancara Robert Adhi Kusumaputra dari Properti.Kompas.com dengan pemilik Grup Sun Motor Imelda Sundoro di sela-sela acara ground breaking kondotel The Sun Heritage di Kuta, Bali, Sabtu (26/2/11).

Anda baru saja mengakusisi dua perumahan di Jogja. Perumahan apa saja?

Dua perumahan yang baru diakuisisi adalah Jogja Residence seluas 5 hektar dan Kusuma Raffles juga seluas 5 hektar. Saya masih menjajaki kerja sama dengan pengembang lain untuk membangun dua perumahan di Jogja tersebut.

Anda juga merambah Bali dengan membangun sejumlah hoteltermasuk, kondotel The Sun Heritage ini. Hotel apa saja?
Di Bali, saya sudah memiliki empat hotel pribadi yang dikelola jaringan Accor dari Perancis, yaitu All Seasons di Jalan Teuku Umar yang beroperasi pertengahan tahun 2011, Ibis Kuta di Jalan Tuban yang beroperasi tahun 2011, Formule-1 di Jalan Sunset Boulevard, dan Ibis Seminyak yang beroperasi tahun 2012.

Selain empat hotel milik sendiri ini, saya bermitra dengan Grup Gapuraprima membangun kondotel The Sun Heritage di Kuta Bali. Ini kerja sama kami kedua setelah sebelumnya Grup Sun Motor bekerja sama dengan grup Gapuraprima membangun kondotel Solo Paragon.

Kondotel Solo Paragon sukses ya Bu?
Kondotel Solo Paragon sukses karena semua sudah terjual habis. Sebagian besar pembelinya dari Surakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta. Sukses di Solo Paragon inilah, saya kemudian bermitra kembali dengan grup Gapuraprima, membangun kondotel The Sun Heritage. Kondotel ini dibangun di lahan seluas 5.000 m2 yang dibeli dari saya.

Saya kan agen mobil dan sejak dulu suka membeli tanah di lokasi strategis karena saya berencana membangun showroom di pusat kota. Tanah di Sunroad Kuta ini pun sebelumnya direncanakan untuk showroom, tapi setelah dibeli untuk kondotel The Sun Heritage, showroom Sun Motor dipindah ke Jalan Gatot Subroto di Bali.

Saya dikenal sebagai agen mobil Sun Motor. Jumlah showroom Sun Motor tersebar di banyak kota di Indonesia dan jumlahnya mencapai 400-an. Setelah itu saya masuk dalam bisnis properti dan perhotelan.

Properti Anda di Jawa Tengah relatif banyak. Di mana saja?
Di Solo, saya memiliki hotel-hotel Novotel dan Ibis yang dikelola jaringan Accor, dan Best Western yang dkelola jaringan Best Western. Saya juga pemegang saham superblok Solo Paragon di mana di dalamnya terdapat apartemen, kondotel, pusat perbelanjaan, yang seluruhnya beroperasi tahun 2012 ini.

Di Semarang, saya pemilik Novotel Semarang dan Formule-1 yang dibangun di Jalan Pierre Tendean. Sedangkan di Jogja, saya memiliki Hotel Phoenix (dulu Grand Mercure) yang juga dikelola Accor. Di Jogja, hotel bintang dua Formule-1 sedang dibangun di Jalan Solo, sebelah bioskop 21. Di Jakarta, saya juga memiliki Hotel Formule-1 di Jalan Daan Mogot.

Anda juga bekerja sama dengan pengembang lain membangun perumahan. Mengapa?

Saya bekerja sama dengan pengembang Ciputra, membangun perumahan Bukit Sari Residence Semarang seluas 25 hektar. Saya memang lebih suka bekerja sama dengan pengembang lain supaya tidak terlalu repot.

Mengapa Anda terjun ke bisnis properti dan perhotelan?
Saya ingin melakukan diversifikasi usaha dari sebelumnya agen mobil dan motor Sun Motor, jadi pengusaha hotel dan properti.

Usia Anda sudah lebih 70 tahun tapi masih aktif menjalankan usaha bisnis. Apa rahasianya?
Saya mencintai pekerjaan. Saya ini senang bekerja, senang repot. Bagi saya, bekerja itu hiburan, bukan penderitaan. Suami saya setahun yang lalu meninggal dunia. Untuk memperingati satu tahun meninggalnya suami, saya membangun poliklinik di Solo, khusus untuk membantu orang-orang tak mampu.

Apakah Anda melibatkan anak-anaknya dalam bisnis otomotif dan properti?

Putri saya Lisa sibuk di bisnis otomotif dengan merk Mitsubishi, sedangan Hartono di Indomobil, Ade di wilayah Jawa timur, dan Jeffrey pegang wilayah Jawa Tengah. Putra saya Hartono dan Jeffrey juga membantu saya dalam bisnis properti dan perhotelan.

Apa rahasia sukses Anda dalam berbisnis?
Yang terutama adalah punya strategi yang tertuang dalam visi dan misi, dan semangat bekerja, pantang mundur, tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, dan punya integritas agar dipercaya. Dan yang juga penting adalah tidak menyakiti orang lain dan tidak membuat susah orang lain.

Saya harus memiliki keseimbangan antara EQ dan IQ sehingga saat bertemu beragam orang pun,  saya bisa bergaul dengan mudah. Kalau EQ saya rendah, tak ada mitra yang mau join sama saya. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Pengembang Lirik Potensi Properti Karawang

Posted: 26 Feb 2011 04:32 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah wilayah Bekasi sebagai salah satu kota satelit ibukota Jakarta dipenuhi dengan hunian, pengembang melihat potensi hunian baru di Karawang, Jawa Barat.

Hunian baru APL di Karawang akan diberi nama Grand Taruma dengan luas tanah 40 hektar. Rencananya sebelum bulan Juni 2011, hunian ini akan diluncurkan. Grand Taruma adalah satu dari tiga proyek properti yang diakusisi APL pasca IPO pada awal November 2010

Salah satu pengembang yang akan tertarik membangun di Karawang untuk hunian landed adalah PT. Agung Podomoro Land, Tbk (APL). Menurut Sekretaris Perusahaan, Prisca Batubara, pemilihan lokasi di Karawang bukan tanpa alasan. Kota ini dipandang potensial karena berkembang pesat sebagai kawasan industri.

"Tahun 2010, di karawang itu pertumbuhan ekonominya mencapai 6,9 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mencapai angka 6,1 persen. Ini salah satu indikator kami melihat potensi Karawang untuk hunian," kata Prisca kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Prisca mengatakan dengan tinggal di Karawang jarak yang harus ditempuh seseorang memang lebih lama, namun waktu sampainya akan lebih cepat. "Bekasi sudah penuh hunian, di Karawang belum. Tapi kita bisa dapat keuntungan dari infrastruktur di Bekasi," ujarnya.

Hunian baru APL di Karawang akan diberi nama Grand Taruma dengan luas tanah 40 hektar. Rencananya sebelum bulan Juni 2011, hunian ini akan diluncurkan. Grand Taruma adalah satu dari tiga proyek properti yang diakusisi APL pasca IPO pada awal November 2010 lalu. Dua proye lainnya adalah Green Lake di Sunter dan Green Permaata Residence di lujami.

Alasan pengembang membangun hunian di Karawang sebagai kawasan industri cukup jitu. Menurut data yang dikeluarkan Cushman dan Wakefield, pada kuartal IV tahun 2010 di kawasan ini bersama Bekasi dan Purwakarta mampu menyerap 90 persen penjualan tanah industri. Permintaan industri antara lain berasal dari industri kendaraan bermotor dan baja. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Gapuraprima Bangun Kondotel di Kuta Bali

Posted: 25 Feb 2011 09:56 PM PST

KUTA, KOMPAS.com — Pengembang Grup Gapuraprima, bermitra dengan Grup Sun, membangun kondotel The Sun Heritage berlantai lima di Sunset Road Kuta, Bali.

Sampai akhir Februari 2011, dari 260 unit yang dipasarkan, 30 persen di antaranya sudah terjual. Pembelinya sebagian besar investor Jakarta dan Surabaya.

-- Andy Candra

Pemancangan tiang pembangunan kondotel The Sun Heritage ini dilakukan pada Sabtu (26/2/2011) pagi ini serta dihadiri Presiden Direktur Grup Gapuraprima Rudy Margono dan pemilik Grup Sun, Imelda Sundoro. Kondotel yang akan dikelola Best Western Premiere ini dijadwalkan selesai dibangun pada akhir tahun 2011.

Direktur Operasi PT Sun Heritage Gapuraprima Andy Candra dalam percakapan dengan Kompas.com, Jumat (25/2/2011) malam, mengungkapkan, kondotel yang terdiri dari 260 unit ini dibangun di lahan seluas 5.000 meter persegi.

"Ini merupakan kondominium yang dioperasikan sebagai hotel," ungkap Andy. Dari luas 5.000 meter persegi tersebut, bangunan hanya 40 persen, selebihnya ruang hijau terbuka, taman, dan tempat parkir.

Mengapa memilih kondotel? Menurut Andy, di Bali, pemerintah setempat melarang pembangunan apartemen untuk memaksimalkan pendapatan pajak.

"Kondotel memang hotel biasa pada umumnya. Namun, kepemilikan tiap kamar berbeda-beda. Jadi, kondotel dioperasikan sebagai hotel, tetapi pemiliknya berbeda, dan dioperasikan bersama. Jadi, owner yang unitnya sering kosong akan tetap mendapatkan pemasukan karena perolehan pendapatan di-pool," papar And Candra.

Menurut Andy, pembangunan kondotel harus melihat lokasi, dan Kuta merupakan lokasi strategis untuk kondotel. "Kuta yang ramai merupakan daya tarik bagi turis lokal dan Asia. Sejak bom Bali, jumlah turis lokal dan Asia meningkat 200 persen, bukan hanya untuk berwisata, melainkan juga untuk urusan MICE. Lokasinya strategis karena mereka yang ingin ke Kuta, Sanur, Seminyak, dan Nusa Dua gampang," urai Andy.

Kondotel The Sun Heritage memiliki beragam tipe dan harga. Untuk tipe studio seluas 30 meter persegi, harga yang dijual Rp 900 juta, lalu unit seluas 60 meter persegi Rp 1,8 miliar, dan unit 90 meter persegi Rp 2,7 miliar. Unit terluas, Penthouse, seluas 200 meter persegi, dijual dengan harga Rp 6 miliar.

Pembeli kondotel ini, kata Andy, untuk dua tahun pertama mendapatkan garansi pendapatan 10 persen setahun dari harga beli. Setelah itu, pendapatan yang diperoleh floating. Andy memprediksi, pemilik kondotel akan memperoleh pemasukan 15 persen dari harga beli setahun. Dalam 8 tahun, pemilik sudah mencapai titik impas.

Setelah itu pemilik kondotel tinggal memetik keuntungan. Harga sewa untuk tipe studio 30 meter persegi sekitar Rp 1 juta per malam. Fasilitasnya, selain dua kolam renang, juga fasilitas kebugaran dan fasilitas bintang lima pada umumnya.

Kondotel ini dibangun di lahan berstatus hak guna bangun (HGB) murni. Ini merupakan nilai tambah bagi para pembeli. "Sampai akhir Februari 2011, dari 260 unit yang dipasarkan, 30 persen di antaranya sudah terjual. Pembelinya sebagian besar investor Jakarta dan Surabaya," kata Andy Candra.

Sebelumnya, Presiden Direktur Grup Gapuraprima Rudy Margono mengatakan, saat ini perusahaan yang ia pimpin gencar membangun kondotel. Dalam tahun 2011 saja, Gapuraprima membangun sedikitnya 10 kondotel di berbagai lokasi. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar