Minggu, 20 Februari 2011

Rumah Idaman “Kolam Renang Ala Resort: Serasa Liburan Setiap Hari” plus 2 more

Rumah Idaman “Kolam Renang Ala Resort: Serasa Liburan Setiap Hari” plus 2 more


Kolam Renang Ala Resort: Serasa Liburan Setiap Hari

Posted: 21 Feb 2011 05:34 AM PST

Dok. Kamadalu Villa, Bali

Kolam Renang Ala Resort: Serasa Liburan Setiap Hari

KOMPAS.com - Kolam renang, dikelilingi hijaunya rumput dan tanaman, dilengkapi gazebo di salah satu sudutnya. Hmm, ini dia kolam renang ala resort di Bali. Tertarik?

Punya rumah yang lengkap dengan kolam renang, bisa jadi modal untuk menciptakan suasana resort, di rumah sendiri. Yang penting pintar menata dan mempercantik area luar ini.

Kita mulai dengan desain si kolam renang. Tidak harus selalu kotak atau persegi. Lucu juga membuat kolam renang berbentuk elips atau meliuk-liuk mengikuti bentuk lahan. Dengan demikian, bentuk kolam renang sekaligus menjadi elemen dekoratif. Sekarang saatnya merancang apa yang harus dilakukan dengan lahan di sekelilingnya.

Di foto ini, kita bisa melihat area kolam renang dari salah satu unit vila, di Vila Kamandalu, Bali. Boleh, jadi contekan, nih. Suasana tropis sangat terasa di sini. Seluruh tanah, di sekitar kolam renang, ditutupi hamparan rumput gajah. Di setiap sudut, ditempatkan tanaman-tanaman tropis.

Suasana ala resort semakin terasa dengan ditempatkannya gazebo, di salah satu sudut area kolam renang. Tidak lupa juga beberapa kursi santai. Kalau tampilannya sudah begini, area kolam renang pun bisa jadi alternatif tempat rekreasi keluarga. Serasa liburan setiap hari.

Kita juga bisa memanfaatkan area ini untuk acara-acara tertentu. Di malam hari, kita bisa menciptakan suasana hangat dan akrab dengan pendar cahaya, dari lilin-lilin yang mengapung di permukaan air kolam. Menjamu tamu-tamu spesial dengan suasana seperti ini, dijamin membuat mereka terkesan dan semakin betah. Mau coba? (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

BI Jamin Kenaikan BI Rate Tak Pengaruhi Bunga Kredit Properti

Posted: 21 Feb 2011 03:46 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bank Indonesia menjamin kenaikan bunga acuan atau BI rate tidak akan mempengaruhi bunga kredit bank, termasuk kredit properti. BI mengikat industri perbankan lewat aturan transparansi bunga kredit atau prime lending rate.

Dengan aturan ini, BI bisa mengawasi komponen penyusun suku bunga kredit bank. Termasuk mengawasi tingkat bunga deposito dan tabungan. BI berwenang meminta bank menciutkan komponen biaya tertentu, agar bunga kredit tidak naik.

Jaminan dari BI sejatinya merupakan berkah bagi emiten sektor properti. Maklumlah, sebesar 75 persen - 80 persen dari total pembelian rumah di Indonesia melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Seperti diketahui, BI pada awal bulan ini telah mengerek bunga acuan sebesar 25 basis poin (0,25 persen) menjadi 6,75 persen. Ini adalah kenaikan pertama sejak 18 terakhir.

Analis Bhakti Securities Reza Nugraha berpendapat kenaikan BI rate sebesar 0,25 persen, jika pun diikuti dengan menanjaknya bunga KPR, tidak akan berpengaruh signifikan ke sektor properti. Tapi bila BI rate pada tahun ini naik antara 0,75 persen - 1 persen, bisa berdampak negatif ke pertumbuhan sektor properti.

Reza menghitung, jika BI rate naik sebesar 0,75 persen - 1 persen, bunga KPR berpotensi naik menjadi sekitar 11 persen - 12 persen. Saat ini, kata dia, bunga KPR di rentang 9,5 persen hingga 10 persen.

Jika kenaikan bunga KPR sebesar 11 persen - 12 persen, maka penjualan properti hanya tumbuh setinggi 7 persen - 10 persen sepanjang tahun ini. Dan jika bunga KPR di bawah 10 persen, Reza mengestimasi, penjualan properti sepanjang 2011 bisa meningkat 10 persen - 15 persen.

Analis Majapahit Securities Supriyadi memperkirakan jika bunga acuan naik 100 basis poin, maka bunga KPR akan mencapai 13 persen - 14 persen. "Apabila BI rate naik 100 basis poin, BI tidak mungkin bisa mengatur, karena cost of fund perbankan akan naik. Jika bunga kredit tidak dinaikkan, laba bank akan tergerus," imbuh Supriyadi.

Dia memprediksikan, penjualan properti tahun ini bisa tumbuh 10 persen, dengan mempertimbangkan kenaikan bunga KPR. Tapi jika KPR tidak naik, pertumbuhan penjualan properti bisa 15 persen.

Ekspansi properti Yang pasti, proyeksi pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen - 6,5 persen pada tahun ini berpeluang mendongkrak bisnis properti. Sebagaimana hukum ekonomi, pertumbuhan ekonomi akan mendorong daya beli. "Kenaikan pendapatan mendorong sebagian orang membeli rumah demi memenuhi kebutuhan primernya," kata Budhy Siallagan, Analis eTrading Securities.

Dus, emiten properti yang gencar berekspansi berpotensi menikmati pertumbuhan penjualan signifikan. Tentu, pengembang tak ingin kehilangan momentum ekspansi saat bunga rendah.

PT Alam Sutera Tbk (ASRI), misalnya, mengembangkan kawasan superblok I Alam Sutera dan membangun kawasan baru di Pasar Kamis, Tangerang. Emiten lainnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memperluas kota mandiri BSD City tahap 2. Kemudian PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang mulai menambah area properti ke pinggiran Jakarta.

Langkah diversifikasi usaha juga ditempuh para pengembang. Misalnya PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang terus menggenjot divisi health care, yakni rumahsakit.

Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga tidak mau ketinggalan. SMRA akan mengembangkan pusat perbelanjaan pada tahun ini. APLN juga berencana membangun beberapa mal baru di pulau Jawa dan luar pulau Jawa.

Langkah diversifikasi tentunya akan menambah pendapatan emiten properti. "LPKR, misalnya, akan memperoleh tambahan pendapatan dari rumahsakit," kata Supriyadi. Bisnis mal, apartemen, dan rumahsakit, menurut Reza, bisa mengkompensasi tertahannya pertumbuhan penjualan rumah di tahun ini apabila BI rate naik tajam.  (Raka Mahesa W/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Konstruksi Tol Cikampek-Palimanan Mulai April 2011

Posted: 21 Feb 2011 02:51 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Konstruksi pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan diperkirakan akan dimulai April tahun ini. Pembebasan lahannya sudah mencapai 92 persen. Kalau pun hingga bulan ini masih ada yang belum sepakat dengan harga atau masih ada tanah yang dalam sengketa, Maret nanti pemerintah akan menempuh cara konsinyasi di pengadilan.

Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto mengatakan, masih ada sedikit kendala terkait pembebasan lahan karena adanya perubahan rute di daerah Ciwaringin. "Daerah ini melewati pesantren,"ujarnya. Tapi dia bilang, sekarang dalam proses pembebasan lahan. "Sekarang masih menunggu surat perintah pembebasan (SP2) dari gubernur," ujarnya akhir pekan lalu.

Dia optimistis keseluruhan proses pembebasan lahan ini akan tuntas pada bulan April. Nah, kalau pemebebasan lahan sudah kelar, maka proses pembangunan pun segera dilakukan. "Kita akan langsung melakukan land clearing (pembukaan lahan)," ujarnya.

Direktur Bina Teknis Ditjen Bina Marga, Suharto menambahkan sebetulnya konstruksinya sudah bisa mulai dilakukan karena pembebasan lahannya sudah di atas 75 persen. "Tetapi karena kontraktornya dari Malaysia, mereka minta menunggu sampai 100 persen baru mau memulai," ujarnya.

Selain karena ada yang tidak sepakat dengan ganti rugi, ada juga tanah yang masih dalam status sengketa. "Ada yang kememilikannya diklaim lebih dari satu orang,"ujarnya. (Petrus Dabu/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar