Jumat, 04 Februari 2011

Rumah Idaman “KPR BRI Naik 40 Persen Tahun 2011” plus 2 more

Rumah Idaman “KPR BRI Naik 40 Persen Tahun 2011” plus 2 more


KPR BRI Naik 40 Persen Tahun 2011

Posted: 04 Feb 2011 10:45 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan meningkatkan proyeksi kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 40 persen pada tahun 2011. "Rencana ini didukung oleh hasil outstanding KPR BRI mencapai Rp 7,5 triliun per September 2010," ujar Muhamad Ali, Sekretaris Bank BRI, dari rilis yang diterima, Jumat (4/2)

Untuk program KPR Extra BRI, bank berwarna biru ini mematok suku bunga yakni 8,8 persen fix untuk dua tahun.

-- Muhammad Ali

Selain itu, bank berpelat merah ini memberikan tingkatan suku bunga KPR sesuai dengan program yang berbeda. Untuk program KPR Extra BRI, bank berwarna biru ini mematok suku bunga yakni 8,8 persen fix untuk dua tahun. Sedangkan untuk program KPR lain dengan suku bunga 9,75 persen fix dalam waktu 3 tahun dan CAP 11 persen di tahun ke empat dan lima.

Kemudian program KPR Flat, BRI memberikan suku bunga flat selama jangka waktu kredit dengan bunga 5 persen.

Informasi saja, saat ini KPR BIR telah bekerja sama dengan 200 developer dari 300 proyek perumahan. Developer yang sudah bekerja sama antara lain Ciputra Group, Perumnas, Lippo Group, Agung Podomoro Group dan Pakuwon Group. (Nina Dwiantika/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tol Semarang-Ungaran Diresmikan 28 Februari

Posted: 04 Feb 2011 09:23 AM PST

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan penyelesaian proyek Jalan Tol Semarang-Solo di Jawa Tengah sangat bergantung pada percepatan pembebasan lahan yang akan digunakan proyek tersebut.

"Penyelesaian pembangunan jalan tol, sangat tergantung pada upaya percepatan pembebasan lahan," kata Djoko di sela-sela kunjungan kerja di Semarang, Jumat. 

Menurut dia, jika lahan yang akan dilalui proyek jalan tol tersebut sudah beres, maka akan diminati oleh investor. Para investor ini sendiri, lanjut dia, merupakan kontraktor swasta yang bekerja berdasarkan konsensus selama enam bulan.

Djoko menyambut baik usulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo dari dua arah sekaligus, yakni Kota Semarang dan Solo. Meski demikian, kata dia, semua itu sangat tergantung pada percepatan proses pembebasan lahan.

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, rencananya akan diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum pada 28 Februari 2010.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menambahkan, pembangunan fisik jalan tol untuk rute pertamanya tersebut akan diresmikan oleh Menteri PU. Setelah diresmikan, lanjut dia, jalan tol seksi pertama dengan rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang tersebut tidak akan langsung dioperasikan.

Menurut dia, setelah peresmian, jalan tol itu masih akan menjalani uji teknis oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum. "Uji teknis ini untuk mengetahui kesiapan ruas tol sebelum dioperasikan, seperti kondisi jalan, rambu-rambu, dan sebagainya," katanya.

Ia menuturkan, jika ruas tol ini dinilai layak untuk dioperasikan, maka pihak pengelola hanya akan membatasi jenis kendaraan yang untuk sementara diizinkan melaluinya. Gubernur menegaskan, hanya kendaraan pribadi saja yang untuk sementara diizinkan melintasi jalan tol tersebut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Desain Tol Ciawi-Sukabumi Berubah

Posted: 04 Feb 2011 09:01 AM PST

BANDUNG, KOMPAS.com  - Rencana pembangunan ruas tol Ciawi - Sukabumi mengalami perubahan desain khususnya pembangunan interchange kawasan Caringin Bogor sehingga berpengaruh terhadap proses penuntasan pembebasan lahan di kawasan itu.

Ada perubahan desain di jalur itu, ada interchange di kawasan Caringin. Namun kita belum bisa melakukan pembebasan lahan karena belum bisa dilakukan menunggu persetujuan dan izin dari Kementerian PU tentang desain itu.

-- Soko Sandi Buwono

"Ada perubahan desain di jalur itu, ada interchange di kawasan Caringin. Namun kita belum bisa melakukan pembebasan lahan karena belum bisa dilakukan menunggu persetujuan dan izin dari Kementerian PU tentang desain itu," kata Direktur Utama PT Jasa Sarana Jabar Soko Sandi Buwono ketika dihubungi di Bandung, Jumat.

Menurut Soko, Seksi I ruas Ciawi Sukabumi yang menghubungkan Ciawi - Gombong itu panjangnya sekitar 14,6 kilometer dari total 54 kilometer ruas jalan tol itu. Sedangkan luas yang akan dibebaskan di Seksi I adalah 138 hektare.

Ia menyebutkan, akibat ada perubahan desain itu maka berimbas pada proses penuntasan lahan dan juga penambahan anggaran. Pembebasan proyek jalan tol itu merupakan kerja sama antara PT Jasa Sarana dengan PT Bakrieland Development Tbk. Meski ada keterlambatan dalam pembebasan lahan, namun Soko optimis awal pembangunan konstruksi bangunan itu bisa dilakuka pada semester II 2011.

Ia menyebutkan, pembebasan lahan jalan tol itu membutuhkan dana sebesar Rp420 miliar, sedangkan secara keseluruhan investasi yang dibutuhkan untuk pembangun tol sepanjang 54 kilometer itu sebilai Rp 2,9 triliun.

Ruas tol Ciawi - Sukabumi tersebut merupakan salah satu program jalan tol yang tengah digenjot Pemprov Jabar. Di kemudian hari jalan tol itu akan tersambung ke jalur Sukabumi - Ciranjang Cianjur.

Selain itu, tiga proyek jalan tol lainnya yang tengah digenjot di tatat Pasundan adalan Tol Dalam Kota Bandung (Bandung Intra Urban Toll Road/BIUTR), Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) serta Tol Soreang - Pasirkoja (Soroja).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar