Kamis, 03 Februari 2011

Rumah Idaman “Chinoiseri Style di Kamar Tidur Kesayangan” plus 2 more

Rumah Idaman “Chinoiseri Style di Kamar Tidur Kesayangan” plus 2 more


Chinoiseri Style di Kamar Tidur Kesayangan

Posted: 03 Feb 2011 01:12 PM PST

KOMPAS.com – Merayakan selebrasi tahun kelinci emas 2011 bisa di ruang mana saja, lantas bagaimana kalau merayakannya di ruang terhangat yakni di kamar tidur?

Desainer Interior Shirley Gouw lewat gelaran pembuka "Celebrating The Year of Rabbit with Touch of interior design by 12 Indonesian Design" di rumah galeri Elite Grahacipta, merancang kehangatan kamar tidur di Hari Raya Imlek ini.

Bertemakan Chinoiserie Style, Shirley memadukan kombinasi gaya Eropa dan Asia yang elegan dan simetris. Chinoiserie style ini memakai kombinasi warna biru putih sebagai ciri utamanya pada penataan kamar tidur.

Pilihan wallpaper bermotif burung dan aksesoris keramik China membuat Chinoiserie ini makin terasa kental. Untuk memberi kesan nuansa kamar tidur yang kalem dan elegan, Shirley menambahkan kombinasi aksen warna merah pada piring antik dan lukisan.

Untuk pemilihan furniture, Shirley memilih gaya semi klasik dan warna finishing coklat muda agar memberikan kesan hangat. Motif burung seperti pada wallpaper yang membawa kesan klasik dan teduh ditemukan di sofa loveseat yang ditata di depan ranjang. Gaya Chinoiserie semakin dipertegas dengan tambahan cermin dengan finishing antique silver. (Natalia Ririh)  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Imlek Tak Harus Merah

Posted: 03 Feb 2011 01:05 PM PST

KOMPAS.com – Keluar dari pakem tahun baru China atau imlek lewat warna merah dan emas, desainer interior Roland Adam menghadirkan warna baru. Roland merancang kamar tidur dengan dominasi warna biru yang dikonsep dengan gaya segar dan modern.

Lewat gelaran pembuka "Celebrating The Year of Rabbit with Touch of interior design by 12 Indonesian Design" di rumah galeri Elite Grahacipta, Roland memakai konsep east meets west lewat warna maupun komposisinya. Dengan jeli, Roland menggunakan kekayaan ragam Indonesia batik Parang kencana yang disulapnya menjadi dekorasi seolah wallpaper pada dinding kamar tidur.

Perayaan imlek tak harus merah, namun tetap nyaman dan berkesan dengan warna biru yang dipilih Roland Adam. Inspirasi biru sendiri muncul saat ia melihat komposisi warna keramik China – biru dan putih. Warna biru dan putih di dalam kamar semakin tampak lewat pemilihan lukisan guci di dinding, guci keramik khas China, juga bantal tempat duduk. (Natalia Ririh) 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Ruang Makan Bernuansa Shanghai Era 1920-an

Posted: 03 Feb 2011 12:54 PM PST

KOMPAS.com — Desainer interior Agam Riadi, lewat pergelaran pembuka "Celebrating The Year of Rabbit with Touch of Interior Design by 12 Indonesian Designers" di rumah galeri Elite Grahacipta, merancang ruang makan bernuansa Shanghai pada era 1920-an. Nuansa glamor dipadu dengan warna yang menyimbolkan keceriaan menjadikan ruang makan ala Shanghai hadir di depan mata.

Menurut Agam Riadi, rancangannya kali ini terinspiransi kalangan elite di China pada era 1920-an, khususnya di kota Shanghai yang sudah mengenal kehidupan nan glamor. Pengaruh gaya hidup glamor di Shanghai menular ke kota-kota lain di Asia, bahkan sampai Eropa.

Salah satu yang cukup dikenal sampai hari ini adalah busana chong siam atau Shanghai dress. Dalam rancangan ruang makan ini, Agam memakai lukisan yang menggambarkan gadis-gadis Shanghai yang glamor, elegan, dan ceria.

Untuk kesan elegan, Agam menata ruang makan dengan kursi dan meja makan berwarna coklat. Penambah warna merah muda di dinding dan warna hijau muda di tanaman menumbuhkan kesan ceria di ruang makan sembari merayakan Tahun Kelinci Emas. (Teks: Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar