Selasa, 01 Maret 2011

Rumah Idaman “Kolam yang Bersih dan Rindang” plus 2 more

Rumah Idaman “Kolam yang Bersih dan Rindang” plus 2 more


Kolam yang Bersih dan Rindang

Posted: 01 Mar 2011 03:07 PM PST

KOMPAS.com - Bagi siapa saja yang mempunyai taman dengan kolam kecil maupun kolam renang, kendala membersihkan merupakan salah satu penghalang besar dalam perawatan sehari-hari. Daun yang gugur dari tanaman di sekitar kolam kerap kali jatuh ke dalam kolam dan mengotori permukaan air yang ada.

Kerugian jika daun gugur banyak berjatuhan di kolam, kita akan mempunyai jadwal membersihkan lebih sering dilakukan. Jika tidak cepat ditangani, dapat membuat air kolam cepat keruh dan dapat menghambat saluran irigasi maupun drainase kolam. Dan pada akhirnya nanti, kita harus mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk merawat taman.

Lalu, sulitkah untuk menjaga agar daun-daun tidak mengotori kolam?

Pertanyaan diatas dapat dijawab saat kita memilih jenis tanaman seperti apa yang cocok ditempatkan di area pinggir kolam. Ada baiknya mempelajari jenis tanaman yang akan di pilih, terutama bagaimana dan kapan dia akan menggugurkan daunnya dan kapan proses pembungaan tanaman terjadi. Biasanya dalam proses pembungaan tersebut, mahkota bunga serta serbuk sari dapat berterbangan saat waktunya bermekaran dan gugur.

Jenis tanaman yang umumnya ada di pinggir kolam adalah jenis Palem dengan daun yang relatif besar. Jika daun Palem gugur, dia akan jatuh seperti pelepah kering dan tidak tersebar berantakan. Jika pun jatuh di atas permukaan air, daun dapat diambil sekali jalan tanpa meninggalkan bekas atau serpihan/potongan kecil yang merepotkan. Jenis palem yang biasa digunakan adalah Palem Puteri (Veitchia merrillii ), Palem Bismarkia (Bismarckia nobilis ), Palem Silver (Coccothrinax argentea ), Palem Merah (Crytostachys rendra ), Palem Royal (Roystonea regia ), dan lainnya.

Jenis tanaman lainnya adalah dengan memilih lebar daun yang cukup besar sehingga mudah untuk dibersihkan serta tidak mudah gugur. Contohnya adalah jenis Pohon Kamboja (Plumeria rubra ) . Daunnya yang cukup besar dan kokoh cukup sedikit yang gugur. Bahkan jika ada sedikit bunga yang jatuh pada kolam, terutama yang berwarna putih kuning, akan menjadi pemanis tersendiri.

Atau dengan menggunakan semak dengan berbagai warna pada daun atau bunganya. Yang perlu diperhatikan dalam penempatan tanaman semak ini adalah jarak lokasi penanaman dengan kolam. Ada baiknya jika diletakkan agak jauh dan tidak menghalangi area jalan di pinggir kolam renang. Umumnya hadir berupa flower bed disisi jalan pedestrian kolam.

Jenis tanaman yang dapat digunakan adalah jenis Puring berdaun besar dan berwarna meriah (Codiaenum variegatum ), Drasaena (Dracaena sp. ), Kamboja Jepang (Adenium sp ), Daun Bahagia (Dieffenbachia sp .) untuk di area agak teduh, Monstera daun besar dan lebar (Monstera deliciosa , daun kesan sobek dan Monstera obliqua , untuk daun kesan bolong), Nanas Kerang (Rhoeo spathacea ), Nanas-nanasan (Bromelia sp. ), Jenis Lily (Hymenocallies sp. ), dan jenis lainnya.

Untuk kolam, disarankan untuk menghindari jenis semak berdaun kecil. Terutama untuk kolam renang. Daun dengan ukuran kecil rekatif mudah kering dan gugur serta ringan terbawa angin. Jika memang terpaksa untuk menggunakan jenis tanaman dengan ciri berdaun pendek dan kecil ini, letakkanlah di tempat yang agak jauh dengan permukaan kolam.

Dengan pemilihan jenis tanaman diatas, peranan kegiatan pemeliharaan juga terlibat. Semakin rutin kita menjaga kebersihannya, air kolam akan tetap bening dan bersih dalam jangka waktu lama, serta taman terlihat rapi dan nyaman.

Selamat berkreasi.  (Mona Sintia /Arsitek Lanskap//iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tampil Sederhana Si Ruang Keluarga Bergaya Unfinished

Posted: 01 Mar 2011 03:00 PM PST

KOMPAS.com - Cat bukanlah perkara mutlak. Dinding hanya dilabur semen justru membuat ruang keluarga tampil lebih simpel, tapi tetap unik. Ruang keluarga berikut ini contohnya. "Wah, rumahnya belum selesai dibangun, kok , sudah ditinggali?" Mungkin pertanyaan inilah yang muncul di benak Anda ketika memasuki ruang keluarga ini. Memang ruang keluarga ini bergaya unfinished. Artinya ada beberapa elemen yang dibiarkan tampak belum selesai dikerjakan.

Salah satunya adalah dinding, yang dibiarkan hanya dilabur semen.Tampilan seperti ini menghilangkan kesan resmi dan kekakuan. Kesan natural dan sederhana juga sangat terasa, karena sang pemilik rumah tidak banyak bermain warna, hanya ada putih pada lantai, plafon, pun pada beberapa furnitur.

Tapi hati-hati juga, kalau tidak jeli, tampilan seperti ini bisa membuat cepat bosan karena monoton. Solusinya, tempatkan elemen-elemen penyegar, seperti tanaman hijau atau sedikit permainan warna pada aksesori.

Bagaimana dengan kesan gelap? Untuk problem yang satu ini bisa diakali dengan membuat bukaan lebar dan banyak. Seperti yang bisa kita lihat di foto ini, ruangan terasa demikian terang dan terbuka karena dikelilingi oleh bukaan lebar. Keuntungan lain, ruangan jadi lebih sejuk.

Ruangan unfinished begini, lebih menghemat pengeluaran juga. Dana untuk cat bisa dialokasikan untuk yang lain. Setuju? (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Air Terjun di Dinding Bawa Suasana Alam ke Ruang Keluarga

Posted: 01 Mar 2011 02:55 PM PST

KOMPAS.com - Di mana biasanya Anda menempatkan air terjun dan pot-pot tanaman? Paling lazim, ya , di taman. Bisa di taman depan, samping, atau belakang. Bagaimana kalau di ruang keluarga, sudah pernah coba?

Berada di ruang keluarga ini terasa nyaman dan segar. Suara gemericik air dan deretan pot-pot tanamanlah sumber kesegaran tadi. Jarang kita menemukan rumah yang menempatkan air mancur dan pot-pot tanaman di ruang keluarga. Biasanya di taman, yang kemudian diberi bukaan, sehingga berhubungan langsung dengan ruang dalam rumah.

Ruang keluarga ini boleh jadi membuat kita terinspirasi untuk lebih berani bereksperimen, dengan membawa lebih banyak elemen-elemen alam ke dalam rumah. Menyatukan area luar dan dalam rumah, merupakan salah satu solusi jitu menciptakan suasana segar dan nyaman.

Untuk membuatnya, cukup sisihkan sedikit lahan ruang keluarga, untuk dibuat taman. Lapisi salah satu bidang dinding area tersebut dengan batu alam. Buat kolam kecil di bagian bawahnya, untuk menampung air yang keluar dari air mancur mini. Untuk sentuhan akhir, tempatkan beberapa tanaman pot. Jika ingin tampilan lebih manis, boleh juga menempatkan tanaman bunga.

Tertarik membuatnya di ruang keluarga Anda di rumah?  (Anissa Q. Aini/iDEA)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar