Kamis, 24 Maret 2011

Rumah Idaman “Pengembang Jangan Antuk Anghguk” plus 2 more

Rumah Idaman “Pengembang Jangan Antuk Anghguk” plus 2 more


Pengembang Jangan Antuk Anghguk

Posted: 25 Mar 2011 05:00 AM PDT

- KOMPAS.com

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: http://10.50.12.227/data/xml/2011/03/25/12001083.xml:71: parser error : Input is not proper UTF-8, indicate encoding ! Bytes: 0x93 0x61 0x6E 0x74

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 148

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: <quote>Saya meminta Bupati dan Walikota, juga pengembang untuk tidak antuk

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 148

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: ^

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 148

cari
 

Area

harga

"Judge the Book by It's Cover"

Memancing Investor Properti Membangun di Tepi Sungai Musi

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Menpera Ingatkan Pengembang Tidak Bangun di Lahan Produktif

Posted: 25 Mar 2011 04:28 AM PDT

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengingatkan para pengembang untuk tidak membangun di lahan produktif.

"Jangan pernah mencoba membangun perumahan di lahan produktif," tandas Menpera Suharso Monoarfa saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di Hotel Grand Candi, Semarang, Jumat (25/3/11) pagi.

Hadir antara lain Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, dan Dirut Perum Perumnas Himawan Arief.

Menurut Menpera, jika pejabat seperti bupati atau walikota yang melakukan pelanggaran dengan memberi perizinan pembangunan di lahan pertanian yang produktif, mereka terancam hukuman tiga kali lipat dan denda juga tiga kali lipat. "Jika ancamannya 5 tahun dan denda Rp 5 miliar, hukumannya bisa 15 tahun dan denda Rp 15 miliar. Jadi jangan pernah coba-coba," jelas Suharso.

UU perlindungan terhadap tanah pertanian, kata Suharso, tidak membenarkan alih fungsi. Masalahnya, beberapa pemkab dan pemkot tidak mau berpikir luas. Mereka mengeluarkan izin alih fungsi lahan produktif untuk pembangunan perumahan.

"Kalau tidak memungkinkan membangun horisontal, bangunlah secara vertikal," harap Suharso.

Menpera juga mengemukakan, sampai tahun 2011, baru 18 Pemkab dan Pemkot yang memiliki Perda Tata Ruang atau RTRW. (KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Rakernas Apersi Dibuka Menpera Pagi Ini

Posted: 25 Mar 2011 01:31 AM PDT

SEMARANG, KOMPAS.com - Hari Jumat (25/3/11) pagi ini, Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dibuka oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa.

Rakernas Apersi ini dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo, Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief, Dirut Bank BTN, dan berbagai instansi lainnya.

Dalam Rakernas Apersi di Hotel Grand Candi Semarang ini, akan digelar MoU Apersi dengan Deputi Kawasan tentang PSU, dengan Perum Perumnas, dengan Universitas Tidar Magelang, dan dengan Puslitbangkim Departemen Pekerjaan Umum.

Menpera Suharso Monoarfa akan membawakan presentasi tentang Kebijakan Menpera soal FLPP,  sedangka  Deputi Kemenpera Bidang Pembiayaan akan membahas target pembangunan perumahan melalui skema FLPP. Dirjen Pajak akan membahas batasan pembebasan PPN, PPh Final 1 persen dan perunahan terminologi RsH menadi rumah sejahtera tapak.

Dirut BTN akan bicara soal kebijakan terobosan Bank BTN menyukseskan FLPP, sedangkan mantan Ketua Umum Apersi Fuad Zakaria bicara soal pengalaman praktisi dalam pelaksanaan FLPP.

Direksi Bank Bukopin akan mempresentasikan kebijakan Bank Bukopin soal FLPP, sedangkan Direksi PT PLN mengupas kebijakan pelayanan listrik untuk perumahan dan permukiman. (KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php. Five Filters featured article: Libya and Oil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar