Minggu, 20 Maret 2011

Rumah Idaman “Lippo Cikarang Fokus Kawasan Komersial dan Residensial” plus 1 more

Rumah Idaman “Lippo Cikarang Fokus Kawasan Komersial dan Residensial” plus 1 more


Lippo Cikarang Fokus Kawasan Komersial dan Residensial

Posted: 21 Mar 2011 06:01 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Lippo Cikarang telah lama dikenal sebagai kawasan industri dengan fasilitas terlengkap di timur Jakarta. Pada tahun-tahun mendatang, Lippo Cikarang akan lebih memfokuskan pada pembangunan residensial masyarakat menengah,juga mengembangkan kawasan komersial untuk mendukung kawasan industri yang sudah ada.

"Lippo Cikarang saat ini boleh dikatakan memiliki fasilitas terlengkap di kawasan industri di koridor Bekasi-Cikampek. Banyak orang yang bekerja di kawasan industri lain di koridor ini, memilih tinggal di Lippo Cikarang," kata Presiden Direktur dan CEO Lippo Cikarang, MeowChong Loh dalam percakapan khusus dengan Kompas.com saat makan pagi di Hotel Aryaduta Suites Semanggi, pekan lalu.

Lahir di Melacca, Malaysia, 3 Desember 1952, MeowChong Loh, lulusan Teknik Sipil National Taiwan University tahun 1976 ini, sebelumnya pernah bekerja di Malaysia dan di perusahaan Perancis di Amerika Serikat. Loh masuk ke dunia properti tahun 1980, bekerja di perusahaan properti di AS, kemudian bekerja di JDC Singapura untuk kawasan Asia Tenggara.

Berikut ini percakapan khusus dengan MeowChong Loh, Presiden Direktur dan CEO Lippo Cikarang bersama Robert Adhi Kusumaputra dari Kompas.com.

Lippo Cikarang adalah kawasan industri yang dikombinasikan dengan hunian dan pusat komersial lainnya. Bagaimana posisi Lippo Cikarang di antara kawasan industri serupa di koridor Bekasi-Cikampek saat ini? Lippo Cikarang adalah industrial townhip development. Ini merupakan salah satu perusahaan dari Grup Lippo yang mengkhususkan diri pada kawasan industri. Koridor Bekasi-Cikarang-Cikampek boleh dikatakan koridor terbaik di Indonesia saat ini. Lima puluh persen produk industri di Indonesia berasal dari industri yang berlokasi di koridor ini, seperti Honda Toyota, Suzuki misalnya. Kawasan industri di koridor ini selain Lippo Cikarang, juga ada antara lain MM 2100, Deltamas, Jababeka.

Nah, Cikarang berada di tengah antara Bekasi dan Cikampek. Lippo membangun Cikarang Industrial Township, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk hunian, perkantoran, pusat rekreasi, dan gaya hidup.

Lippo Cikarang termasuk industrial township development yang berhasil. Apa rahasianya? Lippo Cikarang memiliki masterplan yang matang. Tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga menyediakan kawasan hunian residensial, sekolah internasional, rumah sakit bertaraf internasional. Hotel, mal, rekreasi waterboom.

Kami baru saja mengoperasikan Lippo Cikarang Citywalk, mal gaya hidup dengan pangsa pasar kelas menengah atas. Di sini ada Farmers Market, Starbucks, J.Co, McDonalds yang buka 24 jam. Domino's Pizza. Bahkan yang menarik, Domino's Pizza di Lippo Cikarang Citywalk merupakan yang terbaik dari segi pendapatan. Ini cerita mereka.

Di Lippo Cikarang juga dibuka beberapa restoran Bumbu Desa, Chicken Village, Olive's House, dan sekitar 20-an restoran Korea.

Selain itu, kami mengembangkan residensial ke menengah atas dan membangun lingkungan yang hijau. Investor yang melihat lingkungan Lippo Cikarang yang asri dengan fasilitas lengkap, langsung memutuskan mau membangun pabrik di kawasan industri ini. Kalau Anda lihat, saat ini Lippo Cikarang sudah lebih hijau. Pohon-pohon sudah rindang. Jadi benar-benar hijau.

Rencana kami ke depan adalah mengembangkan dan menambah fasilitas untuk aktivitas industri. Kami akan memperluas Citywalk, meningkatkan sistem keamanan dengan kamera pengawas (CCTV) , membuka pusat layanan warga 24 jam, serta menambah patroli keamanan agar warga merasa aman dan nyaman. Kami ingin zero crime di Lippo Cikarang.

Kami akui memang lalu lintas di Lippo Cikarang sudah mulai padat. Kami merencanakan membangun jalan layang, dan akan bekerja sama dengan pengembang kawasan industri lain Jababeka. Jadi target kami pada tahun 2025, sudah terintegrasi satu sama lai sehingga akses makin baik. Kami juga akan membangun interchange sehingga Lippo Cikarang akan menjadi tempat singggah yang nyaman bagi pengendara tol Jakarta-Cikampek.

Kami juga akan mengembangkan kawasan komersial di Lippo Cikarang. Kantor BCA Regional Kabupaten Bekasi akan dibangun di sini. Perusahaan Jepang yang bermarkas di Singapura, Makino, membangun ruang pamer dan pusat pelatihan di sini.

Ke depan, kami merencanakan membangun lebih banyak residensial. Belum lama ini kami meluncuran Greenwood dua tahap, dan sold out. Pembelinya mereka yang bekerja di kawasan industri di koridor Bekasi-Cikarang-Cikampek. Bulan Maret 2011, kami meluncurkan klaster Florencia sebanyak 200-300 unit, dengan nuansa hijau dan modern.

Dalam lima tahun sampai 10 tahun ke depan, seperti apa wajah Lippo Cikarang? Dari lahan 2.000 hektar Lippo Cikarang, yang sudah digarap setengahnya. Jadi masih ada 1.000 hektar lagi. Kami akan membangun kawasan komersial, termasuk perkantoran, dan kawasan residensial dengan target seluruhnya 25.000 unit rumah.

Di masa depan, akan lebih banyak kawasan komersial, termasuk perkantoran, pusat kebugaran, dan toko buku. Kami akan mengembangkan CBD. Okupansi Hotel Sahid Lippo Cikarang setiap hari selalu penuh, 90 persen, padahal tak pernah memberi diskon.

Kami juga terus membangun infrastruktur baru, termasuk interchange agar Lippo Cikarang nyaman menjadi tempat singgah di jalur Jakarta-Cikampek.

Harga tanah di Lippo Cikarang saat ini untuk residensial Rp 1,5 juta per meter persegi, untuk kawasan komersial Rp 3 juta/m2, dan untuk kawasan industri Rp 700.000/m2. Harga tanah tahun 2011 naik 40 persen dibandingkan tahun 2010. Jadi sangat cepat melesat. Dan dalam 10 tahun ke depan, harga tanah di sini akan melambung.

Kami merencanakan dalam 10 tahun mendatang, jumlah penghuni Lippo Cikarang mencapai 100.000 orang. Saat ini tahun 2011 tercatat 30.000 orang, sedangkan jumlah yang beraktivitas di Lippo Cikarang setiap hari sekitar 250.000 orang.

Dengan perencanaan kota yang matang, kami yakin Lippo Cikarang terus berkembang maju. Kami punya manajemen kota yang selalu me-maintenance kawasan ini sehingga memuaskan para penghuni. Kami menggunakan Blue Ocean Strategy.

Jumlah pabrik di Lippo Cikarang saat ini 635 pabrik, sedangkan di kawasan Cikarang 2.500-an pabrik. Kami harap jumlah pabrik terus bertambah sesuai kebutuhan pasar.

Di masa depan, kami merencanakan membangun serviced apartment di Lippo Cikarang karena sangat potensial. Pasarnya para pebisnis, bukan keluarga karena keluarga lebih memilih residensial landed house.

Bagaimana Anda melihat potensi properti di Indonesia saat ini? Potensi industri properti di Indonesia sangat besar. Ekonomi Indonesia terus tumbuh dan kondisi politik stabil. Kelas menengah terus tumbuh. Mereka inilah yang membutuhkan rumah dan mobil. Kebutuhan rumah sangat besar.

Dulu investor asing tidak banyak berinvestasi di Indonesia, paling ke sektor minyak dan pertambangan. Sekarang investor asing masuk ke manufaktur di Indonesia. Jika banyak lapangan kerja tercipta dan banyak orang Indonesia memiliki penghasilan tetap, Indonesia dengan jumlah penduduk 250-an juta merupakan negara yang sangat potensial tumbuh dan berkembang perekonomiannya, termasuk sektor properti. (Robert Adhi Kusumaputra)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Jaringan Hotel Dafam Konsentrasi Bintang Tiga

Posted: 21 Mar 2011 04:03 AM PDT

SEMARANG, KOMPAS.com - Jaringan hotel Dafam Hotels and Resorts  berkonsentrasi pada hotel bintang tiga untuk target 20 hotelnya sampai tahun 2015. Tak mau ikut merambah pada hotel bujet, Dafam melihat potensi market di bintang hotel tiga.

"Kami lebih ke hotel bintang tiga dengan fasilitas bintang empat, karena marketnya banyak di bintang tiga baik itu di first city atau secondary city," kata Managing Director Hotel Dafam, Andhy Irawan kepada wartawan di Semarang pada akhir pekan lalu.

Munculnya hotel bujet yang dikembangkan oleh banyak pengembang, menurut Andhy lebih beresiko untuk menggaet market. "Memang hotel bujet itu booming, tapi muncul banyak komplain. Untuk pengunjung pertama bolehlah, tapi kunjungan keduanya tidak mau lagi alasannya karena fasilitasnya tidak cocok," katanya.

"Jadi kami lebih memilih bintang tiga tapi dengan pelayanan bintang empat. Sehingga tamu tetap ingin berkunjung untuk kedua kali, ketiga dan seterusnya," imbuh Andhy.

Untuk hotel Dafam yang baru saja diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik pada pekan lalu di Semarang, menyasar kepada para pebisnis yang mengerjakan pekerjaan bisnisnya di Semarang. "Dampak dari Yogya yang kurang kondusif keuntungan bagi kami yang di Semarang. Untuk ruangan pertemuan bagi pebisnis tingkat okupansinya sampai 90 persen," ujarnya.

Dafam Semarang menyediakan 6 ruang pertemuan dengan kapasitas mulai dari 20 sampai 500 orang. Fasilitas lainnya Charlotte restaurant, piccadilly lounge and bar, business centre, media centre, fitness centre, drugstore, TV kabel, driver room, 24 jam layanan travel agent, butik, Wifi internet, dan juga layanan spa. Disamping juga 103 kamar yang terdiri dari 87 deluxe, 5 suite, 1 royal suite. "Kami juga punya media center yang buka 24 jam," kata Andhy. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar