Jumat, 18 Maret 2011

Rumah Idaman “Semarang, Pusat Jaringan Hotel Dafam” plus 2 more

Rumah Idaman “Semarang, Pusat Jaringan Hotel Dafam” plus 2 more


Semarang, Pusat Jaringan Hotel Dafam

Posted: 18 Mar 2011 10:45 PM PDT

SEMARANG, KOMPAS.com - Jaringan hotel nasional Dafam Hotels and Resort resmi dibuka pada Jumat (18/3/2011) malam, oleh Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik. Hotel Dafam yang telah diluncurkan pada 18 November 2010 lalu optimistis dapat menembus kancah persaingan dunia perhotelan di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, Jero Wacik kepada wartawan mengatakan, pihaknya mendukung pertumbuhan beragam segmentasi perhotelan di Indonesia, baik itu hotel berbintang lima sampai kelas melati. Hadirnya Dafam di Semarang, kata Wacik, semakin mendukung sektor pariwisata yang ada di Jawa Tengah.

"Saya mendengar bahwa Dafam akan membuka 20 hotel sampai tahun 2015, menurut saya itu sangat baik sekali karena sangat mendukung sektor pariwisata juga menciptakan lapangan kerja," ujar Jero Wacik.

Pemilik Dafam Hotels and Resorts, Soleh Dahlan mengatakan pihaknya berani membangun hotel lantaran perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi baik. Dirinya juga melihat tren masyarakat kelas bawah yang juga membutuhkan hotel sebagai sarana penunjang wisata. "Kita lihat sekarang ini, masyarakat biasa saja bisa naik pesawat untuk wisata. Artinya mereka juga membutuhkan sarana penunjang seperti hotel. Pariwisata sedang menjadi tren, hotel diuntungkan dengan tren ini," paparnya.

Meski berani mengoperasikan hotel-hotel yang rencananya akan didirikan di seluruh Indonesia, Dahlan mengakui hotelnya dibangun bukan di kota-kota dengan kategori ring A atau prime. "Kami sengaja mendirikan di kota yang tidak terlalu ramai. Tapi, kami yakin dengan mendirikan hotel di tempat potensial untuk turis dan bisnis," jelasnya.

Memilih kota Semarang tepatnya di Jalan Imam Bonjol sebagai kantor pusat, Dahlan optimis mampu menguasai pasar perhotelan khususnya di Jawa Tengah. Pada kesempatan yang sama, turut diresmikan pula Hotel berkonsep minimalis, Hotel Marlin Pekalongan. Dafam menargetkan 10 hotel baru sampai tahun 2012 dan meningkat menjadi 20 hotel sampai tahun 2015. Proyek properti lainnya yang dalam tahap pembangunan adalah Hotel Dafam Cilacap dan Hotel Dafam Pekalongan.

Hotel Dafam Semarang memiliki 103 kamar yang terdiri dari 87 kamar jenis deluxe, 10 jenis eksekutif, 5 jenis suite, dan 1 royal suite. Fasilitas lainnya ada 6 ruang pertemuan dengan kapasitas mulai 20-500 orang, Charlotte restaurant, piccadilly lounge and bar, business centre, media centre, fitness centre, drugstore, TV kabel, driver room, 24 jam layanan travel egen, butik, Wifi internet, dan juga layanan spa. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

The Cape, Kemewahan SOHO di Tepi Laut

Posted: 18 Mar 2011 10:39 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang properti Singapura Far East Organization dalam pameran propertinya di Indonesia, menampilkan satu karya terbarunya. Properti baru yang dikembangkan dengan konsep SOHO (Small Office Home Office) ini terletak di tepi laut dengan status hak milik.

The Cape merupakan rancangan tim yang telah sukses mempelopori konsep SOHO di Singapura, dimana semua unitnya dirancang dengan ketinggian ruangan sekitar 3,4 meter. Pemilik memiliki keleluasaan untuk pengaturan tata letak dan ruang .

SOHO mewah ini terletak di distrik 15, kawasan utama di Jalan Amber 25. The Cape memiliki keuntungan letak di area sekitar Marine Parade, Amber Road dan Kantong, area strategis untuk menikmati kehidupan kota dan suasana pantai. Untuk akses jalan, dari The Cape, Anda dapat berkendara mencapai pusat kota baru Marina Bay Sands Integrated Resort, Marina Bay Financial Centre, dan Gardens by the Bay hanya sekitar 10 menit.

Bangunan mewah berstatus hak milik ini terdiri dari 76 unit elegan, didukung desain nan canggih. Gaya hidup mewah pemilik difasilitasi penyediaan perlengkapan dapur dari label kenamaan Gaggenau dari Jerman, juga rancangan dapur eksklusif oleh Willin Low, penata dapur selebriti dari Wild Rocket. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Far East Organization Gelar Pameran Properti Singapura di Hotel Mulia

Posted: 18 Mar 2011 10:33 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang properti terbesar di Singapura Far East Organization menggelar pameran properti Singapura selama dua hari, dimulai hari ini (Sabtu, 19/3/2011) hingga besok (Minggu, 20/3/2011), yang akan berlangsung di Hotel Mulia Senayan.

Dalam pameran ini, akan digelar beragam proyek properti Far East Organization dari bangunan perkantoran, hotel, hunian, sampai SOHO (Small Office Home Office).

Far East telah berdiri sejak tahun 1960, dan telah memberikan konstribusi transformasi lanskap perkotaan Singapura. Organisasi ini telah membangun lebih dari 700 pembangunan seluruh spectrum penuh real estate di perhotelan, perumahan, perdagangan, dan sektor industri.

Catatan kesuksesan Far East dengan kepemilikan dan pengoperasian perusahaan penyewaan terbesar perhotelan di Singapura. Termasuk di dalamnya 6 hotel, 11 pelayanan tempat tinggal, dan 1.200 apartemen.

Pengembang ini juga telah memangkan 6 penghargaan FIABCI Prix d'excellence yang telah diakui dunia Internasional. Proyek-proyek tersebut adalah, Bayshore (1999), Far East Square (2001), Gardenville (2002), Fullerton Square (2003), Orchad Scotts (2009), dan Pusat (2010). (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar