Rabu, 16 Maret 2011

Rumah Idaman “RUU Rusun Wajibkan Pengembang Bangun 20 Persen Dulu” plus 2 more

Rumah Idaman “RUU Rusun Wajibkan Pengembang Bangun 20 Persen Dulu” plus 2 more


RUU Rusun Wajibkan Pengembang Bangun 20 Persen Dulu

Posted: 17 Mar 2011 05:56 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengembang rumah susun (rusun) harus bersiap merogoh modal lebih besar. Dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Rusun mengatur larangan bagi pengembang menjual rusun bila pembangunan fisiknya belum rampung 20 persen. RUU Rusun saat ini masih dalam pembahasan DPR dan targetnya kelar April nanti.

REI keberatan bila dalam RUU Rusun melarang pengembang menjual rusun bila pembangunan rusun belum rampung 20 persen. Beleid ini menyulitkan para pengembang terutama dalam hal pendanaan.

-- Setyo Maharso

Wakil Ketua Komisi V DPR, Muhidin M. Said mengatakan dengan aturan tersebut para pengembang rusun tak boleh lagi sekadar berjualan brosur pada konsumen. "Selama ini mereka melakukan jual beli, tapi dengan bangunan yang belum ada, itu tidak bisa lagi," ujarnya usai rapat dengan Kementerian Perumahan Rakyat, Rabu (16/3).

Menurut Muhidin, dalam RUU Rusun juga bakal mengatur mekanisme jual beli ataupun sewa-menyewa antarkonsumen. Tujuannya agar kepemilikan rusun tepat sasaran yakni untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Pengadaan rusun memang merupakan salah satu langkah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini masih ada kekurangan perumahan sebanyak 7,4 juta unit. Padahal pertumbuhan pembangunan rumah hanya 200.000 unit per tahun.

Untuk itu, RUU tersebut diatur mengenai sasaran kepemilikan. "Yang berhak memiliki rusun adalah masyarakat berpenghasilan sekitar Rp 2 juta," ujar Muhidin.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Srihartoyo menjelaskan di dalam RUU Rusun ini akan diatur mekanisme jual beli. Pada dasarnya bisa saja pemilik menjual rusunnya. Namun pemilik harus menjual ke lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah.

Dan lembaga tersebut yang berhak menjual kembali ke masyarakat. Tentunya masyarakat yang bisa memiliki sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. "Nanti kalau RUU sudah jadi, baru ditunjuk lembaganya," ungkapnya.

REI keberatan

RUU Rusun ini merupakan inisiatif dari DPR. Pasalnya DPR menilai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rusun sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.

Ketua Real Estate Indonesia Setyo Maharso merasa keberatan bila dalam RUU Rusun melarang pengembang menjual rusun bila pembangunan rusun belum rampung 20 persen. Beleid ini menyulitkan para pengembang terutama dalam hal pendanaan.

Setyo menilai jika ketentuan ini berlaku, kelak pengembang harus menyediakan dana lebih besar. Terlebih membangun rusun butuh modal lebih besar dan waktu lebih lama ketimbang landed house. "Kami minta DPR mencari solusi terbaik bagi pengembang dan konsumen," pinta dia. (Kurnia Dwi Hapsari/M Fasabeni/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

PT Wika Tarik Mundur Proyek Mal dan Tol di Libya

Posted: 17 Mar 2011 12:35 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menarik mundur beberapa proyek di Timur Tengah. Salah satunya adalah proyek pembangunan di Libya. "Hanya bersifat sementara, hal ini dilakukan agar rekan pekerja kami tidak menjadi korban konflik," ujar Board of Management PT Wijaya karya Djoko Rianto, Rabu (16/3/2011).

WIKA yakin, keputusan ini tidak akan memengaruhi citra perusahaan infrastruktur Indonesia di sana. "Sebenarnya kita tidak dilirik karena kalah saing dengan China, mereka menawarkan harga murah, tapi karena kerja kami cepat dan infrastruktur yang kami bangun bagus, mereka jadi sering melibatkan kami," ujarnya percaya diri.

Informasi saja, perusahaan konstruksi ini sedang dalam proses pengerjaan proyek pusat perbelanjaan (mal) di Qurji Investment Complex di Tripoli, Libya, senilai 16 juta dollar AS atau sekitar Rp 141,59 miliar. Proyek mal tersebut sudah digarap sejak September 2010 dan ditargetkan kuartal kedua tahun ini selesai. "Sekitar 30 persen sudah beres" ujar Djoko. WIKA belum tahu secara pasti kapan proyek ini akan kembali berjalan.

Selain membangun pusat perbelanjaan, emiten BUMN ini sedang mengerjakan proyek lanjutan dari proyek jalan tol East West Motorway yang menghubungkan Maroko dengan Aljazair Timur di AlJazair, Afrika Utara. Nilai kontraknya sebesar 5,5 juta dollar AS. "Sekitar 200 km lagi yang belum selesai, AlJazair berharap WIKA akan terus mengerjakan proyek tersebut sampai rampung," ujar Djoko yang menargetkan pada 2012 proyek tersebut selesai dibangun. (Mia Winarti Syaidah/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Masjid Al Irsyad, Miniatur Kabah Berdinding Kaligrafi

Posted: 17 Mar 2011 12:01 AM PDT

KOMPAS.com — Di kota mandiri Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung, ada sebuah masjid kebanggaan. Masjid Al-Irsyad namanya, karya arsitek kenamaan Ridwan Kamil.

Masjid Al-Irsyad mulai dibangun pada 7 September 2009 dan diresmikan pada bulan Agustus 2010. Masjid ini merupakan karya arsitek Ridwan Kamil, terinspirasi oleh Kabah di Masjidil Haram, Mekkah. Kalau Anda perhatikan, pada dinding masjid ini detailnya dibentuk tulisan kaligrafi dengan kalimat As-Syahadah.

Pada saat azan maghrib menggema sampai malam hari, cahaya yang terang dari dalam masjid akan memancar keluar. Ini seolah sebagai ajakan memanggil umat untuk beribadah. Masjid ini cukup luas karena berdiri di atas lahan seluas 1 hektar serta mampu menampung 1.500 jemaah.

Di dalam masjid, Anda akan menemukan ketenangan dan kenyamanan beribadah karena konsepnya dipadukan dengan balutan alam. Seperti arah kiblat yang dibuat terbuka dengan alam, kemudian dinding-dinding masjid dengan ruang keluar masuk udara, juga batu-batu alam di pinggir ruang dalam masjid.

Masjid Al-Irsyad juga memegang predikat sebagai satu dari lima bangunan terbaik tahun 2010 (Building of The Year), menyisihkan pesaingnya dari berbagai negara. Begitu diresmikan pada bulan Agustus 2010, bangunan masjid yang memadukan unsur lingkungan dan semangat Islami langsung memenangkan hati banyak pihak. (Natalia Ririh)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar