Senin, 07 Maret 2011

Rumah Idaman “Lippo Jadikan Investor Ritel Asing sebagai Mitra Strategis” plus 2 more

Rumah Idaman “Lippo Jadikan Investor Ritel Asing sebagai Mitra Strategis” plus 2 more


Lippo Jadikan Investor Ritel Asing sebagai Mitra Strategis

Posted: 07 Mar 2011 01:53 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja sama antara PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan sejumlah investor ritel asing untuk mengembangkan bisnis Hypermart mulai menemukan titik terang. Kabarnya, keinginan pemegang saham untuk menjadikan para investor sebagai mitra strategis disambut positif para investor.

Peritel asing yang berminat adalah Lotte Shopping Co Ltd (Lotte) peritel asal Korea Selatan, Shinsigae Co dari Korea Selatan, peritel AS Wal-Mart Stores Inc, dan Groupe Casino dari Prancis.

Seperti diketahui, ada sejumlah peritel asing yang mengincar bisnis ritel milik Lippo Group, Hypermart yang saat ini berada di bawah naungan MPPA.

Salah satu peritel yang secara resmi menyatakan ketertarikan adalah peritel asal Korea Selatan Lotte Shopping Co Ltd (Lotte). Namun, berdasarkan penelusuran KONTAN, ada tiga peritel asing lain yang juga berminat, yaitu Shinsigae Co. dari Korea Selatan, peritel AS Wal-Mart Stores Inc, dan Groupe Casino dari Prancis.

Belum ada pernyataan resmi dari manajemen terkait bentuk kerja sama seperti apa yang akan terjalin. Apakah para investor itu akan masuk sebagai pemegang saham atau hanya sebatas mitra strategis.

Namun, CEO Lippo Group James Riady mengemukakan, jika didasarkan strategi bisnis perseroan, pilihan mengajak para investor menjadi mitra strategis adalah pilihan yang paling pas. "Kita inginnya mengajak menjadi mitra saja, mereka (investor) mau kok diajak jadi mitra," ujarnya.

Bisa dibilang, nantinya para investor tersebut hanya menyetorkan modalnya saja tanpa ikut mengelola dalam manajemen. (Amailia Putri Hasniawati/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Summarecon Agung Bidik Lahan di Luar Jawa

Posted: 07 Mar 2011 01:47 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  Setelah mengakuisisi lahan di Bandung, Jawa Barat, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kembali mengincar lahan untuk dikembangkan. Lokasinya berada di luar Pulau Jawa dan merupakan salah satu rencana ekspansi perseroan jangka panjang.

Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan ekspansi ke Makassar dan daerah-daerah lain.

-- Johanes Mardjuki

"Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan ekspansi ke Makassar dan daerah-daerah lain," jelas Direktur Utama Summarecon Agung Johanes Mardjuki. Namun, ia belum bisa memastikan kapan akan merealisasikan niatan tersebut.

Seperti diketahui, pada September 2010 lalu, perseroan telah mengakuisisi lahan di Bandung, Jawa Barat seluas 60 hektare (ha). Selanjutnya, di wilayah yang sama, SMRA juga akan memperlebar ranah akuisisnya menjadi 200 ha hingga 300 ha.

Untuk aksi korporasinya itu, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 600 miliar dan hingga saat ini perseroan telah mengeluarkan dana sekitar Rp 100 miliar. Untuk pendanaan, SMRA akan mengandalkan kas internal dan sumber lain yaitu melalui penerbitan obligasi atau penerbitan saham baru melalui rights issue. (Amailia Putri Hasniawati/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Ancol Bangun Jalur Sepeda 1,4 Km di Eco-Park

Posted: 07 Mar 2011 01:17 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pembangunan Jaya Ancol sedang membangun jalur sepeda dan jalur jogging sepanjang 1,4 kilometer di kawasan Eco-Park di bekas lapangan golf Ancol. Jalur sepeda ini dijadwalkan selesai Juni 2011.

Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi dalam percakapan dengan Kompas.com di ruang kerjanya Senin (7/3/11) sore menjelaskan, jalur sepeda dan tempat jogging itu dibangun di kawasan yang baru dibangun, yaitu Eco-Park.

"Ini pembangunan yang fenomenal bagi Ancol. Membangun Eco-Park di lahan seluas 35 hektar, yang sebelumnya lapangan golf," ungkap Budi Karya Sumadi, lulusan SMA Xavverius I Palembang tahun 1975 dan arsitek lulusan Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Apa pertimbangan Ancol membangun kawasan Eco-Park?

Menurut Budi, pertama, pemanfaatan Eco-Park lebih luas dan menyebar dibandingkan jika hanya menjadi lapangan golf. Kedua, keberadaan Eco-Park saling melengkapi dengan wahana rekreasi lainnya dan menjadi pusat rekreasi lingkungan.

Ketiga, kawasan Eco-Park menjadi tambahan paru-paru kota, dan keempat Eco-Park menjadi tempat belajar karena di sini ditanam 100 pohon tropis yang langka.

Di kawasan Eco-Park ini, kata Budi, dibangun aqua sand, kanal sepanjang 1,2 kilometer, selain jalur sepeda dan tempat jogging.

Di tengah-tengah Eco-Park dibangun lapangan seluas 4 hektar dengan kapasitas 30.000 orang. Lapangan ini dapat digunakan untuk pentas musik dan acara kemah bersama.

"Ancol juga membangun gedung pameran dan konvensi Ancol Eco-Park Exhibition, yang berkapasitas 3.000 orang. Gedung ini dijadwalkan beroperasi Agustus 2011 ini," jelas Budi Karya.

Tahun 2005, Ancol pernah mendapat penghargaan Forbes Asia sebagai Asia's Top 200 Small and Midsize Companies. (KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Comment Is Free But Freedom Is Slavery - An Exchange With The Guardian's Economics Editor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar