Minggu, 12 Juni 2011

Rumah Idaman “Bandung Masih Diincar untuk Bintang Lima” plus 2 more

Rumah Idaman “Bandung Masih Diincar untuk Bintang Lima” plus 2 more


Bandung Masih Diincar untuk Bintang Lima

Posted: 13 Jun 2011 04:33 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Peluang investasi hotel di Bandung masih cukup tinggi, mengingat kota ini salah satu potensi pariwisata. Tak heran, Bandung masih menjadi incaran kalangan perusahaan properti untuk berekspansi, menyusul makin ketatnya persaingan bisnis hunian hotel.

"Bandung masih jadi kota tujuan untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang potensial dan diunggulkan," kata Nandya Widya, Direktur Utama PT. Metropolitan Golden Management dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (13/6/2011).

Untuk itu, MGM, sebagai salah satu operator jaringan hotel Harisson berencana membuka hotel berbintang lima di Bandung. Hotel bernama Grand Horison Pasteur Bandung ini direncanakan beroperasi pada 2013.

Hotel ini terletak di Jalan Baros, Bandung, dengan fasilitas kondotel mewah 15 lantai, dengan 395 kamar, 15 unit apartemen pada lantai paling atas, ruang pertemuan dengan luas 6.500 meter persegi yang berkapasitas 4.000 -4.500 orang. Fasilitas lainnya seperti water park seluas 1 hektar, area belanja, pusat fitnes dan spa, taman bermain anak, dan rute jogging.

Nandya mengatakan, Grand Horison Pasteur Bandung ini merupakan hotel bintang lima kedua, setelah Horison Palembang yang akan dioperasikan oleh MGM. Adapun jaringan hotel lainnya adalah Horison Bekasi, Horison Bandung, Horison Semarang, Horison Makasar, Horison Kendari, Plaza Inn Kendari, dan Aziza Pekanbaru. Untuk hotel yang dioperasikan sampai 2011 oleh MGM antara lain adalah hotel Banjarmasin, Horison Samarinda, Horison Purwokerto, Horison Bogor, Horison Brastagi, @Hom Tambun Bekasi, @ Hom Solo, Red Dot Bangka, dan Aziza Palembang.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Perlu Cermat Pilah-Pilih Bak Cuci

Posted: 13 Jun 2011 04:01 AM PDT

KOMPAS.com - Sebuah keluarga mungkin saja tidak suka memasak di rumah dan lebih sering membeli makanan jadi, tapi mencuci piring pasti dilakukan sesudahnya. Sama halnya dengan keluarga yang gemar memasak dan harus mencuci bahan masakan, sayur, dan buah.

Bak cuci akan selalu digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, agar memudahkan proses mencuci, beberapa pertimbangan perlu diperhatikan agar jangan salah memilih bak cuci di rumah.

1. Ukuran Kedalaman

Semakin kecil dapur, bak cuci yang kecil semakin sesuai. Pada umumnya, kedalaman bak yang dipilih 20 cm, namun jika membutuhkan bak cuci dengan volume besar dapat memilih bak dengan kedalaman 25 cm. Semakin dalam bak, cipratan air semakin sedikit. Namun dasar bak akan semakin sulit dijangkau anak kecil.

2. Jenis Pemasangan

Untuk jenis Drop-in, cara pasangnya mudah, yaitu dimasukkan ke dalam lubang yang tersedia. Namun, perlu penanganan ekstra saat membersihkan daerah pertemuan bibir bak dengan meja dapur yang menyisakan celah karena dapat menjebak kotoran, air, dan sisa makanan.

Jenis under-mount dipasang dari bawah meja dapur agar bibir bak tersembunyi dan lebih bersih. Syaratnya, bak ini harus diaplikasikan dengan meja dapur yang terbuat dari bahan yang kuat dan dapat menahan beban bak.

jenis integrated dibuat menyambung pada meja dapur dan menjadi satu kesatuan. Pemasangannya dimasukkan ke dalam lubang seperti bak drop-in, tapi bibir bak sejajar dengan permukaan meja dapur seperti bak under-mouth.

Sementara jenis apron, bagian depan bak dibuat menjorok keluar melebihi ketebalan meja dapur, sehingga lebih memudahkan pengguna untuk menjangkau keran.

3. Jumlah Mangkuk

Single Bowl atau bak tunggal cocok untuk dipakai di rumah dengan dapur yang sempit. Bak ini dapat menampung panci atau peralatan dapur lainnya yang berukuran besar, juga mudah untuk dibersihkan.

Untuk Double Bowl cocok digunakan jika mempunyai dapur yang luas. Bentuknya bervariasi antara dua bak sama besar, atau satu bak lebih kecil dari yang lain, tergantung kebutuhan. Bak cuci ini memudahkan lebih dari satu orang melakukan tugas yang berbeda, misalnya mencuci piring dan menyiapkan bahan masakan.

Sementara Triple Bowl adalah bak cuci dengan tiga lubang, yang biasanya memiliki dua bak besar di masing-masing sisi dan satu bak kecil di tengah untuk keperluan tambahan. Ukurannya yang luas memudahkan beberapa orang untuk bekerja sekaligus.

4. Pilihan Material

Stainless-steel adalah bahan paling populer karena tahan lama, mudah perawatan, ekonomis, dan cocok untuk berbagai gaya interior. Kekurangannya, berisik saat digunakan, dapat tergores meski samar, dan percikan air akan membekas jika tidak segera dibersihkan.

Porcelain enamel biasanya berbahan dasar besi tuang, kemudian dilapis dengan cat enamel yang mengkilat, mudah dibersihkan, dan menyediakan berbagai warna. Kekurangannya, jika lama digunakan, bahan porselen dapat rusak dan besi tuang akan berkarat. Pemakaian pembersih kimia juga dapat merusak kilat porselen.

Solid surface adalah perpaduan dua atau lebih bahan yang diproses dan menghasilkan bahan baru yang kuat, tahan lama, tahan gores, dan mudah perawatannya. Jika dipadukan dengan meja dapur dari bahan yang sama, akan dihasilkan perpaduan yang mewah dan mulus tanpa sudut. Kekurangannya, bahan ini tidak tahan suhu tinggi, mudah retak, dan mahal.

Akrilik adalah bahan yang tidak berkarat, tahan goresan, mudah dibersihkan, ekonomis, mudah dipasang, serta dapat dibentuk sesuai keinginan. Namun, pada suhu tinggi, material ini dapat retak atau memuai.

Batu alam baik itu batu granit dan marmer juga sering dipakai sebagai bahan bak cuci karena tahan lama dan indah. Namun, materialnya yang berat membutuhkan penanganan ekstra, misalnya dengan menambah kabinet di bawah bak sebagai penunjang.

Komposit atau perpaduan antara batu alam dengan bahan sintetik biasanya berwarna abu-abu gelap, sehingga setiap goresan akan samar. Bahan ini juga tersedia dalam warna lain, mudah dibersihkan, tahan lama, tidak mudah rusak, dan tahan suhu. Namun, bahan ini tergolong mahal. (Maria Jaclyn)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Pariwisata Tingkatkan Ritel Indonesia, China, dan India

Posted: 13 Jun 2011 03:22 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan properti Cushman and Wakefield memaparkan, bahwa prospek sektor ritel di Indonesia, China, dan India menunjukkan peningkatan karena kuatnya faktor pariwisata dan tingkat konsumsi di kawasan tersebut.

"Sektor properti ritel menarik para investor secara signifikan di 2010 dan kuartal I - 2011. Penyebabnya perbaikan sektor pariwisata antarnegara Asia, juga tingginya konsumerisme terutama di China," kata Handa Sulaiman, Executive Director Cushman and Wakefield Indonesia, di Jakarta, Senin (13/6/2011).

Peningkatan pasar ritel di tiga negara ini juga disebabkan oleh ekspansi para peritel lewat aset-aset mereka. Peritel dimulai dari jenis makanan, mode dan busana, peritel barang-barang konsumen yang bergerak cepat sampai barang-barang mewah.

Didukung fundamental yang kuat, pembelian aset-aset sektor ritel tetap aktif pada 2011. Untuk catatan transaksi di kawasan Asia Pasifik mencapai 4,6 Miliar Dollar AS pada kuartal pertama 2011.

Catatan tersebut jauh di atas volume pada umumnya yang sebesar 4,3 Miliar Dollar AS pada periode yang sama sejak 2007. Sektor lain incaran para investor adalah sektor properti perhotelan.

"Aset properti sektor perhotelan akan menjadi pertimbangan para investor karena peningkatan tren pariwisata domestik dan internasional," kata Handa.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar