Selasa, 28 Juni 2011

Rumah Idaman “Furniturnya Pas, Kamar pun Jadi Multifungsi!” plus 2 more

Rumah Idaman “Furniturnya Pas, Kamar pun Jadi Multifungsi!” plus 2 more


Furniturnya Pas, Kamar pun Jadi Multifungsi!

Posted: 29 Jun 2011 05:21 AM PDT

KOMPAS.com - Bila Anda memiliki rumah dengan ukuran cukup luas, termasuk juga juga untuk kamar anak, Anda bisa memaksimalkan isian ruang dengan beragam fungsi. Selain untuk beristirahat, di kamar ini kegiatan belajar maupun bermain bisa dilakukan di sini.

Beragam kegiatan yang bisa dilakukan anak di dalam kamarnya akan menjadikan ruang tidur begitu multifungsi. Konsep multifungsi ini juga bisa diwujudkan lewat pemilihan furniturnya seperti pada gambar contoh kamar anak ini.

Pada bagian sudut kamar tidur jelas diperuntukkan untuk tempat tidur untuk anak. Tempat tidur yang dipilih ini adalah jenis tempat tidur rendah dipadu dengan laci-laci yang berfungsi untuk penyimpanan pada bagian peyangga.

Pada bagian sudut lainnya, sejajar dengan tempat tidur, terdapat meja belajar anak. Di sini buah hati Anda bisa belajar dengan nyaman karena didukung dengan meja dan kursi yang tepat pula.

Supaya tidak memberi kesan berat, pilih meja belajar dengan konsep melayang yang juga built in atau menempel pada dinding. Penambahan satu kaki kursi berbentuk ramping akan memberi kesan menarik pada meja ini.

Berprinsip tetap ingin memaksimalkan ruang kosong, pada bagian atas meja belajar diberi ambalan dan satu rak buku built in. Buku dan peralatan sekolah bisa ditata rapi di area ini.

Sementara di seberang meja belajar dan tempat tidur, ada area bermain anak yang mengambil tempat paling luas. Berhadapan dengan lemari pakaian, area bermain anak ini dilengkapi sofa L yang empuk dan dibatasi rak vertikal. Di bawah sofa, Anda  bisa menggelar karpet dan bantal-bantal besar untuk memberikan tambahan kenyamanan.

Untuk memberi efek luas, pada bagian atas sofa tadi Anda bisa memberi cermin berbentuk memanjang. Sementara di atas cermin itu bisa ditempatkan foto-foto buah hati Anda agar tidak tampak terlalu kosong.

Bisa dikatakan, area multifungsi di kamar ini juga tetap bisa dipakai bila buah hati Anda beranjak dewasa. Konsep multifungsi tetap bisa dipraktekkan, hanya perubahan warna dan aksesoris di dalamnya bisa dilakukan tergantung selera anak Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Demi Anak, Singkirkan Furnitur Beracun!

Posted: 28 Jun 2011 12:15 PM PDT

KOMPAS.com - Memilih furnitur yang tepat di kamar anak harus benar-benar menjadi pertimbangan orang tua. Sembarang memilih furnitur bukan hanya berisiko pada kenyamanan, tetapi juga kesehatan dan keamanan buah hati Anda.

Sebagai bahan pertimbangan tersebut, berikut adalah beberapa tips umum yang bisa Anda kembangkan dan manfaatkan untuk memilih furnitur bagi anak:

Utamakan furnitur yang tidak mengandung racun

Anak-anak kita, terutama yang masih balita, masih suka memasukkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Untuk itu, produk furnitur yang mengandung bahan berbahaya seperti zat kimia phthalate acid atau zat golongan ester yang sering digunakan sebagai bahan campuran pembuatan plastik harus dihindarkan, sebab bila tertelan atau sekedar dikulum akan berisiko pada kesehatan buah hati. Maka, perhatikan saat hendak membeli produk dan tanyakan dengan detail urusan kandungan zat yang satu ini.

Pilih furnitur bercat/berpeliturnya tak berbau

Bau menyengat pada lapisan cat atau pelitur furnitur akan mengganggu indera penciuman anak. Bahkan, aroma mau tersebut bisa mengganggu saluran pernafasan akibat bahan kimia yang terkandung tajam. Pilihlah lapisan yang berbahan air, ketimbang bahan minyak dan tiner yang lebih berisiko.

Pilih furnitur kuat

Saat anak-anak tumbuh dan berkembang, salah satu aktivitas anak adalah kesukaannya melompat-lompat. Aktivitas ini bisa dilakukannya di mana saja, termasuk di kamar tidur.

Memang, arena paling disukai untuk menuntaskan hasrat lompat-lompatnya adalah tempat tidur. Karena itulah, pilih ranjang yang kuat menopang ketika anak melompat di atas kasur. Jangan sampai, ketika ia kegirangan melompat, furnitur justru tak kuat menopang dan menyebabkan kecelakaan kecil.

Bukan hanya tempat tidur, karena pilihan furnitur yang kuat juga berlaku pada produk lemari atau rak. Cara mengeceknya, guncangkan furnitur yang tinggi untuk mengetahui kekokohannya. Jangan sampai Anda terkecoh hingga furnitur seperti lemari mendadak jebol saking tidak kokohnya.

Berdesain tahan lama

Anak-anak cepat sekali tumbuh dan berkembang, begitu pula perkembangan bentuk tubuhnya. Membeli furnitur dengan desain tema tertentu bisa jadi hanya dipakai sesaat, misalnya ranjang berbentuk mobil yang hanya bisa dipakai ketika anak berumur 5 - 10 tahun. Sesudahnya, ranjang ini tidak bisa digunakan lagi.

Sebagai solusinya, Anda bisa memilih menggunakan furnitur jenis knock down. Dengan memilih furnitur tahan lama, kemungkinan pemakaiannya bisa lebih lama juga. Misalnya, Anda bisa memilih ranjang bermodel klasik atau standar dengan warna netral seperti putih atau krem. 

Pilih furnitur aman

Furnitur yang aman adalah seperti bagian sudut-sudutnya tidak runcing atau tajam, tapi membulat. Sudut yang tajam akan berbahaya bagi fisik buah hati yang tengah bermain atau beraktivitas di kamar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Agar Si Sulung dan Si Bungsu Mau Berbagi Nikmat Tidur

Posted: 28 Jun 2011 08:31 AM PDT

KOMPAS.com - Dua putra Anda, si sulung yang mulai bertambah usia mengeluh tak mau lagi bila harus berbagi kasur dengan si bungsu yang baru saja belajar tidur tanpa orangtua. Sementara untuk menambah kamar anak lagi rasanya tidak mungkin, karena Anda tidak atau belum merancang anggarannya sebagai pengeluaran rumah tangga.

Jangan khawatir. Bagaimana jika masalah ini Anda selesaikan dengan membeli ranjang susun atau akrab disebut dengan tempat tidur bertingkat?

Seperti namanya, ranjang ini merupakan dua ranjang yang disusun vertikal. Selain menghemat tempat dan jumlah kamar tidur anak di dalam rumah yang cenderung sempit, ranjang seperti ini dapat juga mengatasi permasalahan yang dikeluhkan si sulung.

Tempat tidur tingkat memang banyak ragamnya. Ada didesain secara sederhana dengan paduan warna-warni, bunk bed yang ditambah dengan laci-laci penyimpan, lemari, bahkan meja belajar.

Namun, untuk memilih produk ranjang susun, hal patut Anda cermati adalah tingkat keamanannya. Sebaiknya, pilih yang memiliki pengaman, khususnya di ranjang bagian atas, karena di saat tidur terkadang anak sulit mengontrol gerak badannya.

Anak yang tidur di ranjang bagian atas pun sebaiknya yang berusia di atas lima tahun. Hal ini mengingat kontrol keseimbangan tubuhnya lebih baik ketimbang anak usia di bawahnya.

Bila ingin menghemat anggaran, pilihlah tempat tidur tingkat yang didesain knock down dan tahan lama. Dengan desain knock down, ranjang atas bisa diturunkan menjadi tempat tidur baru kalau ada sesuatu keperluan atau perubahan dan Anda tidak punya dana lagi. Sementara itu, desain yang tahan lama bisa digunakan sampai anak-anak kelak tumbuh dewasa.

Jangan lupa, ketika mereka tidur bersama dalam satu kamar, Anda juga perlu memberikan pengertian kepada sulung dan bungsu akan pentingnya berbagi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar