Jumat, 03 Juni 2011

Rumah Idaman “Jangan Lupa Bangun Jalan Baru di Serpong” plus 2 more

Rumah Idaman “Jangan Lupa Bangun Jalan Baru di Serpong” plus 2 more


Jangan Lupa Bangun Jalan Baru di Serpong

Posted: 03 Jun 2011 01:59 PM PDT

oleh Robert Adhi Ksp

Serpong kini merupakan daerah pengembangan properti paling "hot" di Jabodetabek saat ini. Dalam kurun waktu 12 bulan ke depan akan hadir tiga mal baru di Serpong! Mari kita bedah satu per satu.

Pengembang PT Summarecon Agung sedang menyelesaikan Summarecon Mal Serpong (SMS) tahap kedua, menyusul suksesnya SMS I. Mal ini dijadwalkan beroperasi 27 Oktober 2011. Luas SMS II ini 60.000 meter persegi, belum termasuk luas gedung parkir. Kalau digabungkan SMS I dan II, luas totalnya adalah 110.000 meter persegi. Dan jika termasuk gedung parkir, luas totalnya 193.000 meter persegi. Kapasitas gedung parkir di SMS akan menjadi 4.000 mobil.

Soegianto Nagaria, putra Pak Soetjipto Nagaria, pendiri Summarecon Agung, yang aktif dalam urusan sewa-menyewa mal, mengatakan, pengalaman Summarecon Agung yang sukses mengelola Mal Kelapa Gading I, II, III, dan V membuat pengembang itu lebih mudah mengelola SMS I. Ruang tersewa di SMS I sudah tersewa 100 persen, sedangkan ruang tersewa di SMS II sampai April 2011 sudah 70 persen. Artinya, jika digabung, ruang tersewa total sudah 85 persen. Beberapa penyewa utama SMS II adalah Centro Department Store, Do It Best Pongs Home Center, dan Eat and Eat Food Market.

Lalu kita lihat Alam Sutera. Pengembang ini juga sedang menyelesaikan pembangunan Mall @ Alam Sutera di tpi Jalan Tol Jakarta-Tangerang di Kilometer 15. Mall @ Alam Sutera dijadwalkan beroperasi April 2012. Mal ini dibangun di atas lahan seluas 7,8 hektar dengan total leasable area sekitar 68.000 meter persegi. Mal setinggi 5 lantai ini terdiri dari 2 lantai untuk area parkir dengan kapasitas 2.500 lot parkir dan 3 lantai untuk area ritel.

Budi Iwantoro, CEO Mall @ Alam Sutera, menyebutkan, tingkat okupansi mal sampai awal Juni 2011 telah mencapai 90 persen, dengan anchor tenant, seperti Sogo Department Store, The Food Hall, Funworld, Mango Farm, Gramedia, Cinema XXI, Chipmunks Playland & Cafe, Electronic Solution, dan Home Solution.

Sebelumnya, di Alam Sutera sudah beroperasi Living World milik Grup Kawan Lama. Mal yang dibangun di tengah permukiman Alam Sutera ini menampilkan gerai Ace Hardware dan Index, serta puluhan gerai food and beverage. Selain itu, di Alam Sutera juga sudah dibangun pusat makanan Flavour Bliss, di mana Bandar Djakarta menjadi pelopornya. Kini sudah ada Starbucks, Sari Sanjaya, dan banyak tempat makanan yang asyik lainnya.

Pengembang Sinar Mas Land sedang merancang lifestyle mall yang dinamakan The Breeze dengan area tersewa 24.300 meter persegi dan luas lantai seluruhnya 53.000 meter persegi. CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja yang juga cucu taipan Eka Tjipta Widjaja mengatakan, mal yang berkonsep entertainment dan leisure ini dijadwalkan beroperasi pertengahan  2012. Sebagian besar (45 persen) area mal untuk food and beverage, selebihnya 55 persen untuk supermarket, pusat kebugaran, pusat gadget, kecantikan, dan sinema. Hero Supermarket kelas Premium akan menempati lokasi seluas 3.000 meter persegi.

Yang menarik dari The Breeze adalah ini akan menjadi mal pertama yang memiliki suasana alam terbuka dengan danau seluas 3 hektar dan panorama tepi Sungai Cisadane. Semua kafe akan menghadap danau dan sungai. Kelebihan lanskap inilah yang menjadi keunggulan The Breeze. Michael, generasi ketiga keluarga Eka Tjipa Widjaja, tampaknya memberi jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengemuka: mengapa BSD belum juga membangun mal yang sesuai kebutuhan warga BSD. Dan The Breeze adalah jawaban yang paling pas.

Serpong, yang kini masuk wilayah Kota Tangerang Selatan, menjadi pusat pertumbuhan baru. Empat pengembang besar yang membangun di Serpong, BSD, Summarecon, Paramount, dan Alam Sutera setiap tahun menangguk laba berlipat ganda atas penjualan rumah-rumah menengah atas.

Pengembang pun ramai-ramai membangun berbagai fasilitas pelengkap. Summarecon perintis pertama dengan membangun SMS I di tengah permukiman. Saya tidak bisa membayangkan betapa beraninya Pak Soetjipto Nagaria dan timnya membangun mal yang lokasinya jauh dari keramaian Jakarta. Akan tetepi, kepiawaian Sumamrecon mengelola Mal Kelapa Gading menjadi modal utama membangun dan mengelola Summarecon Mal Serpong. Mal ini selalu ramai dikunjungi meski tak jauh dari lokasi itu sudah ada Supermal Karawaci di Lippo Village.

Fasilitas lainnya yang dibangun di Serpong adalah universitas. Di BSD, sejak lama ada Swiss German University (SGU) dan kini Universitas Prasetiya Mulya. Serta Universitas Katolik Atma Jaya yang memiliki lahan 20 hektar di Serpong.

Di Gading Serpong, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terus membangun kampus baru dengan target 20.000 mahasiswa. Sampai Juni 2011, sudah  4.000-an mahasiswa kuliah di UMN milik Kompas Gramedia itu. Adapun di Alam Sutera sedang dibangun Binus University di dekat Mal Living World.

Bisa dibayangkan, dalam beberapa tahun ke depan Serpong akan menjadi pusat pendidikan berkualitas. Tidak heran jika kini pengembang membangun apartemen yang menyasar mahasiswa. Seperti yang dilakukan Alam Sutera, Paramount Serpong, dan Summarecon Serpong.

Satu hal yang menggelitik saya sebenarnya adalah infrastruktur jalan. Sudah saatnya pengembang besar-besar yang sukses menjual properti di Serpong ini membangun jalan baru yang saling terkoneksi. Misalnya, jalan baru Alam Sutera ke BSD, atau jalan baru BSD ke Gading Serpong, serta jalan baru Gading Serpong ke Lippo Village. Ketika bertemu dengan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany belum lama ini, saya sempat menanyakan ini. Dan Bu Airin mengatakan sudah punya rencana membuka akses jalan baru dari Alam Sutera menembus BSD lewat Jelupang.

Sementara  Presdir Paramount Serpong Tanto Kurniawan memastikan jalan tembus baru BSD ke Gading Serpong akan beroperasi September 2011.

Akses baru ini memang sudah merupakan keharusan. Serpong sudah tumbuh menjadi daerah pertumbuhan baru. Sungguh tidak logis jika kita hanya mengandalkan Jalan Raya Serpong sebagai akses utama. Mal terus bertambah, rumah-rumah baru terus dibangun, universitas dan apartemen makin banyak. Mudah-mudahan jalan baru yang menghubungkan wilayah pengembang satu dengan pengembang lainnya juga dibangun dan dibuka. 

*) Robert Adhi Ksp, editor di Kompas.com, penulis buku "Rahasia Sukses Pengusaha Properti" (Juli 2011, Bhuana Ilmu Populer)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Central Park Mal, Raih Penghargaan Bergengsi Tingkat Asia Pasifik

Posted: 03 Jun 2011 12:57 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Bersaing dengan banyak negara di tingkat Asia Pasifik, Central Park Mal berhasil meraih penghargaan bergengsi Highly Commended Retail tingkat Asia Pasific, yang berlangsung di Longemont Hotel, Shanghai. Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian International Property Awards bekerjasama dengan Bloomberg dan Google.

Veri Y Setiady, Executive Director Central Park Mal mengatakan penghargaan ini menjadikan Central Park sebagai mal pertama di Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi di tingkat Asia Pasific. "Sebelumnya kami mendapatkan penghargaan Best Retail Development oleh Asia Pacific Property Awards 2011 untuk tingkat nasional pada bulan April 2011," katanya lewat siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (3/6/2011).

Saat proses penjurian, kata Veri, kompetisi ini melewati proses yang ketat dengan panel juri yang dikepalai oleh Lord Bates of Langbaurgh terdiri dari 50 profesional dan pengetahuan kolektif tentang industri ritel meliputi aspek inovasi desain, keamanan dan pengamanan, pelayanan dan fasilitas, dan komunikasi pemasaran.

Penghargaan ini merupakan bagian rangkaian International Property Awards yang didirikan sejak 17 tahun lalu. Ajang ini mencakup komersial ritel, real estate, dan hotel. Setiap tahun, mereka mengidentifikasi para profesional terbaik seluruh dunia di setiap kategorinya.

Central Park Mal didirikan pada 9 September 2009, seluas 22 hektar. Central Park merupakan bangunan mega proyek Podomoro City PT. Agung Podomoro Land, Tbk. Mal ini hadir dengan anchor tenant seperti Sogo dengan luas 22.000 meter persegi, berlantai empat, Carrefour dengan luas 10.000 meter persegi, Blitzmegaplex, Toko Buku Gramedia. Mal ini dilengkapi pula dengan ratusan label Internasional seperti Tod's, Etienne Aigner, Armani Jeans, Hugo Boss, Mango, Zara, dan lainnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Lotte Bakal Beroperasi di Ciputra World Jakarta

Posted: 03 Jun 2011 11:47 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Ciputra Adigraha – anak perusahaan PT Ciputra Property Tbk - menandatangani perjanjian sewa dengan PT Lotte Shopping Plaza Indonesia. Dalam perjanjian tersebut, PT Lotte Shopping Plaza Indonesia –– anak perusahaan Lotte Shopping Co. – menyewa dan mengelola seluruh area di mal Ciputra World Jakarta selama 20 tahun. Area mal seluas 130.000 m2 ini salah satu bagian dari kawasan superblok Ciputra World Jakarta yang sedang dibangun di pusat bisnis Jakarta, Jl Prof Dr Satrio.

Lotte Group mulai beroperasi di Indonesia dengan mengakuisisi PT Makro Indonesia menjadi Lotte Mart, hipermarket yang berkembang cepat dimana saat ini sudah membuka 21 gerai di Indonesia. Melanjutkan sukses membuka hipermarket, kini Lotte menghadirkan Lotte Department Store ke Indonesia yang pertama di Ciputra World Jakarta. "Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan bagi bisnis retail", demikian penilaian Mr. Park Keum Soo, Direktur Lotte Shopping Co.

Lotte Group merupakan group ritel terbesar di Korea Selatan dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Saat ini Lotte Group telah beroperasi di sembilan negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, Vietnam, China, Indonesia dan Rusia. Lini bisnis group ini termasuk retel, makanan dan minuman, pariwisata, petrokimia, konstruksi dan manufaktur. Di sektor ritel, Lotte memiliki dan mengelola Lotte Department Store, Lotte Mart, Lotte Super, Lotte Duty Fee Store dan Lotte Home Shopping. Di kawasan pusat bisnis Seoul, Lotte memiliki Lotte Department Store yang menyediakan brand-brand terkenal seperti Louis Vuitton, Hermes, Gucci dan lain-lain.

"Kami merasa senang dengan kesempatan membuka Lotte Department Store di Ciputra World Jakarta, yang merupakan salah satu superblok terbaik di Jakarta", kata Mr. Suh Chang Suk, Presiden Direktur PT Lotte Shopping Plaza Indonesia. "Selain membuka Department Store kami sendiri dan beberapa ritel lainnya dari Group, kami juga akan bekerja sama dengan pemain retail lain yang telah sukses di Indonesia untuk menciptakan paradigma baru dalam pengalaman berbelanja di Jakarta," kata Suh Chang Suk.

Mal di Ciputra World diharapkan dapat beroperasi di semester kedua tahun 2012. Mal ni akan berdampingan dengan fasilitas lain di Ciputra World seperti all suite hotel Raffles, apartemen myHome serta Raffles Residence, gedung perkantoran Ciputra World, serta Ciputra Artpreneur Centre yang terdiri dari museum seni dan theatre.

Candra Ciputra, Direktur Utama Ciputra Group, menyambut baik kehadiran Lotte Group. "Lotte memiliki prestasi yang meyakinkan dan melayani high end market yang sesuai dengan Ciputra World. Mal ini akan menjadi tujuan yang penting di Jl. Prof. Dr. Satrio yang rencananya akan menjadi sabuk perdagangan dan belanja Jakarta," kata Candra.

Todd Lauchlan, Country Head dari Jones Lang LaSalle, mengungkapkan, "Transaksi ini menunjukkan komitmen dan keyakinan Lotte akan pasar ritel Indonesia, dan pembangunan superblok kelas dunia Ciputra World Jakarta yang dibangun oleh Ciputra Group, perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia."

Jones Lang LaSalle sangat optimis akan kekuatan pasar real estate di Jakarta dan bagian lain di seluruh kepulauan Indonesia, karena didukung kebutuhan investasi yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya kelas menengah dengan kondisi politik yang stabil. "Kami mengantisipasi lebih banyak lagi retailer asing yang akan masuk ke pasar Indonesia." katanya.   PT Ciputra Property Tbk (CTRP) adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 7 November 2007, berfokus pada pengembangan properti komersial di kota-kota besar di Indonesia.

Saat ini CTRP memiliki lima proyek yang telah beroperasi dengan hasil yang cemerlang, yaitu Mal Ciputra Jakarta, Hotel Ciputra Jakarta, Mal Ciputra Semarang, Hotel Ciputra Semarang dan Somerset Grand Citra Apartment. CTRP sedang mengembangkan Ciputra World Jakarta, superblok yang dibangun di atas tanah seluas 5,5 ha di Jl. Prof. Dr. Satrio yang terdiri dari sebuah mal seluas 130.000 m2, 174 kamar Raffles Hotel, 136 unit kondominium myHome, 64.000 m2 gedung kantor Grade-A, 170 unit apartemen servis, 88 unit apartemen mewah Raffles Residences dan Ciputra Artpreneur Centre yang terdiri dari art museum dan auditorium dengan kapasitas 1.200 orang. Di samping Ciputra World Jakarta, CTRP masih memiliki 2 lahan tanah lain sepanjang Jl. Prof. Dr. Satrio dengan total luas area sebesar 5.5 ha.

Tentang Lotte Department Store dan Lotte Shopping Co. Ltd. Sejak pembukaannya di tahun 1979, Lotte Department Store telah memajukan industri retail secara keseluruhan di Korea dengan menampilkan lingkungan belanja yang nyaman, produk berkualitas tinggi, sistem penanganan perdagangan terkini, juga layanan pelanggan paling baik dan ramah.

Tanpa mengacu kepada besar kecilnya toko dan pendapatan, Lotte Department Store telah menjadi perusahaan terkemuka dan paling representatif di sektor sirkulasi perdagangan Korea. Lotte Department Store telah membuka 30 toko di Korea, dan tiga di negara lain (Moskow, Beijing, Ho Chi Minh). Empat proyek lain sedang dalam pengerjaan (Tianjin dan Shenyang di China, Hanoi di Vietnam, dan Russia). Group ini menguasai 43,4 persen dari keseluruhan pangsa pasar Korea.

Lotte Retail adalah perusahaan sirkulasi perdagangan Korea pertama yang masuk ke dalam daftar sistem evaluasi DJSI (Dow Jones Sustainability Index) di tahun 2009. Dow Jones Sustainability Index menaksir kemampuan ketahanan perkembangan enterprise dari perspektif investasi, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Saat ini, hanya 9 perusahaan sirkulasi perdagangan di dunia yang sudah masuk ke sistem DJSI.

Untuk negara Korea, Lotte Department Store adalah perusahaan yang pertama kali masuk ke dalam sistem evaluasi DJSI.  Di tahun 2009 dan berlanjut hingga tahun 2010, Lotte terpilih sebagai DJSI Retail Section "Supersector Leader"  (World Retail Sector No.1 Company). Pada tahun 2010, Lotte retail terpilih sebagai vendor retail no. 1 di Asia oleh majalah ekonomi dunia, Forbes dan juga terpilih sebagai department store ranking 6 di dunia tahun 2011.  (KSP)  

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar