Kamis, 23 Juni 2011

Rumah Idaman “Ragam Rahasia Sensasi Cahaya di Rumah Anda” plus 2 more

Rumah Idaman “Ragam Rahasia Sensasi Cahaya di Rumah Anda” plus 2 more


Ragam Rahasia Sensasi Cahaya di Rumah Anda

Posted: 24 Jun 2011 05:43 AM PDT

KOMPAS.com - Untuk menikmati sensasi ruangan yang tampil makin memikat, Anda memang harus berani mengutak-atik lampu dan tata cahaya di rumah Anda dengan tepat. Kini, hadirnya cahaya lampu berteknologi LED (Light Emiting Diode) mungkin bisa membantu tugas Anda dengan memberi suasana berbeda dalam waktu seketika.

Rahasianya sederhana, yaitu memperhatikan penataan furnitur dan gaya desain yang sangat memengaruhi pilihan lampu, penempatan, dan cara kerja atau teknik pencahayaannya. Sebaliknya, penataan cahaya pun tidak bisa seenaknya.

Umumnya, pencahayaan ruang harus dibagi menjadi tiga, yaitu general lighting (lampu utama), task lighting (pencahayaan setempat sehingga arah cahaya lebih fokus), dan accent lighting (memberi aksen dalam ruangan).

Pembagian beberapa jenis lampu ini pun berguna untuk menciptakan skema cahaya dan "membagi" area berdasarkan kebutuhan fungsinya. Di kamar tidur, misalnya, paduan lampu yang tepat dapat menciptakan kamar yang nyaman baik untuk beraktivitas hingga memberi suasana tenang, rileks, dan nyaman untuk beristirahat.

Ragam pilihan

Koleksi lengkap Home Lighting Collection Philips yang menjagokan produk LED di "Indo Buildtech Expo 2011" di Jakarta Convention Center, misalnya, menawarkan beberapa jenis pencahayaan menarik.

Untuk living room dan kamar tidur misalnya, Anda bisa menggunakan Ledino, Ecomoods, Roomstylers, EasyScene, ataupun Living Colors, yang masing-masing terdiri dari beberapa varian.

Desainnya yang unik membuat Ledino bisa menjadi pertimbangan untuk menampilkan gaya minimalis dengan sentuhan elegan. Bentuknva linear dan menampilkan warna putih yang hangat, dilengkapi dimmer switch untuk memudahkan pengaturan intensitas cahaya.

Sementara itu, Ecomoods memberi cahaya yang hangat dan lembut untuk menciptakan ambiens natural. Salah satu variannva dapat memberikan kenyamanan lebih dengan bagian outer rim L yang bisa diganti-ganti untuk menghadirkan warna suasana mood.

Gaya koleksi dari Roomstylers Contemporary pun sebetulnya tak kalah unik. Koleksi ini mampu mengangkat tampilan desain ruang mulai dari gaya modern hingga klasik.

Remote control

Lain halnya dengan koleksi EasyScene. Koleksi ini bisa dioperasikan memakai remote control, sehingga memudahkan mengatur intensitas cahaya mulai dari 100 persen hingga lima persen.

Ingin suasana ruangan lebih dinamis? Living Colors mungkin lebih tepat jawabannya. Lampu ini dirancang dengan 16 juta warna untuk menciptakan ambiens berbeda-beda dengan menggunakan remote control.

Sementara untuk mendapatkan suasana lebih rileks, Anda bisa memakai warna soothing blue. Varian ini mampu menghadirkan kesan ringan dengan cheery pink atau suasana romantis dengan passionate red. 

Kamar anak

Khusus kamar anak-anak, suasana riang dan jenaka juga bukan hal sulit untuk diciptakan. Rumah lampu dengan beragam bentuknya yang lucu akan mampu merangsang sisi imajinasi buah hati kita seperti halnya koleksi dari Kid's Room. Koleksi ini telah didesain dengan memerhatikan childsafe fittings.

Sementara untuk area kamar mandi atau luar ruang, pilihannya adalah lampu yang kuat dan mampu bertahan dari cipratan air. Untuk itu, koleksi Aquafit hadir dengan dilengkapi IP 44 untuk area kamar mandi.

Selain antikorosif, koleksi ini tahan udara lembab dan mampu memancarkan cahaya secara maksimal. Efek cahayanya juga dapat memberi kesan lapang dan menyegarkan.

Memanfaatkan cahaya memang bukan perkara mudah, terutama jika dikaitkan dengan kesesuaiannya dengan ruangan dan kebutuhan. Padahal, sebetulnya teknologi pencahayaan saat ini pun umumnya telah dirancang sesuai desain ruang.

Nah, tertarik mencoba mengutik-atik pencahayaan mulai dari teras hingga ruangan paling pribadi di rumah Anda?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Beli Keramik? Cari yang Bersertifikat Bebas Radioaktif!

Posted: 24 Jun 2011 03:51 AM PDT

KOMPAS.com - Saat ini konsumen harus semakin jeli memilih keramik, terutama akibat membanjirnya produk-produk China yang tidak fokus ke masalah kesehatan. Sebelum membeli, konsumen berhak menanyakan kepada produsen, apakah produk-produk keramiknya telah memiliki sertifikat bebas radioaktif.

"Tidak semua produsen telah memiliki sertifikasi ini. Di Indonesia sendiri implementasi bebas radioaktif juga baru saja didengungkan," kata Frankie Irawan, Project Sales Manager PT Niro Ceramic Sales Indonesia dalam talkshow di sela pameran Indonesia Building Technology Expo 2011 di Jakarta Convention Center, Kamis (23/6/2011) kemarin.

Sementara untuk produk Niro Granite, kata Frankie, kini telah bergerak ke industri yang ecogreen. Niro sudah lebih dulu mengarah pada upaya memberi sertifikasi standar bebas radioaktif terhadap produk-produknya.

"Bebas radioaktif, apalagi produk-produk dari pabrik di China yang akhir-akhir ini membanjiri produk domestik di Indonesia. Produk China kadang tidak fokus masalah kesehatan. Mereka maunya membuat keramik seputih-putihnya, dan orang kita melihatnya yang penting putih dan murah, akhirnya mereka membeli," ujarnya.

Yang tak kalah penting, kata Frankie, harus ada Standar Nasional Indonesia (SNI) di setiap produk demi melindungi konsumen.

"Harus ada perlindungan konsumen lewat SNI dan memberi pendidikan kepada masyarakat tentang produk bebas radioaktif," katanya.

Ia menambahkan, saat ini konsumen harus waspadai bila lantai rumahnya memakai keramik berwarna putih. Sebelum membeli, sebaiknya konsumen memang harus menanyakan kepada produsen tentang sertifikat bebas radioaktif.

Menurutnya, semakin putih keramik, semakin tinggi bahaya radioaktif yang dikandungnya. Semakin tinggi bahaya radioaktif, maka kian membahayakan penghuni rumah, terutama kesehatan kulit.

"Mungkin, yang perlu diperhatikan adalah batasan putihnya keramik. Semakin putih, keramik banyak mengandung zirconium. Zirconium ini bisa memberi efek buruk, karena dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker kulit. Padahal kebiasaan masyarakat kita, misalnya anak-anak, suka berguling-guling di lantai," papar Frankie.

Adapun di industri kimia zirconium banyak digunakan sebagai getter atau penyerap dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja, peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets. Untuk itu, ada baiknya lebih berhati-hati dengan penggunaan keramik yang mengandung zat ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Sebaiknya Waspada, Keramik Putih Rawan Radioaktif!

Posted: 23 Jun 2011 01:56 PM PDT

KOMPAS.com - Waspadai bila lantai rumah Anda memakai keramik berwarna putih. Sebelum membeli, sebaiknya Anda tanyakan kepada produsen tentang sertifikat bebas radioaktif.

Demikian diungkapkan Frankie Irawan, Project Sales Manager PT Niro Ceramic Sales Indonesia dalam talkshow di sela pameran Indonesia Building Technology Expo 2011 di Jakarta Convention Center, Kamis (23/6/2011). Menurutnya, semakin putih keramik, semakin tinggi bahaya radioaktif yang dikandungnya. Semakin tinggi bahaya radioaktif, maka kian membahayakan penghuni rumah, terutama kesehatan kulit.

"Mungkin, yang perlu diperhatikan adalah batasan putihnya keramik. Semakin putih, keramik banyak mengandung zirconium. Zirconium ini bisa memberi efek buruk, karena dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker kulit. Padahal kebiasaan masyarakat kita, misalnya anak-anak, suka berguling-guling di lantai," papar Frankie.

Selain keramik, di industri kimia zirconium banyak digunakan sebagai getter atau penyerap dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja, peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets. Untuk itu, ada baiknya lebih berhati-hati dengan penggunaan keramik yang mengandung zat ini.

Namun, lanjut Frankie, untuk mengurangi penggunaan keramik berwarna putih juga tidak mudah. Hal itu mengingat kebutuhan tren hunian sekarang yang minimalis, sehingga permintaan akan keramik berwarna putih juga sangat tinggi.

"Susah juga kalau kita memberi solusi mengganti warna keramik untuk hunian, apalagi untuk bidang arsitektur. Trennya sendiri sekarang minimalis. Orang maunya putih bersih untuk lantainya lalu dikombinasikan dengan watna hitam. Orang itu maunya keramik putih, yang seputih-putihnya," jelas Frankie.

Untuk itu, ia menyarankan, konsumen harus semakin jeli menanyakan kepada produsen, apakah produk keramiknya telah memiliki sertifikat bebas radioaktif.

"Tidak semua produsen telah memiliki sertifikasi ini. Di Indonesia sendiri implementasi bebas radioaktif juga baru saja didengungkan," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar