Selasa, 21 Juni 2011

Rumah Idaman “Yang Merambat, Ternyata Juga Memikat!” plus 2 more

Rumah Idaman “Yang Merambat, Ternyata Juga Memikat!” plus 2 more


Yang Merambat, Ternyata Juga Memikat!

Posted: 21 Jun 2011 12:47 PM PDT

KOMPAS.com — Ragam tanaman rambat biasa kita jumpai di pergola, pagar rumah, atau dinding. Sulur-sulur yang indah, kadang ditambah dengan warna-warni bunganya, menjadikan suasana di sekitarnya menjadi lebih menarik.

Tanaman rambat memang tanaman tidak bisa menopang dirinya sendiri untuk hidup dan berkembang. Sesuai namanya, tanaman ini harus sengaja dirambatkan pada pohon lain, atau benda lain sebagai penopangnya untuk hidup. Nah, jenis tanaman rambat apakah yang bisa Anda pilih?

Air Mata Pengantin ("Antigonon leptosus")

Namanya tidak sesuai dengan wujudnya, bahkan warnanya yang merah muda menampilkan sosok yang gembira. Berasal dari Meksiko, tanaman ini biasa dirambatkan pada pagar, teralis, atau pergola.

Asyiknya menanam tanaman ini, bunga air mata pengantin nyaris muncul sepanjang tahun. Cocok untuk daya tarik di sudut taman, dengan merambatkannya pada arche, arbour, atau pergola.

Markisa ("Passiflora edulis")

Passiflora edulis atau lazim disebut markisa ini adalah tanaman yang berasal dari Brasil. Tanaman ini terbilang merambat dengan cepat hingga mencapai panjang 15 meter. Bunganya yang unik dan eksotik muncul sepanjang tahun.

Selain cocok dirambatkan pada pagar, markisa juga dapat diterapkan pada pergola karena bisa menjadi pelindung sekaligus penghias dengan bunganya yang indah. Apalagi, tanaman ini akan tumbuh bagus apabila mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Rangoon creeper ("Quisqualis indica")

Tanaman yang habitat aslinya di Mynmar dan Papua Niugini ini memiliki batang berkayu. Ia mampu tumbuh hingga mencapai 9 meter. Di samping melindungi pandangan dari luar, tanaman ini tetap bisa memperindah pagar karena warna-warni bunganya. Keuntungannya, tanaman ini juga bisa tumbuh pada berbagai macam jenis tanah.

(G Sujayanto/Majalah Garden)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Ketapang Kencana, Si Ramping Peneduh Halaman

Posted: 21 Jun 2011 09:12 AM PDT

KOMPAS.com - Salah satu tanaman peneduh yang kerap dijumpai di hunian-hunian baru saat ini adalah Ketapang Kencana (terminalia mantaly). Pohon asal Madagaskar ini berwujud ramping, namun memiliki ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dimanfaatkan sebagai peneduh halaman.

Ketapang Kencana mampu tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 - 20 meter dengan batang berdiri tegak dan rapi. Pohon ini juga memiliki ranting ramping yang tumbuh lurus.

Daun-daun kecilnya juga subur bergerombol seperti membentuk payung sehingga bisa melindungi tanaman yang ada di bawahnya. Daun pohon ini berwarna hijau terang ketika berumur muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun tengah terjadi pergantian musim. Selain itu, pohon ini juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm.

Selain banyak ditanam untuk menyejukkan dan meneduhkan taman atau jalan, Ketapang Kencana juga banyak dijumpai di hunian-hunian modern bergaya tropis. Penempatannya mudah ditemui di halaman rumah agar langsung memberi nuansa teduh dan asri.

Namun, karena bentuk ranting pohonnya cukup memakan tempat, penempatan Ketapang Kencana di hunian biasanya tidak banyak. Selain itu, kehadirannya meruntuhkan kesan masif yang muncul dari dinding rumah.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tatar Candraresmi, "Permaisuri" di Kota Baru Parahyangan

Posted: 21 Jun 2011 08:04 AM PDT

PALARANG, KOMPAS.com - Pengembang PT Belaputera Intiland meluncurkan klaster baru Tatar Candraresmi di kota mandiri Kota Baru Parahyangan. Hunian ini didesain khusus mengikuti kaidah konsep bangunan hijau (green building) yang mengedepankan aspek lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan.

Presiden Director PT Belaputera Intiland Sanusi Tanawi mengatakan, klaster barunya ini khusus didesain mengikuti konsep hijau namun tetap modern.

"Hunian ini benar-benar menerapkan bangunan hijau. Di dalamnya didesain menghasilkan bukaan yang optimal. Bukaan ini menghasilkan pencahayaan alami serta pertukaran udara yang lancar tanpa menggunakan penyejuk udara," katanya kepada wartawan saat peluncuran klaster Tatar Candraresmi, Minggu (19/6/2011).

Dengan luas area 8 hektar, Sanusi mengatakan pihaknya akan membangun tiga tipe hunian. Pada tahap awal, akan dibangun dua tipe terlebih dahulu, yaitu tipe Candrawulan sebanyak 25 unit dengan luas bangunan 65 meter persegi dan luas tanah 126 meter persegi, serta tipe Candrakomala sebanyak 56 unit dengan luas bangunan 97 meter persegi dan luas tanah 162 meter persegi.

"Setelah dua tipe ini, nanti akan dibangun tipe ketiga dengan dua lantai luas tanahnya 122 meter persegi dan luas lahan 220 meter persegi sebanyak 24 unit. Mengenai konsepnya, Candraresmi ini mengikuti tren terbaru dan modern," ujar Sanusi.

Joseph Ijong, Assistant Marketing Manager Belaputera Intiland mengatakan, tatar Candraresmi ini terinspirasi dari nama permaisuri dari Wretikandayun, raja pertama Kerajaan Galuh. Candraresmi dikenal sebagai pribadi yang bijak dan cerdas. Di dalam klaster ini akan dibangun taman tematik yang bertema kebijaksanaan sang permaisuri, dengan harapan memberi nuansa positif bagi klaster baru ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar