Senin, 20 Juni 2011

Rumah Idaman “Bujet Secuil, "Make Over" Mending Sedikit-sedikit....” plus 2 more

Rumah Idaman “Bujet Secuil, "Make Over" Mending Sedikit-sedikit....” plus 2 more


Bujet Secuil, "Make Over" Mending Sedikit-sedikit....

Posted: 21 Jun 2011 04:25 AM PDT

KOMPAS.com - Jangan risau bila tak memiliki dana cukup menyewa desainer interior untuk melakukan perubahan interior di rumah Anda. Anda pun sebetulnya bisa mengerjakan sendiri. Hanya, syaratnya, dahului dengan menilik kembali ruangan seperti apa yang sebenarnya Anda inginkan.

Menurut desainer interior Anies Walsh dari ATT design, sebelum memutuskan make over ruangan sebaiknya memang mengetahui lebih dulu bentuk ruangan seperti apa yang Anda inginkan. Setelah itu, Anda bisa mendata kembali ragam aksesoris dan kebutuhan lain sesuai dengan ruangan yang ingin di-make over tersebut.

"Penting untuk menyesuaikan anggaran mengubah ruangan dengan mengecek material yang hendak dipakai. Apakah sesuai anggaran, apakah aman dan nyaman di badan, mengandung racun atau tidak, dan lain-lainnya," kata Anies.

Mengubah ruang juga bukan berarti "egois" merubahnya benar-benar seperti keinginan Anda. Aspek kesehatan dan kenyamanan bagi seluruh penghuni rumah patut menjadi pertimbangkan tersendiri.

"Misalnya, anaknya punya asma sementara ibunya ingin memakai karpet yang berpotensi menyerap debu. Sebaiknya, hal-hal seperti ini dipertimbangkan sebelum membeli," kata lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Anies menambahkan, melakukan perubahan untuk ruang memang penting, terutama bila penghuni rumah sudah merasa bosan dengan tampilan ruang yang terasa semakin monoton. Namun, ia mengatakan, perubahan interior tidak harus diselesaikan sekali jadi, tapi secara bertahap.

"Sesuaikan dengan anggaran yang ada sembari melihat-lihat dan mencari model yang tepat. Kalau instan hasilnya bisa kurang maksimal, tapi dengan bertahap atau tidak terburu-buru hasilnya akan jauh lebih bagus," jelasnya.

Anies menyarankan, perubahan kecil-kecilan yang bisa dilakukan misalnya dengan mengganti aksesoris di dinding, merubah motif sarung bantalan kursi dengan gaya etnik, mengganti wallpaper lama dengan beberapa pilihan baru, mengecat dapur dengan warna cerah atau meletakkan tanaman dalam ruang di ruang keluarga. Yakinlah, langkah sederhana ini akan memberi arti yang besar bagi tampilan ruang baru di rumah Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Ssstt... Harga Rumah di Hongkong Diprediksi Bisa Jatuh 15 Persen!

Posted: 21 Jun 2011 03:32 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga properti di Hongkong berpotensi jatuh di tahun ini. Bahkan, Walter Kwok, pengamat properti dan mantan Ketua Sun Hung Kai Properties yang merupakan pengembang terbesar di dunia, memprediksi, harga rumah di Hong Kong bisa jatuh hingga 15 % pada akhir tahun ini.

Walter tentu tidak sembarangan bicara demikian. Perkiraan itu berdasarkan hasil lelang tanah pada 9 Juni yang kurang diminati.

"Sektor properti sudah mencapai puncaknya, makanya, saya tidak terkejut bila harga rumah nanti akan jatuh 10%-15%," kata Walter.

Donald Tsang, Direktur Pelaksana Pemerintah, juga memperingatkan potensi gelembung aset di kota China. Penyebabnya, harga rumah telah melonjak lebih dari 70% dari awal tahun 2009.

Sebenenarnya, pemerintah juga telah berusaha menekan laju harga rumah. 10 Juni lalu, pemerintah menaikkan uang muka pembelian properti lebih dari HK $ 6 juta (US$ 770.000).

Selain itu, pembeli properti dari luar Hong Kong juga wajib mendepositokan dana 10 persen dari harga properti, kecuali bisa memiliki hubungan dekat. Pemerintah juga akan menambah lebih dari 20.000 rumah pada tahun ini, serta menawarkan lebih banyak lahan untuk proyek perumahan. Sementara, Indeks saham properti Hang Seng telah turun 12 % di tahun ini. Penurunan itu lebih besar dari pergerakan Indeks acuan Hang Seng yang melemah 5,9 %. (Adi Wikanto/Bloomberg)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Wow... Konsumsi Semen di Bali Kalahkan Angka Nasional!

Posted: 20 Jun 2011 10:47 AM PDT

NUSA DUA, KOMPAS.com - Asosiasi Semen Indonesia mengatakan, pertumbuhan jumlah konsumsi semen di Bali lebih tinggi dari angka nasional. Tingkat pertumbuhan konsumsi tersebut di Pulau Dewata tercatat sebesar 11 persen, sedangkan secara nasional hanya sekitar enam persen.

Demikian diungkapkan Urip Timuryono dari Asosiasi Semen Indonesia, usai pembukaan "Cemtech Asia Conference" di Nusa Dua, Bali, Senin (20/6/2011). Dia mengatakan, tingginya pertumbuhan konsumsi semen di daerah tujuan internasional ini terjadi karena meningkatnya pembangunan fisik di daerah tersebut. Pembangunan fisik di Bali tergolong cukup banyak, antara lain berupa perumahan dan akomodasi pariwisata, seperti hotel dan restoran.

"Secara nasional konsumsi semen di Indonesia baru menyerap 80 persen atau 40 juta ton dari kapasitas produksi setiap tahun sebesar 50 juta," ujarnya.

Produksi semen sebanyak itu berasal dari sembilan produsen di Tanah Air, yang lima di antaranya BUMN, tiga dari luar negeri, dan satu milik perusahaan swasta di Indonesia. Urip menjelaskan, dari 40 juta ton konsumsi setiap tahun itu, sekitar 21,9 juta ton diserap oleh penduduk di wilayah Pulau Jawa. Urutan selanjutnya adalah Pulau Sumatera yang mengkonsumsi semen setiap tahun sebanyak 9,7 juta ton.

"Sedangkan untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara hanya enam persen dari jumlah konsumsi secara nasional tersebut," katanya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto menambahkan, konsumsi semen secara per kapita penduduk di Tanah Air masih cukup rendah, yaitu hanya 150 kilogram setiap tahunnya.

"Jumlah tersebut sangat jauh dibandingkan dengan China, yang per kapita penduduk negeri itu menggunakan semen sebesar satu ton setiap tahun," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar