Senin, 13 Juni 2011

Rumah Idaman “Multifungsi, Konsep Mengakali Kebutuhan Ruang” plus 2 more

Rumah Idaman “Multifungsi, Konsep Mengakali Kebutuhan Ruang” plus 2 more


Multifungsi, Konsep Mengakali Kebutuhan Ruang

Posted: 14 Jun 2011 06:10 AM PDT

KOMPAS.com - Saat Anda dan pasangan menikah, katakanlah sebagai keluarga muda, memiliki rumah yang sempit bukanlah masalah karena aktivitas ruang di dalam rumah tetap bisa berjalan. Kebutuhan ruang masih berkisar pada ruang tamu, ruang makan, ruang tidur, dapur, dan kamar mandi.

Namun, seiring bertambahnya anggota keluarga baru, ruang-ruang yang ada di dalam rumah semakin tak cukup menjawab kebutuhan baru. Sebutlah misalnya, Anda membutuhkan kamar anak, juga kamar bermainnya. Kebutuhan itu belum termasuk jasa pengasuh yang tinggal di rumah Anda. Di sisi lain, untuk menambah ruang-ruang baru sulit dilakukan karena terbatasnya lahan.

Menjawab permasalahan ini, desain interior Anies Alkurratu Aini Walsh dari ATT Design mengatakan, Anda harus melakukan multifungsi pada ruang-ruang di rumah.

"Untuk rumah-rumah sempit, ruang yang tadinya hanya memiliki satu fungsi diubah menjadi multifungsi, sehingga ruang memiliki dua atau tiga fungsi," katanya.

Misalnya, lanjut Anies, ruang tamu bisa difungsikan juga sebagai ruang keluarga, lalu dapur bersih atau pantry bisa ditambah furnitur sekaligus menjadi ruang makan. Kamar anak pun bisa sekaligus dijadikan arena ruang bermainnya.

Meski multifungsi, ruangan tetap harus memperhatikan enam aspek dalam interior seperti aspek ergonomis, keamanan, kenyamanan, ramah lingkungan, dan faktor estetika.

"Misalnya, dengan banyak memberi bukaan pada ruangan memungkinkan banyak cahaya dan udara masuk, sehingga akan menyehatkan sirkulasi ruangan," katanya.

Ruang multifungsi sebaiknya juga didukung dengan furnitur bermanfaat ganda. Anies menyarankan untuk memakai furnitur built in yang identik dengan furnitur menempel pada dinding. Contohnya tempat penyimpanan di bawah tangga dengan meletakkan kabinet atau penyimpanan pada anak tangga berupa laci.

"Furnitur juga harus multifungsi pada ruangan yang tidak luas sehingga memberi kesan kompak dan tidak sempit. Furnitur built in sangat efektif ditempatkan untuk rumah-rumah kecil dengan ruang yang sempit," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Pariwisata 2011 Naik, Prospek Bintang Dua "Maknyus"

Posted: 14 Jun 2011 04:09 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Prospek bisnis perhotelan di Indonesia cerah karena jumlah wisatawan terus naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan asing di Indonesia per Januari-April 2011 mencapai 2,32 juta orang, naik 7,2 % dibanding periode sama 2010. Tingkat penghuni kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi rata-rata 52,1 %, tumbuh 2,41 poin dalam setahun terakhir.

Namun, menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Carla Parengkuan, walaupun prospek bisnis perhotelan di Indonesia masih bagus, prospeknya bukan pada bisnis hotel bintang lima.

"Hotel bintang lima masih terlalu mahal, kurang diminati," terang Carla, Senin (13/6/2011).

Prospek yang paling bagus, kata Carla adalah hotel bintang dua hingga empat. Ini menyesuaikan dengan kemampuan keuangan konsumen dan perusahaan di Indonesia.

BPS mencatat, hotel bintang dua menduduki TPK paling tinggi, yakni mencapai 56,36% per April 2011. Sementara yang paling rendah adalah bintang satu 41,89%.

"Kalau diurutkan, prospek paling bagus adalah hotel bintang tiga, empat, dan dua," jelas Carla.

Ia menambahkan, hotel-hotel itu dipenuhi pengunjung saat musim liburan. Bisnis hotel bintang dua hingga empat juga menguntungkan. Sebab, investasinya jauh lebih kecil dibandingkan bintang lima.

Tidak mengherankan, PHRI mencatat, perkembangan hotel bintang dua hingga empat di sejumlah daerah cukup banyak.

"Terutama di Sumatra Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur," papar Carla. (Mia Winarti S., Maria Rosita)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

6 Trik Menata Rumah Mungil yang Nyaman

Posted: 13 Jun 2011 12:08 PM PDT

KOMPAS.com — Rumah mungil bisa tampil cantik seperti halnya rumah-rumah dengan gaya lainnya. Lewat penataan interior, rumah mungil bisa menjadi tempat yang nyaman.

Namun, sebelum melakukan penataan, ada baiknya Anda menyimak beberapa catatan penting interior rumah mungil yang disampaikan desainer interior Anies Alkurratu Aini Walsh. Anies memaparkan, setidaknya ada enam aspek yang harus diperhatikan ketika seseorang hendak menata interior rumah, yaitu:

1. Aspek ergonomis

Dalam menata interior rumah, apa pun yang diciptakan itu harus terasa nyaman bagi tubuh manusia. Misalnya, penggunaan lampu yang cahayanya tidak mengakibatkan mata menjadi silau, atau memilih sofa sebagai tempat duduk dengan porsi dudukan yang benar.

2. Aspek kesehatan

Furnitur yang dipilih sebagai interior rumah harus memerhatikan aspek kesehatan karena hal itu berpengaruh pada tubuh dan kesehatan penghuni di dalamnya. Anda harus memerhatikan materialnya, yaitu harus aman dari kandungan zat beracun. Pilih furnitur yang tidak menghasilkan debu dan rentan menyimpan bau tak sedap.

3. Aspek keamanan

Selain sehat, keamanan juga wajib diperhatikan, apalagi bila Anda memiliki anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Sebutlah, misalnya, menghindari penggunaan furnitur dengan ujung atau sudut-sudut yang tajam, memeriksa, dan memberi pengamanan untuk terminal listrik atau kabel.

4. Aspek kenyamanan

Kenyamanan juga patut diperhitungkan dalam menata interior rumah mungil Anda. Jangan tergoda untuk membeli furnitur dengan harga miring, tetapi memberi efek tak nyaman bagi tubuh. Kenyamanan juga berarti nyaman bagi penghuni untuk bebas bergerak sehingga pemilihan furnitur yang tepat dapat mewujudkan aspek ini, seperti furnitur yang menempel pada dinding (build in).

5. Aspek ramah lingkungan

Sebelum mewujudkan aspek ini di lingkungan luar rumah, sebaiknya wujudkan terlebih dahulu hal itu di dalam rumah. Misalnya, Anda membuat rumah mungil yang mendapatkan cukup cahaya, memperoleh sirkulasi udara segar, meletakkan tanaman dalam ruang, tidak lembab, dan tidak pengap.

6. Aspek keindahan

Lima aspek yang telah disebutkan di atas juga patut ditambah dengan aspek keindahan. Aspek ini diperlukan agar selain nyaman, rumah juga indah dipandang sehingga penghuninya nyaman berlama-lama di rumah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengolah dinding rumah, tak hanya dengan penggunaan cat, tetapi bisa juga dipadupadankan dengan wallpaper atau ambalan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar