Senin, 08 Maret 2010

Rumah Idaman Bank Dunia Jajaki Bantu Pembangunan Rumah Murah

Rumah Idaman Bank Dunia Jajaki Bantu Pembangunan Rumah Murah


Bank Dunia Jajaki Bantu Pembangunan Rumah Murah

Posted: 09 Mar 2010 03:42 AM PST

Selasa, 9/3/2010 | 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia melakukan pembahasan mengenai program pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia. Pemerintah berharap Bank Dunia membantu pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah (MBM).

Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera) Iskandar Saleh menyatakan, melalui pembahasan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia ini, kedua belah pihak bisa menyamakan pendapat mengenai masa depan pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia.

"Kami berharap pembahasan bersama ini bisa menyamakan pendapat pemerintah Indonesia dan Bank Dunia terkait pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia," ujar Iskandar Saleh di sela-sela pertemuan antara Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan perwakilan Bank Dunia di Kantor Kemenpera, Jakarta, Senin.

Hadir dalam pertemuan itu sejumlah perwakilan dari Bank Dunia, Bappenas, BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Perum Perumnas. Perwakilan Bank Dunia yang hadir dalam pertemuan itu sebanyak enam orang yang dipimpin oleh Peter Ellis.

Dalam pertemuan itu, Kemenpera memaparkan mengenai tantangan dan prioritas pembangunan perumahan di Indonesia seperti pengembangan kawasan dan rumah swadaya, program pembiayaan perumahan, fasilitas likuiditas perumahan dan perumahan formal.

Iskandar Saleh menjelaskan, bantuan Bank Dunia dapat membantu program pemerintah memenuhi kebutuhan rumah layak huni. Dari tahun ke tahun, jumlah kebutuhan perumahan meningkat dari 5,8 juta rumah pada tahun 2004 menjadi 7,4 juta rumah pada akhir tahun 2009. Sedangkan luas kawasan kumuh meningkat dari 54.000 hektar pada tahun 2004 menjadi 57.800 hektar pada tahun 2009.

"Kemenpera menargetkan membangun 1,5 juta unit rumah selama lima tahun mulai tahun 2010 hingga 2014 mendatang. Kami ingin Bank Dunia mengetahui kebutuhan rumah di Indonesia sangat tinggi," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Perwakilan Bank Dunia Peter Ellis menyatakan akan berusaha membantu Pemerintah Indonesia mengatasi masalah perumahan dan permukiman. Namun demikian, pihaknya ingin mempelajari lebih lanjut, program apa saja yang dibutuhkan Pemerintah Indonesia.

"Kami sangat ingin membantu Pemerintah Indonesia mengatasi masalah perumahan. Kami harap pemerintah bisa memberikan penjelasan tentang bantuan apa saja yang dibutuhkan," terangnya.

Perwakilan Bank Dunia dalam lima hari ke depan, mulai Senin hingga Jumat mendatang, melakukan koordinasi dengan perwakilan dari Kemenpera, Bappenas, BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Perum Perumnas. Selain itu, mereka melakukan kunjungan lapangan ke beberapa proyek pembangunan Kemenpera seperti pengembangan kawasan di Kota Kekerabatan Maja dan rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Cengkareng dan Pulogebang, Jakarta Timur. (Sumber: kemenpera.go.id)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar