Minggu, 07 Maret 2010

Rumah Idaman “Dukung Rumah Murah, Pemerintah Salurkan DAK Perumahan Mulai 2011” plus 3 more

Rumah Idaman “Dukung Rumah Murah, Pemerintah Salurkan DAK Perumahan Mulai 2011” plus 3 more


Dukung Rumah Murah, Pemerintah Salurkan DAK Perumahan Mulai 2011

Posted: 08 Mar 2010 12:24 AM PST

Senin, 8/3/2010 | 08:24 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Pemerintah akan terus mendukung program pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dengan berencana menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perumahan kepada Pemerintah Daerah mulai tahun 2011 mendatang.

Menpera Suharso Monoarfa menegaskan hal ini di Batam, Jumat (5/3). Menpera mengunjungi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tanjung Piayu, Rusunawa Muka Kuning dan Rusunami Batam Centre.

Menpera menambahkan, pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia berhak mendapatkan dana alokasi khusus dengan syaratnya Pemkab/Pemko yang bersangkutan telah memiliki Perda Tentang Tata Ruang (RTRW) dan Perda Zonasi.

Pemerintah daerah ke depannya diharapkan memiliki peraturan daerah mengenai tata ruang serta zonasi perumahan, sehingga baik masyarakat maupun para pengusaha yang ingin membangun rumah terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengetahui daerah-daerah mana saja yang tidak boleh dijadikan kawasan perumahan.

Dengan dana alokasi khusus ini, kata Suharso, pemerintah menargetkan dapat membangun 200 ribu rumah di 200 kabupaten/kota per tahun. Dengan kata lain, setiap tahunnya pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 rumah murah di satu kabupaten/kota.

Selain itu Menpera Suharso Monoarfa juga mengajak para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI untuk menawarkan konsep Pra Sarana dan Sarana Dasar Pekerjaan Umum (PSDPU) perumahan. (Sumber: kemenpera.go.id)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pembangunan Rumah Prajurit TNI/Polri dan PNS Harus Ditingkatkan

Posted: 07 Mar 2010 11:59 PM PST

Senin, 8/3/2010 | 07:59 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com -  Pembangunan rumah untuk anggota TNI/ Polri dan PNS di daerah ke depan perlu lebih ditingkatkan. Untuk itu, para pengembang diminta bekerja sama dengan pihak TNI/ Polri maupun pemerintah daerah (Pemda) sehingga kebutuhan rumah bagi instansi itu bisa terpenuhi.

"Saya berharap pembangunan rumah bagi anggota TNI/ Polri dan PNS di daerah bisa lebih ditingkatkan lagi," ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa  di sela-sela kunjungan kerja Menpera ke Perumahan Taman Sentosa, Desa Cengklik, Boyolali, Sabtu (6/3).

Menpera mejelaskan, hingga saat ini kebutuhan rumah bagi TNI/ Polri dan PNS semakin meningkat. Dengan demikian, para pengembang sebenarnya memiliki pasar yang cukup baik untuk membangun rumah bagi TNI/dan PNS.

Selain melakukan tinjauan lapangan proyek pembangunan di Perumahan Taman Sentosa, Suharso juga berdialog dengan sejumlah konsumen. Menpera bersama dengan Ketua Umum DPP REI Teguh Satria juga melakukan penanaman pohon palem di halaman mesjid yang berada di kawasan perumahan tersebut.

Direktur Utama PT Graha Abadi Sansosa, Adib Ajiputra menerangkan, pihaknya berencana membangun sekitar 500 rumah di atas lahan seluas 6,5 hektar. Hingga saat ini pihaknya telah membangun sekitar 250 rumah. Dari 250 rumah yang dibangun, sebanyak 150 akan diperuntukkan untuk anggota TNI/ Polri rumah dan 100 rumah untuk PNS.

Pihak pengembang juga akan memberikan satu pohon produktif seperti pohon mangga dan buah-buahan lainnya kepada setiap pembeli untuk ditanam di halaman rumahnya. Diharapkan dengan penanaman pohon di halaman rumah, kawasan itu akan tetap sejuk dan nyaman untuk dihuni.

"Kami berharap pembangunan rumah sederhana sehat (RSh) di Boyolali bisa membantu pemenuhan kebutuhan rumah bagi untuk TNI / Polri dan PNS," katanya. (Sumber: kemenpera.go.id)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Permudah Syarat Pemohon Subsidi Rusun Murah

Posted: 07 Mar 2010 11:12 PM PST

Laporan wartawan KOMPAS Sri Rejeki,Brigita Maria Lukita

Senin, 8/3/2010 | 07:12 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Para pengembang mengharapkan pemerintah memberikan kemudahan perizinan untuk pembangunan perumahan rakyat. Kemudahan itu antara lain persyaratan untuk mendapatkan subsidi rumah susun sederhana milik.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI) F Teguh Satria di Solo, Sabtu (6/3), di sela-sela HUT ke-38 REI.

Ia menjelaskan, penyerapan rumah susun sederhana milik selama ini rendah, antara lain karena persyaratan subsidi, yang mengharuskan adanya legalisasi gaji pemohon oleh kantor pajak.

"Dari tahun 2008, subsidi baru bisa diakses untuk 62 unit dari rencana 30.000 unit. Ini karena persyaratan sulit dipenuhi. Pemohon diharuskan menyertakan legalisasi dari kantor pajak bahwa gajinya tidak lebih dari Rp 4,5 juta seperti yang disyaratkan. Sementara kantor pajak tidak mau mengurus itu karena bukan tugasnya," ujar Teguh.

Teguh mengakui saat ini ada segmen pasar baru bagi rumah susun sederhana milik, yaitu rumah susun dengan harga di bawah Rp 500 juta. "Selama ini pengembang hanya membangun apartemen untuk Rp 600 juta ke atas. Kini rusunami tetap kami bangun, tetapi bukan untuk pasar subsidi," tutur Teguh.

Minat pengembang terhadap rumah susun sederhana milik tetap besar. Sejumlah pengembang telah menyatakan keinginan untuk membangun di wilayah Jakarta sebanyak 250 menara, untuk 98.000 unit hunian.

Pemerintah, kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, menargetkan pembangunan 80.000 unit rumah susun sederhana milik selama lima tahun ke depan. Total target pembangunan rumah susun sederhana milik dan rumah sehat sederhana 2 juta unit.

"Kami optimistis 50.000 unit rusunami bisa kami bangun, tetapi untuk pasar nonsubsidi. Untuk pasar subsidi sulit tercapai selama aturan persyaratan belum diubah," ujar Teguh.

Tahun ini pemerintah menyediakan anggaran subsidi untuk 400.000 unit rumah susun sederhana milik maupun rumah tapak. "Pola subsidinya kita ubah. Bantuan subsidi uang muka sudah tidak ada, dialihkan ke subsidi bunga kredit dengan waktu yang lebih panjang agar pembeli tidak dibebani bunga yang tinggi," kata Suharso. (Sumber: KOMPAS Cetak)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Go Vertical! Berdayakan Lahan Terbatas

Posted: 07 Mar 2010 09:09 AM PST

Minggu, 7/3/2010 | 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lahan perumahan di wilayah Jakarta semakin lama semakin terbatas. Akibatnya, para developer seringkali membangun perumahan dengan luas lahan yang "amat mungil" sehingga banyak ruang aktivitas yang tidak terakomodir. Nah, salah satu pemecahan masalah itu adalah dengan membangun rumah ke atas, alias Go Vertikal.

Pembangunan rumah dengan cara Go Vertical! ini memang bukan hal yang baru. Cara ini kerap digaungkan oleh arsitek ketika terbentur masalah lahan yang terbatas. Hal inilah yang dipaparkan oleh finalis ketiga Sayembara Desain Rumah, Kartiansmara Lilih Purna Umbara saat presentasi karyanya di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (7/3/2010).

"Lahan yang sempit bukan batasan untuk menciptakan ruang aktivitas. Dengan cara Go Vertical!, masalah ini dapat teratasi dengan baik. Lahan sempit bisa termanfaatkan dengan optimal," terang Lilih.

Go Vertical! yang dimaksud oleh finalis asal Yogyakarta ini adalah memperluas lahan rumah ke atas bukan ke samping. Contoh konkritnya adalah penambahan lantai, yang tadinya lantai satu menjadi lantai dua.

Selain itu, dalam rancangan mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Indonesia ini, dia menambahkan ramp (tangga) di bagian luar rumah yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua. Hal ini dilakukan untuk menyiasati ruang bermain anak yang terbatas.

Ukuran kemiringan ramp ini juga harus sesuai standard yaitu sekitar 8 derajat sampai 11 derajat. Ukuran ini untuk menjamin keselamatan pengguna terutama anak-anak yang akan sering berlarian di situ. "Lahan yang terbatas tidak lagi menjadi masalah, jika inovasi dalam ruangan bisa dilakukan. Seperti menambah ramp tadi misalnya." ungkap Lilih.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar