Selasa, 30 Maret 2010

Rumah Idaman Pemegang Saham Setujui Rights Issue, Intiland Akuisisi Lahan di Jakarta dan Banten

Rumah Idaman Pemegang Saham Setujui Rights Issue, Intiland Akuisisi Lahan di Jakarta dan Banten


Pemegang Saham Setujui Rights Issue, Intiland Akuisisi Lahan di Jakarta dan Banten

Posted: 30 Mar 2010 01:55 PM PDT

Selasa, 30/3/2010 | 20:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (rights issue) III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, awal pekan ini.

Para pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan untuk melakukan perubahan anggaran dasar perseroan, melakukan akuisisi terhadap saham perusahaan-perusahaan properti oleh anak usaha perseroan, dan penambahan modal kerja.

Selain itu, RUPS Luar Biasa juga mengangkat dua komisaris independen baru yakni Thio Gwan Po Micky dan Gunawan Angkawibawa. Rapat juga menyetujui pengunduran diri Tjan Soen Eng dan Rudy Soraya selaku komisaris independen perseroan.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland Lennard Ho Kian Guan mengungkapkan dengan adanya persetujuan pemegang saham tersebut, manajemen Intiland segera melaksanakan seluruh rencana strategis tersebut.

"Kami telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk melaksanakan rencana-rencana strategis ke depan. Kami akan segera melaksanakan proses rights issue dan melakukan akuisisi sejumlah lahan di Jakarta, Tangerang, dan Banten, sehingga land bank kami akan bertambah signifikan" kata Lennard Ho.

Sesuai rencana, ungkapnya, melalui rights issue ini Intiland menawarkan saham baru sebanyak 2,073 miliar lembar dengan harga pelaksanaaan Rp 1.000 per lembar. Perseroan melalui rights issue ini menargetkan akan memperoleh dana sebesar Rp 2,073 triliun.

Akuisisi saham WIRA

Dari total dana hasil rights issue tersebut, perseroan merencanakan untuk menggunakan 43,51 persen atau Rp 900 miliar untuk mengakuisisi 100 persen saham PT Wirasejati Binapersada (WIRA) dan 90 persen saham PT Putra Sinar Permaja (PUTRA) dengan nilai transaksi masing-masing sebesar Rp450 miliar. WIRA adalah pemilik lahan seluas 1.092 hektare (ha) di Banten dan PUTRA adalah pemilik 7 hektar lahan di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Selain itu, Intiland juga mengalokasikan sekitar 38,32 oersen untuk pelunasan Surat Hutang (Promissory Notes) terhadap PT Permata Ratna Mulia atas pembelian lahan di lokasi kota baru di daerah Kabupaten Tangerang yang luasnya mencapai 500 hektar, di mana 232,45 hektar diantaranya telah dikuasai, sisanya masih dalam bentuk uang muka, yang diterima oleh Anak Perusahaan Perseroan yaitu PT Perkasa Lestari Utama.

"Kami akan mengalokasikan sisa dari dana yang ada, yaitu sebesar 18,17% atau sekitar Rp380,5 miliar untuk menambah modal kerja," kata Lennard Ho.

Selain penerbitan saham baru, perseroan juga menerbitkan 1,04 miliar waran yang diberikan cuma-cuma kepada pemegang saham sebagai insentif di harga pelaksanaan Rp1.050 per saham. Penerbitan saham baru dan pengkonversian seluruh waran menjadi saham ini akan mendongkrak jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dari 3,11 miliar saham pada saat ini menjadi 6,22 miliar saham.

"Pasca-akuisisi, cadangan lahan Intiland akan mencapai sekitar 2.400 hektar. Intiland juga akan menjadi perusahaan properti dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia," ujarnya lebih lanjut.

Dalam rights issue tersebut, lima perusahaan bertindak sebagai pembeli siaga, yaitu Faith Mount Investments Ltd, PT Cempaka Andalan Kharisma, PT Cakrawala Persada Gemilang, PT Permata Ratna Mulia, dan PT Minna Padi Investama.

Tranformasi Usaha
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari proses transformasi bisnis strategis yang digelar Intiland mulai tahun ini. Proses tranformasi tersebut dilakukan secara menyeluruh lewat cara-cara yang inovatif dan hati-hati, baik menyangkut permodalan, struktur usaha, maupun strategi pertumbuhan baik secara organik maupun non-organik, seperti mengakuisisi lahan maupun perusahaan properti.

"Kami memfokuskan upaya untuk menjadi pemain besar dengan cara memaksimalkan nilai aset, mendivestasi aset-aset yang memberikan tingkat pengembalian rendah, dan menanamkan investasi baru yang mampu memberikan tingkat pengembalian yang tinggi, terus-menerus, dan berkelanjutan," kata Lennard Ho.

Selain menambah pasokan lahan, managemen Intiland merencanakan untuk menggunakan sebagian dana hasil rights issue untuk menambah modal kerja, sehingga struktur permodalan Intiland menjadi lebih sehat dan kuat. Berdasarkan prospektus, maka apabila seluruh pemegang saham mengeksekusi haknya, maka pascaaksi korporasi ini nilai aset Intiland naik menjadi sekitar Rp5,5 triliun dengan nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia sekitar Rp6,3 triliun.

"Intiland akan menjadi perusahaan properti yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar, struktur permodalan sehat dan kuat, serta memiliki profitabilitas yang terus meningkat dan berkelanjutan," tegas Lennard Ho lebih lanjut.

Menurutnya, proses transformasi Intiland ini dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi permodalan, stuktur dan model bisnis, fokus usaha, hingga diferensiasi dari segmen proyek yang akan dibangun. Perseroan ke depan menjadi perusahaan properti yang memiliki struktur permodalan yang sehat dan kuat, serta memiliki pasokan lahan yang mencukupi untuk pengembangan usaha di masa depan.

Manajemen perseroan optimistik tahun ini mampu mencetak kinerja usaha yang jauh lebih baik dibandingkan tahun 2009. Perseroan menargetkan nilai pendapatan dan profitabilitas tahun ini akan melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, seiring diluncurkannya beberapa proyek baru, seperti apartemen 1Park Residences dan Pinang Residences.

"Kami juga segera meluncurkan Graha Natura, sebuah kawasan pemukiman baru untuk segmen pasar menengah ke atas di Surabaya," ungkap Lennard Ho.

Selain itu, menurutnya, Intiland juga menempuh strategi untuk melakukan penjualan cepat terhadap sejumlah invetori dan sisa lahan di beberapa proyek, seperti Taman Semanan Indah, Jakarta Barat dan Graha Famili, Surabaya. Intiland juga merencanakan untuk segera mendivestasi aset-aset dan inventori yang sudah matang, non-inti, dan memberikan tingkat pengembalian investasi yang rendah.
 
Intiland adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 1992, Intiland dikenal sebagai inovator dan penggagas trend di industri properti Indonesia.

Dalam beberapa tahun, Intiland mengembangkan banyak gedung yang menjadi ikon nasional, melalui Intiland Tower dua gedung kebanggaan di Jakarta dan Surabaya yang dirancang oleh Paul Rudolph dan The Regatta, kondominium tepi pantai yang mewah di Pluit, Jakarta Utara yang dirancang oleh Tom Wright (perancang Burj Al Arab).

Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Saat ini, Intiland memiliki portofolio produk properti beragam, termasuk kawasan pemukiman, gedung perkantoran, apartemen, pengelolaan gedung, kawasan industri, serta pengelolaan sarana olah raga dan golf. Intiland telah menjadi pengembang properti dengan konsep gaya hidup yang terkemuka.

Intiland juga merupakan pelopor di segmen layanan hospitality di Indonesia. Melalui anak usahanya, PT Grand Interwisata, Intiland memiliki dan mengelola Graha Residen, landed service residential pertama di Surabaya. Intiland juga mengelola dan menjalankan Grand Trawas Hotel dan Villa Dharma Raya Trawas.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar