Selasa, 02 Maret 2010

Rumah Idaman “Pengunjung Plaza Indonesia 60.000-an Orang Per Minggu” plus 1 more

Rumah Idaman “Pengunjung Plaza Indonesia 60.000-an Orang Per Minggu” plus 1 more


Pengunjung Plaza Indonesia 60.000-an Orang Per Minggu

Posted: 02 Mar 2010 10:41 AM PST

Selasa, 2/3/2010 | 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah manajemen Plaza Indonesia melakukan ekspansi usaha dan memperluas lahan parkir tak sia-sia. Akibat kebijakan tersebut jumlah kunjungan yang datang ke Plaza Indonesia meningkat 30 persen sejak awal tahun hingga Februari 2010 dibandingkan rata-rata tahun lalu.

"Sekarang pengunjung Plaza Indonesia rata-rata sudah 60.000 per minggu, sementara pengunjung tahun lalu hanya 45.000 per minggu," jelas Wakil Presiden Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR), Boyke Gozali, Selasa (2/3).

Boyke menyebutkan, masa suram bisnis pusat belanja sudah lewat tahun lalu terutama kuartal ke-4 tahun 2008. Kala itu, kunjungan ke Plaza Indonesia turun 10 persen dari 45.000 per minggu. Namun tingkat kunjungan tersebut berangsur pulih pada tahun 2009, dan berangsur naik sampai tahun 2010 ini dengan tingkat hunian 97 persen. Kenaikan itu, menurut Boyke, lebih banyak disebabkan adanya penambahan unit baru dan penambahan ruang parkir yang lebih luas.

Untuk menghitung tingkat kunjungan tersebut, pihak manajemen menggunakan cara lewat hitungan kunjungan mobil yang datang ke lokasi pusat perbelanjaan yang berlokasi di pusat bisnis Jakarta itu. "Jumlah ini belum termasuk pengunjung yang datang dengan jalan kaki," jelasnya.

Kenaikan jumlah pengunjung menjadi kabar baik. Sebab, pada 2 Maret ini, Plaza Indonesia berusia 20 tahun. Dalam kaitan merayakan hari jadinya itulah, manajemen Plaza Indonesia menggelar beberapa acara untuk mendongkrak lagi tingkat kunjungan. Antara lain menggelar  Art Festival yang dibuka Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu hari Selasa ini.

Dalam acara Artf Festival tersebut, Plaza Indonesia memamerkan 21 seni intalasi dari 21 perupa Indonesia. Dan di Plaza Indonesia tersebut, Boyke mengaku memiliki salah satu toko bernama "Gaya" yang khusus menjual produk dari dalam negeri. "Setiap produk dalam negeri yang berkualitas bisa masuk dengan sistem bagi hasil," jelas Boyke.

Selain menggelar ArtFestival, manajemen Plaza Indonesia juga mengadakan insenstif belanja senilai Rp 1 juta kepada 20 pengunjung pertama tanggal 20 Maret 2010 nanti dengan pembelian minimum Rp 1 juta. "Selain itu ada 250 toko yang akan mendiskon produknya 20 persen sampai tanggal 20 Maret," kata Chorie A. Arland, Marketing Communicatioan Manager PT PIR. (Asnil Bambani Amri/KONTAN)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Ciputra Hanoi International City, Proyek Properti Termaju di Vietnam

Posted: 02 Mar 2010 10:17 AM PST

Selasa, 2/3/2010 | 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup Ciputra saat ini memiliki dua mega proyek properti berkonsep kota terintegrasi di Asia Tenggara, yakni di Hanoi, Vietnam dan Phnom Penh, Kamboja. Agus Surja Widjaja, Direktur Ciputra, mengungkapkan, Ciputra Hanoi International City merupakan satu-satunya proyek properti termaju dan terbesar di Vietnam saat ini. Sebab, pengembang lokal belum memiliki pengalaman mengembangkan proyek sejenis.

"Makanya kami diuntungkan dengan pengalaman pengembangan properti di Indonesia. Kami menawarkan produk yang lebih berkualitas dari sisi bangunan maupun desain. Ini yang mampu menarik minat pembeli di sana," kata Agus.

Tidak hanya rumah dan apartemen, Managing Direktur Ciputra Budiarsa Sastrawinata menambahkan pada proyeknya tersebut, Ciputra melengkapi infrastruktur pendukung bagi pembentukan kota terintegrasi, seperti sekolah, rumah sakit, pusat belanja, dan sarana olahraga dan rekreasi. "Untuk pembangunan mal, kami targetkan selesai tahun 2012. Kami juga punya rencana membangun padang golf," kata Budiarsa.

Di Hanoi, Vietnam, proyek properti seluas 301,8 hektar (ha) bernama Ciputra Hanoi International City telah memiliki 11 tower apartemen berlantai 20 dan sekitar 1.000 rumah kelas menengah-atas.

Ciputra menghargai apartemennya itu mulai dari 200.000 dollar AS per unit, sedang harga rumah mulai dari 300.000 dollar AS per unitnya. "Tiap tower terdiri dari 150 unit apartemen," ujar Budiarsa.

Letak Ciputra Hanoi International City di pusat kota dan dekat dengan Bandara Internasional Noibai dan CBD Hanoi membuat properti Ciputra tersebut laku keras. Sebab, semua unit properti, baik apartemen dan rumah yang telah berdiri telah terisi. "Tingkat huniannya cukup tinggi. Ketika bangunan berdiri, langsung terisi penuh," kata Budiarsa.

Phnom Penh, Kamboja

Sama seperti di Hanoi, Ciputra pun menggunakan konsep kota terintegrasi pada proyek properti Grand Phnom Penh International City. Proyek kota terintegrasi pertama yang terletak di ibu kota Negara Kamboja tersebut menempati lahan seluas 260 hektar.

Saat ini, kata Agus, 50 persen dari sekitar 100 rumah yang telah berdiri bakal diserahterimakan kepada pembelinya tahun ini. Sekedar informasi, konstruksi fisik proyek tersebut telah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Nantinya, pemilik rumah di Phnom Penh bisa menikmati fasilitas yang sama dengan proyek di Hanoi. "(Fasilitas) hampir sama, karena kita menggunakan konsep kota terintegrasi juga," tuturnya.

Untuk masuk ke Vietnam dan Kamboja, Ciputra menggandeng perusahaan lokal untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture. Khusus Vietnam, mereka menggandeng BUMD Hanoi untuk membentuk perusahaan patungan, Citra Westlake City Dev Co. Ltd. Berdasarkan perjanjian, Ciputra menanggung 70 persen dari total penempatan modal, sedang mitra lokalnya itu mengisi sisa 30 persen.

"Pembagian keuntungannya mengikuti porsi penempatan modal. Memang kita lebih besar, tapi mereka yang menyediakan lahan, bahan bangunan, dan pekerja. Kita tinggal bawa pengetahuan ke sana," paparnya.

Namun, Agus enggan mengungkapkan berapa nilai investasi yang telah mengucur ke proyek tersebut. Selain di kawasan Asia Tenggara, Ciputra melalui perusahaan patungan, Beyond Limit International Ltd. mengembangkan proyek perumahan di Kalkuta, India bernama Kolkata West International City. Adapun, total nilai investasi proyek perumahan seluas 400 ha itu mencapai 330 juta dollar AS. (Raymond Reynaldi/KONTAN)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar