Jumat, 12 Maret 2010

Rumah Idaman “Menpera: Pemprov DKI Harus Dorong Pembangunan Rusunami” plus 3 more

Rumah Idaman “Menpera: Pemprov DKI Harus Dorong Pembangunan Rusunami” plus 3 more


Menpera: Pemprov DKI Harus Dorong Pembangunan Rusunami

Posted: 12 Mar 2010 02:24 PM PST

Jumat, 12/3/2010 | 22:24 WIB

KOMPAS.com -  Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menilai Pemprov DKI Jakarta lebih mendorong pembangunan apartemen mewah ketimbang Rusunami sehingga masyarakat ekonomi rendah sulit menjangkau harga rumah yang dibangun pengembang.

"Saya meminta Pemprov DKI Jakarta tetap mendorong pembangunan Rusunami di Jakarta," ujar Menpera Suharso Monoarfa, Jumat (12/3). Menpera mengingatkan Pemprov DKI bahwa pembangunan apartemen mewah yang terlalu banyak dapat menjadi bumerang terhadap pembangunan kota. Sebab hal itu akan berakibat kawasan-kawasan kumuh akan tumbuh semakin banyak dan menguasai daerah pinggiran kota.

Untuk itu, Menpera Suharso Monoarfa meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Ibu Kota. Hal itu dikarenakan kebutuhan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jakarta cukup tinggi.

Saat ini Suharso melihat pembangunan Rusunami belum dapat memenuhi kebutuhan rumah masyarakat di Ibu Kota. Padahal masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak huni.  "Pembangunan Rusunami saat ini merupakan jawaban atas kebutuhan hunian sekitar lima atau 10 tahun mendatang. Kami berharap pembangunan Rusunami di kawasan perkotaan bisa lebih ditingkatkan," terangnya.

Pemprov DKI Jakarta juga diminta melakukan peninjauan terhadap kebijakan-kebijakan terkait program Rusunami seperti KLB. Adanya pemotongan tingkat KLB Rusunami karena alasan proses evakuasi bencana dianggap kurang pas.

Menurut Suharso, rasio kepadatan dan terbatasnya lift serta tangga darurat di Rusunami pada dasarnya merupakan masalah teknis. "Pemprov DKI Jakarta seharusnya bisa meminta pengembang untuk membuat desain yang sesuai serta melakukan pelatihan tentang evakuasi bencana secara rutin kepada penghuni Rusunami," katanya

Menpera berharap pemerintah daerah lain juga terus mendorong para pengembang untuk membangun Rusunami di daerah. Adanya kerja sama yang baik antara stakeholder bidang perumahan dan permukiman juga perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman untuk dihuni. (Sumber: kemenpera.go.id)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pemerintah Targetkan 30.000 Unit Rusunami Tahun 2010

Posted: 12 Mar 2010 01:55 PM PST

Jumat, 12/3/2010 | 21:55 WIB

BOGOR, KOMPAS.com -  Pemerintah tetap mendorong pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami).  "Kami berharap pembangunan Rusunami tahun 2010 mencapai 30.000 unit," ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa di Bogor, Jumat (12/3/10).

Menpera menjelaskan, pembangunan Rusunami merupakan jawaban atas pemenuhan kebutuhan rumah di kota-kota besar. Apalagi harga tanah di perkotaan juga semakin tinggi. Selain itu, tingginya mobilitas penduduk di perkotaan menjadikan kebutuhan rumah menjadi sangat penting.

Menpera menyatakan, dengan dibangunnya Rusunami di sejumlah kawasan bisnis di kota-kota besar, masyarakat diharapkan dapat mengurangi mobilitasnya. Hal itu dikarenakan jarak antara tempat tinggal dan lokasi kerja tidak terlalu jauh.

"Makin banyak Rusunami yang dibangun di kawasan bisnis tentunya dapat mengurangi mobilitas penduduk. Adanya mobilitas penduduk yang tidak terlalu tinggi tentunya tidak menyebabkan arus transportasi tidak terlalu padat," tandasnya.

Agar masyarakat dapat menjangkau harga Rusunami, kata Menpera, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan berupaya agar suku bunga KPR bisa turun. Untuk itu, pemerintah akan menempatkan dana ke sejumlah bank yang menyalurkan KPR.

"Saya berharap dengan suku bunga KPR yang rendah masyarakat bisa menjangkau harga Rusunami sejak awal hingga kontrak KPR berakhir," harapnya.

Struktur biaya

Menpera juga menilai adanya permintaan kenaikan harga rumah susun sederhana milik (Rusunami) oleh para pengembang,  tidak terlalu relevan.  Kemenpera telah meminta para pengembang untuk menyerahkan struktur biaya pembangunan hunian vertikal itu.  "Saya akan minta pengembang menyerahkan struktur biaya pembangunan Rusunami. Dari struktur biaya itu nantinya dapat diketahui berapa sebenarnya biaya produksi pembangunan Rusunami.," ujarnya.

Menurut Menpera, pihaknya selama ini menerima keluhan dari para pengembang terkait harga jual Rusunami. Para pengembang menyatakan bahwa harga Rusunami sekitar Rp 4 juta per meter persegi saat ini tidak dapat memenuhi biaya produksi.

Selain itu, para pengembang menilai harga jual Rusunami sekitar Rp 144 juta saat ini tidak relevan sehingga perlu dinaikkan. Hal itu karena harga jual Rusunami itu ditetapkan beberapa tahun lalu dan saat ini tingkat inflasi juga tinggi.

Menurut Menpera, biaya produksi rumah di setiap daerah berbeda-beda. Suharso memberi contoh biaya pembangunan rumah di luar Jawa tentunya berbeda dengan di Jawa. Pihaknya akan mengevaluasi harga rumah dan melakukan kajian terlebih dulu terkait harga rumah.

"Pemerintah akan menyalurkan subsidi bukan berdasarkan harga rumah tetapi kemampuan daya beli masyarakat. Kami berharap pengembang tetap membangun Rusunami untuk memenuhi kebutuhan rumah di Indonesia," harapnya. (Sumber: kemenpera.go.id)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tanto Kurniawan Ingin Lawan Mitos Angka 13

Posted: 12 Mar 2010 01:15 PM PST

Jumat, 12/3/2010 | 21:15 WIB

SERPONG, KOMPAS.com  - CEO Paramount Serpong Tanto Kurniawan mengaku ingin melawan mitos angka 13 yang acap disebut angka sial. "Angka tiga belas itu hanya sekadar angka. Saya justru ingin melawan mitos seperti itu," kata Tanto. Karena itulah Tanto membangun Hotel Aston Paramount Serpong dengan 13 lantai.

"Kami menyerahkan proyek ini kepada Tuhan. Sebab tanpa Tuhan, tidak mungkin kami berhasil mengembangkan kawasan ini. Tahun 2009 ketika kami melakukan ground-breaking hotel ini, kami tidak membayangkan bisa segera melakukan topping-off hari ini. Jadi kita meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ungkap Tanto Kurniawan, Jumat (12/3/10).

Paramount Serpong merupakan pemain properti yang disegani di Jabodetabek. Pendapatan yang diperoleh Paramount Serpong sepanjang tahun 2009 tercatat Rp 600 miliar, sedangkan pendapatan tahun 2010 sampai Maret mencapai Rp 260 miliar. Semua produk rumah, ruko, dan kios pasar terjual habis dalam waktu singkat. "Kenaikan harga properti di Gading Serpong paling hot. Bisa double dalam waktu satu tahun. Ini tidak pernah terjadi di lokasi lain," tandas Tanto yang sebelumnya pernah memimpin Grup Jaya.

Paramount memberikan penghargaan kepada agen-agen properti terbaik yaitu LJ Hookers Gading Serpong, Ray White Gading Serpong, dan Century21 Emerald yang menjual rumah, ruko, dan kios pasar kepada pembeli. "Mari kita sama-sama me-manage kue yang besar ini. Kalau kita bekerja sungguh-sungguh, kita akan dapat melampaui tahun 2010 dengan keberhasilan. Kuncinya kejujuran, kedisiplinan, dan tidak sombong," kata Tanto.

Paramount Serpong yang dipimpin Tanto Kurniawan saat ini mengembangkan kawasan terpadu di Gading Serpong, bersama pengembang lainnya Summarecon Serpong. Kawasan Serpong yang dibangun empat pemain properti besar yaitu BSD, Alam Sutera, Summarecon, dan Paramount, berkembang sangat cepat. 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Aston Paramount, Hotel Bintang 4 Pertama di Serpong

Posted: 12 Mar 2010 12:33 PM PST

Jumat, 12/3/2010 | 20:33 WIB

SERPONG, KOMPAS.com - Serpong akan memiliki hotel bintang empat pertama, yaitu Hotel Aston Paramount Serpong. Hotel yang akan dikelola oleh Aston International ini terdiri dari 173 kamar, sembilan di antaranya kamar suite. Hotel yang dibangun di atas lahan 5.000 m2 di kawasan CBD di Gading Serpong, Tangerang, direncanakan beroperasi pada 10 Oktober 2010 mendatang.

CEO Paramount Serpong Tanto Kurniawan dalam acara topping off Hotel Aston Paramount Serpong Jumat (12/3) sore mengatakan, pada awalnya hotel tersebut dirancang sebagai hotel bintang tiga dengan 143 kamar. "Namun melihat pasar di kawasan Serpong sangat menjanjikan, kami menaikkan bintang hotel ini menjadi bintang empat dengan 173 kamar," kata Tanto. Melihat pasar yang menjanjikan itu, pihak Aston yakin dalam waktu lima tahun ke depan, akan mencapai titik impas.

Saat dilakukan ground breaking April 2009, dunia properti baru terkena imbas krisis ekonomi global. Banyak pengembang yang ragu melebarkan sayap bisnisnya. Namun menurut Tanto Kurniawan, dia melihat tatanan ekonomi Indonesia begitu baik. Meskipun sempat turun pada kuartal pertama tahun 2009, bisnis properti naik lagi pada kuartal kedua, ketiga, dan keempat, hingga tahun 2010 ini.

Senior Vice President Aston International John Flood mengatakan, Aston Paramount Serpong merupakan hotel pertama yang dikelola Aston di wilayah Tangerang. "Ini akan menjadi ikon Tangerang. Lokasinya pun dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hotel ini memiliki meeting room dan ballroom. Aston juga mengedepankan sistem hemat energi sehingga membuat hotel ini eco-friendly," kata John.

Direktur PT Paramount Propertindo Ervan Adi Nugroho mengatakan hotel dengan 13 lantai (tidak termasuk basement) ini dilengkapi dengan ballroom seluas 660 m2 dan empat meeting room. "Hotel ini menghabiskan biaya Rp 100 miliar," kata Ervan.

Direktur Utama PT Multikon Hartanto Joyopranoto menambahkan, pembangunan hotel ini dikerjakan dalam 330 hari, dan direncanakan selesai pada 16 Agustus 2010.

Disegani
Tanto Kurniawan mengatakan, bentuk hotel itu akan sangat impresif. "Kalau Anda datang lagi pada bulan Oktober, lobi hotel ini akan terlihat impresif," katanya. Menurut Tanto, Paramount Serpong yang dipimpinnya belum tiga tahun didirikan, namun kini sudah menjadi salah satu pemain properti yang disegani di Serpong.

"Kami tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Kami menggunakan hati saat mengembangkan kawasan ini," kata Tanto yang pernah menjadi "tangan kanan" Ciputra di Grup Jaya itu.  Ia memberi contoh, restoran yang akan dibuka di hotel ini adalah restoran yang menyajikan menu baru dengan bahan bermutu. Menu-menu itu disajikan dengan benar dan dengan harga yang sangat wajar.

Tanto menambahkan pula, dalam waktu dekat, Paramount akan mengembangkan Central Walk, lifestyle center, yang akan beroperasi tahun 2011, juga membangun Paramount Plaza, yang digunakan hanya untuk kantor grup Paramount. "Yang pasti, jika Anda datang lagi ke kawasan ini pada akhir tahun 2010 dan tahun 2011, wajah Paramount Serpong sudah berubah.

"Saya percaya kawasan Serpong adalah kawasan menarik. Paramount bersama Summarecon Serpong mengambangkan Gading Serpong. Kami saling melengkapi. Apa yang dibangun, dapat dinikmati bersama," kata Tanto.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar