Senin, 15 Maret 2010

Rumah Idaman “Pengembang Perumahan Belum Rasakan Dampak PPN” plus 2 more

Rumah Idaman “Pengembang Perumahan Belum Rasakan Dampak PPN” plus 2 more


Pengembang Perumahan Belum Rasakan Dampak PPN

Posted: 16 Mar 2010 04:23 AM PDT

Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius

Selasa, 16/3/2010 | 11:23 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -  Pengembang perumahan belum merasakan dampak signifikan dengan diterapkannya pajak pertambahan nilai (PPN) pembangunan rumah atau bangunan. Pajak untuk pembangunan dengan luas lebih dari 300 meter persegi itu sudah berlaku sejak Februari 2010.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (REI) Daerah Jabar Hari Raharta di Bandung, Selasa (16 /1/2010), mengatakan, dampak PPN pembangunan rumah dan bangunan itu lebih dirasakan wajib pajak perorangan. Mereka adalah pemilik lahan dan mendirikan rumah atau bangunan sendiri.

"Bisa juga perusahaan yang mau membangun kantor. Akan tetapi, pengaruhnya belum terlalu relevan terhadap pengembang," kata Hari. Pengembang memang membayar pajak namun bentuknya berupa PPN untuk membangun kompleks perumahan.

Hari menambahkan, rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) diperkirakan juga tak akan banyak berpengaruh terhadap pengembang. Sebab, TDL dikenakan terhadap penghuni rumah. Adapun pengembang lebih memikirkan beban biaya pemasangan kabel, travo , dan tiang listrik.

 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Jessica Tji, Miss Favorit Indonesia 2007, Kini Terjun ke Bisnis Properti

Posted: 15 Mar 2010 03:54 PM PDT

Senin, 15/3/2010 | 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jessica Aurelia Tji (25) merupakan generasi ketiga keluarga Margono (Grup Gapura Prima) yang mulai terjun dalam bisnis properti. Jessica mendalami bidang real estate dan finance di California State University, Northridge, Amerika Serikat dan setelah lulus kuliah Agustus 2006 ini, dia mulai memegang superblok baru di Kota Solo, yaitu Solo Paragon sejak November 2007.

Jessica Tji yang lahir di Fresno, yang terletak antara San Francisco dan Los Angeles, Amerika Serikat, 2 Oktober 1985 ini sebelumnya sempat bekerja di bidang properti di Bandung dan di sebuah bank di Jakarta. Di sela-sela itu, Jessica mencoba ikut pemilihan Miss Bangka Belitung 2007, dan ternyata perempuan berambut panjang dengan tinggi 170 cm itu, berhasil. Jessica pun ikut dalam pemilihan Miss Indonesia 2007 dan terpilih sebagai Miss Favorit.

"Saya memperoleh pengalaman dan belajar untuk menjadi seorang perempuan Indonesia yang dibanggakan Indonesia. Saya membekali diri dengan ilmu pengetahuan, memiliki EQ yang baik, dan juga menjaga image perempuan timur yang khas dan unik," cerita Jessica tentang pengalamannya mengikuti pemilihan Miss Indonesia 2007.

Jessica mengaku perasaannya pada saat itu tentu saja senang dan bahagia karena dia tidak menyangka bisa mendapat predikat Miss Favorit dan masuk dalam lima besar. Jessica juga pernah masuk dalam 10 besar Puteri Pariwisata Indonesia 2009.

Jessica menyelesaikan pendidikan menengah, SMP dan SMA di St Hilda's Secondary School di Singapura. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan college di Foothill College, San Jose (satu jam dari San Fransisco) dan melanjutkan ke California State University di Northridge, AS.

Jessica mulai menekuni pekerjaannya sebagai Direktur PT Sunindo Gapura Prima, setelah pembangunan konstruksi superblok Solo Paragon dimulai tahun 2008. "Solo Paragon terdiri dari apartemen high-end, citywalk, dan lifestyle mall. Apartemen Solo Paragon merupakan apartemen tertinggi pertama di Jawa Tengah dengan 25 lantai," kata Jessica, yang juga Marketing Director Solo Paragon itu. Sementara lifestyle mall dibangun tiga lantai ditambah satu lantai parkir basement, dan Citywalk dikemas dengan konsep outdoor, alfresco dining.

Menurut Jessica, konsep mixed-used development ini merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Ini gabungan antara apartemen, hotel, citywalk, dan lifestyle mall dengan luas seluruhnya 4,1 hektar. Hotel Solo Paragon yang memiliki 237 kamar itu akan beroperasi pertengahan tahun 2010. Ini merupakan hotel yang memiliki jumlah kamar terbanyak di Jawa Tengah. Sedangkan Mal Solo Paragon akan beroperasi pada akhir tahun 2011. Para penyewa mal ini antara lain Carrefour, XXI Cinema, Ace Hardware, dan Index Furnishing.

Solo makin berkembang
Jessica optimistis Solo Paragon akan berkembang karena lokasinya sangat strategis, di jantung Kota Solo, yang memiliki kemudahan tiga akses utama, yaitu Jalan Slamet Riyadi, Jalan Yosodipuro, dan Jalan Dr Cipto Mangunkusumo.

"Roda perekonomian Jawa Tengah terus berjalan dengan cepat. Pak Wali Kota Solo, Joko Widodo adalah wali kota yang baik. Kota Solo berkembang pesat berkat jasanya. Banyak kegiatan nasional dan internasional digelar di Solo. Pak Joko Widodo melestarikan kebudayaan Solo sehingga membuat kota ini makin khas," kata anak pertama pasangan Lily Margono dan Chandra Tambayong itu.

Menurut Jessica, banyak faktor yang menyebabkan Solo makin memikat. Lokasi Solo dekat dengan Semarang dan Yogyakarta, dan juga rencana pembangunan jalan tol Semarang-Solo membuat kota ini makin berkembang dengan pesat. "Pembangunan kota di Indonesia harus menyebar. Jangan hanya di Jakarta dan Bodetabek, tetapi juga di kota-kota lainnya di Indonesia. Dalam konteks inilah, Grup Gapura Prima membangun Solo Paragon," kata Jessica yang mulai beradaptasi dengan suasana Jawa Tengah.

Jessica, cucu Gunarso Margono (70), pendiri dan pemilik Grup Gapura Prima ini, suka membaca. "Saya juga suka berkumpul dan bersosialisasi dengan kawan-kawan, berolah raga outdoor dan melakukan travelling,"kata Jessica.

Apakah Anda memang sudah lama dipersiapkan masuk bisnis properti? "Saya memang cucu pertama yang masuk dalam bisnis properti. Semua anak dan cucu Pak Gunarso tentunya dipersilakan terjun di bidang properti. Tetapi tak ada paksaan. Saya kan pernah bekerja di bank, sebelum membantu proyek-proyek properti keluarga di berbagai kota," ungkap Jessica.

Solo Paragon merupakan salah satu proyek Bandung Inti Graha, masih satu grup dengan Gapura Prima. Bandung Inti Graha merupakan perusahaan properti yang dipimpin ayah Jessica, Chandra Tambayong, bermitra dengan PT Sunindo, yang kemudian menjadi PT Sunindo Gapura Prima.

Grup pengembang ini telah banyak membangun berbagai proyek properti di banyak kota di Indonesia, mulai dari Novotel Solo, Ibis Solo, Phoenix Hotel Yogyakarta, Novotel Semarang, Best Western Premier Solo, Solo Grand Mall, Pusat Grosir Solo, The Bellezza Apartment Jakarta, The Bellagio Apartment Mega Kuningan Jakarta, The Majesty Apartment Bandung, Grand SetiaBudi Apartment Bandung, sampai Galeri Ciumbuleuit Apartment Bandung. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Gunarso Margono Rayakan HUT Ke-70

Posted: 15 Mar 2010 02:14 PM PDT

Senin, 15/3/2010 | 21:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendiri dan pemilik Grup Gapura Prima, Gunarso Margono, hari Senin (15/3/2010) malam merayakan hari ulang tahunnya ke-70 di Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Gunarso Margono dan istrinya, Ny Oey Widyawati, memiliki lima anak, empat perempuan (Lily, Lisiani, Heryani, Remi) dan satu lelaki (Rudy), serta 14 orang cucu.

Kepada Kompas.com, Senin malam, Gunarso mengatakan, ia bersyukur semua anaknya bisa bekerja dalam bidang properti dan akur. Resep suksesnya? "Yang penting asal rajin bekerja dan banyak kawan," kata Gunarso singkat.

Rudy Margono, anak kelima dan anak lelaki satu-satunya dalam keluarga besar Margono, mengatakan, Gunarso Margono tidak hanya sosok ayah, tetapi juga guru besar bagi keluarga besar Margono dan Gapura Prima.

"Sebagai pimpinan, Pak Gun patut menjadi teladan. Pak Gun seorang yang sangat ulet dan pekerja keras, orang yang sederhana, rendah hati, dan mau bergaul dengan banyak orang. Jerih payah beliau membuat kita semua dapat berdiri di sini. Kerja keras orangtua kami membawa perusahaan Gapura Prima menjadi salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia," kata Rudy Margono, yang kini lebih sering memegang kendali grup ini.

Rudy menambahkan, dia dan segenap keluarga Margono bersyukur karena perusahaan yang didirikan ayahnya dapat melalui berbagai cobaan berat. "Sebagai orangtua, Pak Gunarso sering memberi nasihat yang menjadi pedoman bagi kami, anak-anaknya," ujar Rudy.

Dalam acara yang didahului dengan kebaktian itu, Gunarso selalu didampingi istrinya, Ny Oey Widyawati. Bahkan, Gunarso sempat berdansa cha-cha-cha dengan sang istri.

Jessica Aurelia Tji (25), salah satu cucu Gunarso, memberi komentar tentang sang kakek. "Beliau adalah seorang pekerja keras, seorang entrepreneur yang tidak pernah letih. Selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga dan pekerjaannya. Beliau sudah makan asam garam, melewati berbagai masa kehidupan dengan tantangannya tersendiri," kata Jessica, yang kini memegang superblok Solo Paragon.

Menurut Jessica, kalau dalam keluarga, seperti orangtua lainnya, tentunya keinginannya hanya satu, yaitu anak, menantu, dan cucunya bisa hidup rukun bahagia dan sukses dalam keharmonisan. "Pak Gunarso menjadi panutan dan contoh yang baik bagi semua anggota keluarganya," kata Jessica. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar