Senin, 01 Maret 2010

Rumah Idaman “Pengembang di Surabaya Tak Tertarik Bangun Rusunami” plus 3 more

Rumah Idaman “Pengembang di Surabaya Tak Tertarik Bangun Rusunami” plus 3 more


Pengembang di Surabaya Tak Tertarik Bangun Rusunami

Posted: 01 Mar 2010 01:29 PM PST

Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan

Senin, 1/3/2010 | 21:29 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pembangunan rumah susun di Surabaya berjalan di tempat. Para pengembang kurang berminat membangun rumah susun bagi masyarakat ekonomi bawah karena harga lahan tanah di perkotaan yang mahal, sementara nilai jual rumah susun dipatok maksimal hanya Rp 144 juta per unit.

"Berulang kali Menteri Negara Perumahan Rakyat hingga Wakil Presiden memerintahkan para pengembang untuk membangun rumah susun milik (rusunami) bagi masyarakat ekonomi bawah di Surabaya. Tapi, tak ada pengembang yang tertarik," kata Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Timur Nur Wakhid, Senin (1/3) di Surabaya.  

Menurut Nur Wakhid, ketidaktertarikan para pengembang beralasan. Masalahnya, dengan harga patokan rusunami Rp 144 juta per unit, para pengembang kesulitan membangun karena mahalnya lahan tanah di tengah kota. Selain itu, minat masyarakat Kota Surabaya terhadap hunian berkonsep vertikal sangat kurang.  

Persyaratan pembangunan rusunami sama tak ada bedanya dengan pembangunan rumah susun komersial. "Padahal, harganya bertaut sangat jauh. Jika harga rusunami Rp 144 juta per unit, harga rumah susun komersial bisa mencapai Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar," ucapnya.

Dengan harga rusunami Rp 144 juta per unit, masyarakat Surabaya cenderung memilih membeli rumah berkonsep horisontal (landed house) dengan tipe 36 hingga 40. Karena itu, banyak warga Surabaya yang akhirnya membeli rumah di pinggiran kota atau di beberapa daerah dekat Surabaya seperti Sidoarjo dan Gresik.

Bergeser ke daerah pinggiran

Semakin minimnya fasilitas pemukiman serta mahalnya lahan tanah di Kota Surabaya mengakibatkan para pengembang cenderung membangun perumahan di kawasan pinggiran. Hal ini terlihat dari volume pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) di Jatim sebanyak 12.500 unit tahun 2009 lalu.

Tahun ini, pembangunan RSH di Jatim ditargetkan mencapai 20.000 unit atau sekitar 13 persen dari total pembangunan RSH secara nasional sebanyak 150.000 unit. "Masyarakat lebih memilih RSH karena harganya sebesar Rp 55 juta per unit lebih terjangkau," kata Nur Wakhid.

Untuk pembangunan rusunami, bulan Mei mendatang Pemprov Jatim mentargetkan pembangunan rusunami di daerah Jambangan, Surabaya selesai. Sejak tahun lalu, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim membangun 2,5 twin blocks berkapasitas 240 keluarga.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jatim Budi Susilo menyatakan, pembangunan rusun berukuran 28 meter persegi dengan lima lantai itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 30 miliar . Rencananya, rusunami ini diperuntukkan bagi warga penghuni strenkali Surabaya.  

Sampai akhir 2009 lalu backlog perumahan di Jatim mencapai 535.000 unit. Keterbatasan lahan menja di penghambat utama penyediaan pemukiman. Setiap tahun kebutuhan rumah di Jatim bertambah 24.000 unit, termasuk di Kota Surabaya.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Bagaimana Feng Shui Rumah Pada Tahun Macan Ini?

Posted: 01 Mar 2010 09:03 AM PST

Senin, 1/3/2010 | 17:03 WIB

Tanya
Rumah saya dibangun tahun 2000, menghadap ke Barat, dan sekarang di lantai 2 saya buat ruang kerja yang posisi meja menghadap ke Utara. Saya kelahiran 18 Juni 1971 pukul 18:00 (Shio Babi) dan suami kelahiran 3 Februari 1951 (Shio Kelinci). Bagaimana feng shui rumah kami dalam Tahun Macan ini?
Elia

Linda Kho menjawab
Rumah yang dibangun tahun 2000 dan menghadap Barat, memiliki bintang air (bintang kemakmuran) 7 di depan, yang berkombinasi dengan bintang gunung 3. Hal ini menyiratkan bahwa setelah melewati Februari 2004, rumah tersebut tidak lagi mendukung keberuntungan finansial penghuninya. Bahkan, probabilitas kehilangan uang semakin besar. Tempatkan jambangan air (jangan air mancur, karena harus tenang), boleh diberi teratai, di dekat pintu utama.

Namun jika pintu terletak di Barat Laut (tidak persis di Barat Laut), keadaan masih cukup baik.

Anda dan suami sama-sama memiliki angka Kua-4, yang termasuk kelompok Timur. Arah hadap yang baik untuk anda adalah Utara, Timur, Tenggara, dan Selatan. Menata meja kerja, dengan posisi duduk menghadap Utara sudah benar, karena Utara merupakan arah Sheng Qi (kemakmuran anda). Akan lebih baik pula, jika Anda menata tempat tidur, dengan kepala (ketika posisi tidur) mengarah ke salah satu arah baik Anda.

Pengaruh positif feng shui bagi penghuninya akan maksimal jika kualitas energi yang ada bagus, dan tepat tata letaknya.

Sebagaimana telah diulas pada artikel sebelumnya, pada periode 4 Februari 2010 – 4 Februari 2011, bintang yang buruk berada di sektor Barat Daya (bintang 5), Selatan (bintang 3), Timur Laut (bintang 2), Tenggara (bintang 7).

Tinggal Anda evaluasi rumah Anda, apakah di sektor yang buruk tersebut terdapat tempat yang vital (kamar tidur, ruang kerja, dapur) atau tidak. Jika ya, gunakan fung ling (lonceng angin logam berbatang 6) untuk menetralkan bintang 5, lampu/ karpet merah untuk bintang 3, untaian 6 koin logam untuk bintang 2, dan jambangan air untuk bintang 7.

Sektor depan rumah Anda (Barat) di tahun Macan 2010 dapat dikatakan bagus, karena hadirnya bintang 1.

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat bagi anda dan suami. Salam.

Linda Kho
www.fengshuikita.com

Linda Kho, pakar feng shui, tinggal di Salatiga, Jawa Tengah. Linda belajar feng shui secara otodidak mulai tahun 2002. Kemudian pada tahun 2005, Linda belajar feng shui dari Master Vincent Koh (Singapura) di Singapore Polytechnic. Dan pada tahun 2007, Linda memperdalam ilmu feng shui dari Grandmaster Raymond Lo (Hong Kong).

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Membeli Rumah Seken

Posted: 01 Mar 2010 08:34 AM PST

Senin, 1/3/2010 | 16:34 WIB

Tanya
Pak Panangian, saya ingin membeli rumah seken. Faktor apa saja yang harus dicermati jika saya membeli rumah seken?
Jimmy, Jakarta

Panangian Simanungkalit:
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika membeli rumah seken. Pertama, kondisi bangunan terutama menyangkut pondasi, struktur, penutup lantai, penutup dinding, rangka atap, penutup atap, dan plafon serta utilitas di dalamnya. Pastikan semuanya masih cukup baik, aman, berfungsi, dan tidak memerlukan banyak perbaikan. Kecuali bangunan memang sudah tua (di atas 20 tahun) dan tidak layak lagi dipakai, yang ditransaksikan hanya tanahnya. Untuk itu, jangan lupa cek langsung ke lokasi dengan seksama, jangan hanya menerima laporan dari pihak ketiga. Pastikan juga rumah dan lingkungannya bukan daerah rawan rayap. Kalau rawan rapay, sebaiknya rumah diberik treatment antirayap.

Kedua, status tanah, apakah HGB, hal milik, strata title, atau apa? Kalau HGB, apakah sertifikatnya masih berlaku atau perlu diperpanjang? Kalau harus diperpanjang, apakah memungkinkan dan berapa biayanya? Mungkinkah status HGB itu diubah menjadihak milik? Itu semua perlu diperhitungkan saat negosiasi harga. Jangan lupa mencocokkan nama pemilik dan nomor rumahnya dengan nama dan nomor yang tercantum di sertifikat. Terlebih pada rumah warisan, kesamaan nama penjual dengan nama yang tercantum dalam sertifikat sangat mutlak bila Anda tidakingin bermasalah. Kalau kepemilikan rumah masih atas nama orangtua ahli waris, pastikan saat bertransaksi semua ahli waris menyetujuinya secara tertulis. Untuk itu, sebaiknya jangan bertransaksi di bawah tangan tapi melalui notaris.

Ketiga, ukuran tanah dan rumah apakah memang sesuai dengan yang tercantum dalam sertifikat dan IMB? Sangat baik jika kita melakukan pengukuran ulang. Bukan hanya supaya transaksi berjalan benar, tetapi juga supaya ukuran rumah dan tanah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.

Keempat, IMB dan gambar rancang bangun rumah. Sebaiknya tidak ada perubahan signifikan pada bangunan yang melenceng dari IMB. Kalau rumah tidak dilengkapi IMB, kita tidak bisa mendapatkan dukungan KPR dari bank untuk membelinya. Selain itu ada kemungkinan rumah dirobohkan petugas pemda karena dianggap melanggar ketentuan peruntukan pendirian rumah. Kalau ingin merenovasinya setelah dibeli, pastikan rumah memang boleh direnovasi dan tidak termasuk dalam cagar budaya. Kalau termasuk cagar budaya, perjelas sampai sejauh mana rumah boleh direnovasi.

Kelima, status rumah tidak dalam sitaan atau digadaikan, yidak sedang dijaminkan ke bank atau dalam sengketa, tidak memiliki tanah lebih yang tidak dicatat dalam sertifikat karena merupakan bagian dari fasos fasum, dan tidak sedang dihuni atau sudah kosong. Yang terakhir, ini juga penting karena sering saat bertransaksi, rumah masih dihuni oleh kerabat penjual. Akibatnya, setelah transaksi, pembeli tidak bisa langsung menguasai rumahnya dan terlibat konflik dengan penghuni. Untuk itu, jangan lupa cek langsung ke lokasi, dan mintalah kejujuran penjual, tanyakan kepada warga sekitarnya, dan bikin klausul perjanjian bersyarat yang memungkinkan Anda meminta pengembvalian pembayaran atau membatalkan transaksi bila status rumah tidak freen clean and clear. Lakukanlah transaksi dengan akte notaris.

Keenam, kondisi lingkungan perumahan, apakah cukup baik dan memadai, baik kondisi jalan dan saluran, jaringan utilitas, maupun aksesibilitas dan fasilitas publik yang ada di sekitarnya? Rumah idealnya bisa dilalui kendaraan secara leluasa, kondisi jalan dan salurannya terawat, keamanan lingkungannya cukup kondusif, tidak kebanjiran, dan masyarakatnya cukup menerima pendatang baru.

Ketujuh, jaringan telepon, suplai listrik, air, dan gas (kalau ada), apakah tersedia dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seisi rumah dan tidak sering muncul masalah? Tanyakan apakah rumah sudah dilengkapi jaringan telepon, dan berapa kapasitas listrik, air, dan gas yang terpasang? Untuk itu mintalah penjual menunjukkan dokumen pemasangan dan rekening terakhirnya.

Kedelapan, riwayat rumah. Pernahkah rumah itu terbakar seluruhnya atau sebagian? Kalau pernah bagaimana dampaknya terhadap pondasi dan struktur bangunan? Apa yang dilakukan pemilik lama saat memperbaikinya? Adakah di rumah pernah terjadi peristiwa kriminal yang menggegerkan seperti pembunuhan dan perampokan? Bagaimana kejadian itu bisa terjadi dan bagaimana penyelesainnya?

Kesembilan, Pajak Bumi dan Bangunan. Pastikan penjual selalu membayarnya secara teratur, termasuk biaya-biaya lain seperti iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dan lainnya. Mintalah bukti pembayaran terakhir berbagai bea dan biaya itu.

Kesepuluh, harga rumah. Jangan percaya begitu saja dengan harga pasar yang disebutkan penjual. Mintalah bukti pembayaran PBB yang terakhir. Di situ tercantum NJOP tanah dan bangunannya. Setelah itu, cari informasi ke warga sekitar tentang pasaran harga rumah di lokasi setempat. Bisa juga bertanya atau mencari tahu ke kantor broker terdekat, atau melihat iklan rumah sekelas di lokasi terdekat di surat kabar sebagai perbandingan.

Kesebelas, dukungan KPR. Sebaiknya transaksi rumah seken juga dilakukan dengan fasilitas KPR karena jauh lebih aman. Untuk itu sebelum bertransaksi, ada baiknya meminta bank yang akan menyalurkan kredit agar menilai rumah tersebut. Paling tidak, hasil penilaian penilai profesional bisa dipakai sevagai patokan untuk menawar harga rumah secara pantas. Harga rumah seken biasanya lebih murah dibandingkan rumah baru sekelas. Tapi ini sangat tergantung situasi ekonomi, kondisi bangunan, dan prestise lingkungannya.

*) Panangian Simanungkalit, penulis buku "Beli Rumah & Apartemen, Tips dan Trik"

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Serpong, Dulu Hutan Karet, Kini Kawasan Emas Properti

Posted: 01 Mar 2010 07:25 AM PST

Senin, 1/3/2010 | 15:25 WIB

oleh Robert Adhi Ksp

LEBIH dari 20 tahun yang lalu, Serpong adalah hamparan hutan karet yang tidak produktif lagi. Tahun 1988, jalan menuju hutan karet ini hanya jalan tanah, tak beraspal. Kalau musim hujan, jalan berubah jadi kubangan, dan pada musim kemarau, debu-debu berterbangan di jalan itu.

Saya ingat ketika pada tahun 1988-1990 saya menjadi wartawan pemula yang ditugaskan di Tangerang, saya sering ke kawasan ini. Di kawasan Serpong, ada dua markas tentara. Yang saya ingat, markas Batalyon Kavaleri-8 Penyerbu merupakan tempat yang paling jauh, paling ujung. Setelah itu, yang terlihat hanya hamparan hutan karet. Pada malam hari, banyak orang enggan melintasi perkebunan karet ini yang gelap. Mungkin legenda Mat Item yang tersohor membuat warga takut berpergian malam hari.

Kawasan Serpong mulai berkembang ketika tahun 1989, Ciputra membangun kawasan Bumi Serpong Damai dan sejak awal sudah disebut sebagai kota mandiri. Peresmian pembangunan BSD pertama kali dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (waktu itu) Rudini.

Di Bumi Serpong Damai, Ciputra memegang izin lokasi hingga 6.000 hektar. Akses ke Bumi Serpong Damai pun lambat laun mulai terbuka. Saat itu, baru ada jalan tol Kebon Jeruk-Tangerang-Merak. Jarak Bumi Serpong Damai masih relatif jauh dari pusat kota Jakarta. Bisa dijangkau dengan angkutan umum, seperti bus Patas tapi jumlahnya masih terbatas.

Dalam suatu kesempatan pada tahun 1990-an, saya pernah bertanya kepada Pak Ciputra soal perkembangan kawasan ini, dan Pak Ci menjawab saat itu sedang dibangun jalan tol dari Bumi Serpong Damai-Bintaro-Pondok Indah. Pak Ci menjelaskan pula, jalan tol itu akan menyambung ke Citra Raya, salah satu proyek properti milik Pak Ci di Cikupa, Tangerang.

Ketika krisis ekonomi melanda negeri ini tahun 1997, industri properti termasuk yang mati suri. Pembangunan di Bumi Serpong Damai juga terhenti. Juga proyek-proyek properti lainnya, termasuk di Gading Serpong. Mungkin sekitar lima tahun lamanya, industri properti stagnan. Bangunan di Gading Serpong tak terurus lagi.

Bergairah kembali
Tahun 2003-2004, Bumi Serpong Damai beralih kepemilikan. Setelah diambil alih grup Sinarmas, namanya menjadi BSD City. Sementara Gading Serpong diambil alih dua pengembang besar, Summarecon (yang sukses menyulap rawa-rawa di Kelapa Gading menjadi kawasan elit) dan Paramount (perusahaan modal asing dari Singapura, yang sebenarnya bergerak di bidang peralatan rumah sakit, lalu mendirikan perusahaan properti di Indonesia).

BSD dan Gading Serpong berganti kepemilikan. Dan hanya Alam Sutera yang tidak berganti kepemilikan. Setelah tahun 2004, industri properti di Serpong mulai bergairah kembali.

Sinarmas membangun cluster-cluster baru dengan nama asing, mulai dari De Latinos, The Icon, Sevilla, sampai Foresta. Pertimbangan mereka karena alasan permasaran. Lebih mudah memasarkan rumah dengan nama asing daripada nama Indonesia sendiri. Pendapat saya pribadi, nama-nama seperti Giri Loka, Puspita Loka, Griya Loka, Anggrek Loka, Nusa Loka, Kencana Loka, warisan pengembang Ciputra, merupakan nama-nama yang sarat makna.

Kawasan BSD makin berkembang pesat setelah jalan tol BSD-Bintaro-Pondok Indah-TB Simatupang dapat dilalui. Harga rumah di BSD langsung naik dua kali lipat. Dan ketika jalan tol BSD-Pondok Indah-TB Simatupang ini menyambung ke Cikunir, yang memudahkan orang yang akan ke tol Jagorawi maupun tol Cikampek, harga rumah di BSD naik kembali. Pembangunan infrastruktur ini betul-betul membuat BSD kian berkibar.   

Sementara itu Grup Summarecon dengan gagah berani membangun mal, pusat perbelanjaan di kawasan permukiman itu. Padahal lokasinya relatif jauh. Sebelumnya memang sudah dibangun jalan tembus langsung dari jalan tol Km 18 Tomang-Tangerang-Merak, menuju permukiman ini. Mal yang diresmikan 28 Juni 2008 ini diisi dengan brand-brand terkenal. Agaknya Summarecon mengajak serta tenant-tenant yang sukses di Kelapa Gading, ke mal baru di Serpong.

Setelah sukses dengan mal tahap pertama, tahun 2010 ini Summarecon Mal Serpong (SMS) akan diperluas lagi, dibangun tahap kedua dengan ukuran kurang lebih sama. Presdir Summarecon Agung Tbk Johannes Mardjuki mengatakan SMS akan dikembangkan sampai tiga tahap.

Summarecon boleh berbangga karena kawasan ini kian berkembang. Grup Kompas Gramedia membangun kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kawasan ini. Kampus UMN merupakan salah satu daya tarik dan pemacu kawasan ini berkembang.

Pengembang lainnya, Paramount Serpong, selain membangun rumah, juga mengembangkan kawasan komersial dengan membangun hotel bintang empat Aston Paramount dan kawasan pedestrian mirip Orchard Road di Singapura. Tanto Kurniawan yang sebelumnya tangan kanan Ciputra di Grup Jaya, kini memegang Paramount.

Bagaimana dengan Alam Sutera? Alam Sutera selain membangun rumah dan jalan tembus masuk dan keluar tol Tomang-Tangerang, kini sedang membangun mal yang relatif besar. Bangunan fisiknya sudah tampak. Minimal tahun 2011, mal ini sudah dibuka. Tapi sebelumnya, di Alam Sutera dibuka restoran Bandar Djakarta, cabang kedua setelah Ancol. Yang menarik bagi saya, ketika resto ini dibuka pada saat bulan puasa tahun 2009, pengunjung harus antre sampai satu jam!

Nah, terkait dengan kuliner, saya ingin mengatakan bahwa Serpong kini merupakan daerah tujuan wisata kuliner. Mengapa? Saya amati, resto-resto terkenal kini buka di Serpong. Apalagi sejak tahun lalu, dibuka Teras Kota, semacam Citos, di kawasan BSD. Isinya sebagian besar restoran terkenal, mulai dari The Duck King sampai Red Bean.

Di sepanjang Jalan Raya Serpong, ada resto-resto terkenal seperti Bumbu Desa, Telaga Seafood, Pondok Kemangi, Bandar Djakarta, dj's Kampoeng Aer, Waroeng Sunda, Gado-gado Boplo, Mang Kabayan, sampai makanan khas seperti Pempek Golden. Pempek Pak Raden, Pempek 161, dan aneka masakan lainnya.  Terlalu banyak resto dan warung terkenal untuk disebutkan satu persatu di kolom ini. Tetapi saya ingin menegaskan betapa Serpong saat ini sudah menjadi daerah tujuan wisata kuliner.

Lebih dari itu, Serpong kini merupakan magnet baru dalam dunia properti. Saat ini, dari Serpong, Anda dapat melanjutkan perjalanan melalui jalan tol JORR BSD-Bintaro-Pondok Indah-TB Simatupang yang menyambung ke Cikunir, dan langsung ke tol Cikampek maupun tol Jagorawi.  Dari Serpong juga Anda dapat melanjutkan perjalanan lewat jalan tol Merak-Tangerang-Jakarta, yang tentunya tembus ke tol dalam kota.

Serpong juga memiliki akses cepat yaitu jalur KRL. Setelah PT KA mengoperasikan KRL hingga malam hari, banyak warga Serpong dan sekitarnya yang memanfaatkan KRL ini untuk berangkat kerja dan pulang kerja. Untuk transportasi warga, BSD menyediakan shuttle bus ke Jakarta, yang diminati banyak pengguna.

Namun tidak semua proyek properti di Serpong sukses dan bersinar. Ada juga yang meredup karena pengembang salah membaca pasar dan demand.  Serpong Plaza misalnya, kini mati suri. Hidup segan mati tak mau. Untunglah ada restoran buffet Hanamasa yang membuat orang masih mau singgah di sana. Selain itu Serpong Town Square (yang kemudian diganti menjadi CBD Serpong), juga seakan hidup segan mati tak mau. BSD Junction termasuk salah satu yang kurang berhasil. Awalnya direncanakan menjadi pusat gaya hidup dengan banyak restoran ternama, tapi kini terpaksa berubah konsep menjadi supermarket bangunan.

Ketiga properti yang saya sebutkan ini, semuanya menjual kios-kios. Tapi mengapa ITC BSD sukses? ITC bisa jadi pionir, tapi kios-kios model beginian sudah dianggap cukup. Tampaknya pangsa pasar Serpong tidak cocok jika dijejali dengan terlalu banyak kios.

Buktinya ketika TerasKota BSD mengedepankan konsep lifestyle (restoran, sinema, fitness center, toko buku, salon, hotel, tempat ngopi), tempat ini ramai dikunjungi. Blitz Megaplex, Celebrity Fitness, Toko Buku Gramedia, Hotel Santika, Starbucks Coffee, Bengawan Solo Coffee termasuk deretan tenant di TerasKota. Jajan Jazz, salah satu ikon pentas musik BSD,   kini hadir setiap Jumat malam di TerasKota, dalam suasana yang lebih elegan.

Agaknya warga Serpong dan sekitarnya lebih membutuhkan tempat nongkrong yang santai. Ini terbukti betapa ramainya Downtown Walk di Summarecon Mal Serpong pada malam hari. Suasana alfresco dining dengan hiburan live music, membuat banyak orang betah berlama-lama di sana. Suasana serupa juga dapat dinikmati di Flavor Bliss di Alam Sutera. Warga Serpong dan sekitarnya lebih membutuhkan tempat yang mencerminkan gaya hidup modern. 

Secara keseluruhan, saya menilai Serpong betul-betul sudah berubah menjadi kawasan emas. Serpong kini bagian wilayah dari Kota Tangerang Selatan, pecahan wilayah dari Kabupaten Tangerang. Serpong dan sekitarnya bakal berkembang lebih pesat bila jalan tol Serpong-Bandara jadi dibangun dalam beberapa tahun mendatang. Serpong betul-betul menjadi magnet. Perkembangan Serpong lebih cepat, lebih dahsyat dibandingkan daerah Bodetabek lainnya. ***

Robert Adhi Ksp adalah editor Kanal Properti Kompas.com

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar